KOMPAS.com - Pemerintah Arab Saudi kembali melakukan transformasi besar dalam pelayanan ibadah umrah.
Menjelang musim umrah 1448 Hijriah, Kerajaan Saudi resmi menerapkan sistem kontrak digital untuk seluruh proses kerja sama layanan umrah internasional.
Kebijakan baru tersebut diumumkan melalui Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi sebagai bagian dari percepatan digitalisasi layanan haji dan umrah yang dalam beberapa tahun terakhir terus dikembangkan secara masif.
Dilansir dari Gulf News, sistem kontrak digital itu diterapkan melalui platform Masar Nusuk yang digunakan untuk memproses kerja sama antara perusahaan penyelenggara umrah Arab Saudi dengan agen perjalanan luar negeri.
Melalui sistem tersebut, seluruh tahapan administrasi kontrak kini dilakukan secara elektronik tanpa prosedur manual seperti sebelumnya.
Arab Saudi juga mulai menerapkan model kontrak elektronik terstandarisasi yang dilengkapi kode QR sebagai sistem verifikasi digital terintegrasi dengan platform Nusuk.
Langkah ini dinilai menjadi bagian penting dari modernisasi layanan umrah global yang tengah digencarkan Saudi demi meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kenyamanan jemaah internasional.
Baca juga: Ketentuan Umrah Wajib yang Dijalani Jemaah Haji Sebelum Puncak Haji di Armuzna
Dalam beberapa tahun terakhir, Arab Saudi memang semakin agresif memanfaatkan teknologi digital dalam pengelolaan layanan ibadah.
Transformasi tersebut menjadi bagian dari program besar Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi untuk meningkatkan kualitas pelayanan jutaan jemaah dari seluruh dunia.
Sebelumnya, Saudi telah memperkenalkan berbagai layanan digital seperti aplikasi Nusuk, e-visa umrah, kartu pintar jemaah, hingga integrasi data perjalanan berbasis platform elektronik.
Kini, sistem kontrak digital menjadi langkah lanjutan yang dianggap akan memangkas berbagai hambatan administratif yang selama ini sering memperlambat proses penyelenggaraan umrah.
Dalam buku Manajemen Haji dan Umrah Modern karya Ahmad Sarwat dijelaskan bahwa digitalisasi layanan ibadah menjadi kebutuhan penting seiring meningkatnya jumlah jemaah internasional setiap tahun.
Pemanfaatan teknologi dinilai mampu meningkatkan akurasi data, mempercepat pelayanan, sekaligus mengurangi potensi kesalahan administrasi dalam pengelolaan perjalanan ibadah berskala besar.
Proses kerja sama antara agen luar negeri dan penyedia layanan di Arab Saudi kini dilakukan sepenuhnya lewat platform Masar Nusuk.
Dengan sistem tersebut, perusahaan umrah tidak lagi harus menjalani proses dokumen manual yang memakan waktu panjang.
Kontrak elektronik nantinya mencakup berbagai kebutuhan layanan jemaah, mulai dari:
Selain itu, sistem QR Code diterapkan untuk mempermudah verifikasi data kontrak sekaligus memperkuat keamanan administrasi.
Kebijakan tersebut juga diharapkan memudahkan pengawasan pemerintah Saudi terhadap seluruh aktivitas penyelenggaraan umrah internasional.
Dalam buku Digital Transformation in Islamic Tourism karya Maria Hassan dijelaskan bahwa penggunaan platform digital dalam layanan wisata religi membantu meningkatkan transparansi serta efisiensi operasional lintas negara.
Hal itu dinilai sangat penting terutama bagi negara tujuan ibadah dengan jumlah pengunjung yang sangat besar seperti Arab Saudi.
Baca juga: Jemaah Haji Diimbau Tak City Tour di Luar Makkah, Umrah Sunah Maksimal Tiga Kali
Peluncuran sistem kontrak digital dilakukan menjelang pembukaan musim pengajuan visa umrah 1448 H.
Kementerian Haji dan Umrah Saudi menyebut proses pengajuan dan pemrosesan visa umrah mulai dibuka pada 31 Mei 2026.
Sementara penerbitan izin pelaksanaan umrah melalui aplikasi Nusuk dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Juni 2026.
Jadwal tersebut menjadi penanda dimulainya persiapan musim umrah baru setelah berakhirnya musim haji 1447 H.
Bagi banyak negara Muslim, termasuk Indonesia, pembukaan visa umrah selalu menjadi perhatian besar karena berkaitan langsung dengan jadwal keberangkatan jemaah.
Dalam beberapa tahun terakhir, aplikasi Nusuk menjadi pusat integrasi berbagai layanan jemaah di Arab Saudi.
Melalui platform itu, jemaah dapat mengakses izin umrah, reservasi layanan, jadwal ibadah, hingga informasi perjalanan secara digital.
Menurut pemerintah Saudi, integrasi layanan melalui satu platform bertujuan memberikan pengalaman ibadah yang lebih praktis dan efisien.
Dalam buku Smart Tourism and Digital Religion karya Christopher Neal disebutkan bahwa digitalisasi layanan ibadah menjadi tren baru di banyak negara karena mampu meningkatkan aksesibilitas sekaligus pengalaman pengguna secara real time.
Arab Saudi menjadi salah satu negara yang paling aktif menerapkan konsep tersebut dalam sektor pelayanan ibadah internasional.
Baca juga: Doa Perjalanan Haji dan Umrah Lengkap, Ini Bacaan dari Berangkat hingga Tiba
Selain sistem kontrak digital, pemerintah Saudi juga memperluas layanan komunikasi langsung bagi jemaah internasional.
Kementerian Haji dan Umrah Saudi menyediakan nomor terpadu 1966 yang dapat diakses selama 24 jam penuh oleh jemaah dari berbagai negara.
Layanan call center tersebut disiapkan untuk menerima pertanyaan, laporan, hingga pengaduan jemaah terkait layanan haji dan umrah.
Menariknya, layanan itu tersedia dalam 11 bahasa berbeda agar memudahkan komunikasi jemaah internasional tanpa kendala bahasa.
Kebijakan tersebut dinilai sebagai bagian dari upaya Saudi meningkatkan kualitas pelayanan berbasis teknologi sekaligus memperkuat perlindungan dan kenyamanan jemaah.
Digitalisasi sektor haji dan umrah sebenarnya menjadi bagian penting dari program besar Vision 2030 Saudi Arabia yang dicanangkan pemerintah Arab Saudi.
Melalui program tersebut, Saudi berupaya meningkatkan kualitas layanan publik, memperkuat sektor pariwisata religi, serta mempermudah akses jutaan jemaah Muslim dari seluruh dunia.
Dalam beberapa tahun terakhir, Saudi juga memperluas penggunaan kecerdasan buatan, big data, dan layanan digital dalam pengelolaan Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan ibadah modern kini tidak lagi hanya bergantung pada sistem konvensional, tetapi juga memanfaatkan teknologi digital untuk menciptakan pelayanan yang lebih cepat, aman, dan efisien.
Bagi calon jemaah umrah, perubahan ini diperkirakan akan membuat proses administrasi perjalanan menjadi lebih praktis sekaligus transparan di masa mendatang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang