KOMPAS.com – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, kebutuhan hewan kurban mulai meningkat di berbagai daerah.
Salah satu hewan kurban yang paling banyak diminati masyarakat adalah sapi karena dapat diniatkan untuk tujuh orang sekaligus.
Selain dianggap lebih praktis untuk kurban kolektif, sapi juga menghasilkan daging dalam jumlah besar sehingga lebih banyak penerima manfaat yang bisa merasakannya.
Namun sebelum membeli sapi kurban, umat Islam perlu memahami bahwa ibadah kurban bukan sekadar memilih hewan terbesar atau termurah.
Baca juga: Sapi Kurban Milik Presiden Prabowo di Wonosobo Berbobot 1,1 Ton, Akan Dibagikan ke Warga Kaliwuluh
Ada syarat syariat yang harus dipenuhi agar kurban sah, mulai dari usia hewan, kondisi kesehatan, hingga kualitas fisiknya.
Di sisi lain, harga sapi kurban 2026 juga menjadi perhatian masyarakat karena mengalami variasi tergantung bobot, jenis sapi, hingga lokasi penjualan.
Oleh karena itu, penting memahami kisaran harga sekaligus mengetahui cara memilih sapi yang sehat dan layak kurban.
Lalu, berapa harga sapi kurban tahun ini? Apa saja syarat sah sapi untuk kurban? Dan bagaimana tips memilih hewan kurban yang baik menurut syariat Islam?
Dalam Islam, seekor sapi dapat dijadikan hewan kurban untuk tujuh orang. Ketentuan ini berdasarkan hadis riwayat Ibnu Abbas RA ketika para sahabat berkurban bersama Rasulullah SAW saat perjalanan.
Karena dapat dibagi untuk tujuh orang, sapi menjadi pilihan populer di masjid, kantor, komunitas, hingga keluarga besar yang ingin berkurban secara kolektif.
Selain itu, sapi memiliki nilai distribusi daging yang lebih luas dibanding kambing atau domba. Dalam kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, sistem patungan sapi dinilai membantu masyarakat tetap bisa menjalankan ibadah kurban.
Dalam buku Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa syariat kurban bukan hanya soal menyembelih hewan, tetapi juga menghidupkan semangat berbagi, kepedulian sosial, dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Baca juga: Bagaimana Pembagian Daging Kurban Sapi 7 Orang, Berapa Kg per Bagian?
Harga sapi kurban tahun 2026 bervariasi tergantung berat badan, jenis sapi, kondisi kesehatan, hingga biaya pemeliharaan.
Merujuk pada daftar harga hewan kurban di Masjid Istiqlal, berikut kisaran harga sapi kurban tahun ini:
Sapi 250 kg: Rp 25.000.000
(sekitar Rp 3.571.429 per orang)
Sapi 300 kg: Rp 28.000.000
(sekitar Rp 4.000.000 per orang)
Sapi 350 kg: Rp 31.000.000
(sekitar Rp 4.428.571 per orang)
Sapi 400 kg: Rp 33.000.000
(sekitar Rp 4.714.286 per orang)
Sapi 450 kg: Rp 36.500.000
(sekitar Rp 5.214.286 per orang)
Sapi 500 kg: Rp 40.000.000
(sekitar Rp 5.714.286 per orang)
Harga tersebut sudah termasuk biaya pemeliharaan dan pemotongan hewan.
Meski demikian, harga di setiap daerah bisa berbeda tergantung distribusi ternak, biaya transportasi, serta permintaan pasar menjelang Idul Adha.
Dalam buku Panduan Praktis Muslim karya Fahd Salem Bahammam dijelaskan bahwa sapi kurban harus memenuhi syarat tertentu agar ibadah kurban sah menurut syariat.
Sapi yang dijadikan kurban wajib sudah genap berusia dua tahun dan masuk tahun ketiga.
Hal ini menjadi syarat penting karena hewan yang belum cukup umur tidak sah dijadikan kurban.
Rasulullah SAW melarang umat Islam berkurban menggunakan hewan yang memiliki cacat jelas.
Dalam hadis riwayat An-Nasa’i dan At-Tirmidzi disebutkan ada empat hewan yang tidak layak dijadikan kurban:
Karena itu, kondisi fisik sapi harus benar-benar diperhatikan sebelum membeli.
Baca juga: Selain Mahal, Plastik Juga Mengandung Karsinogen! Ini 6 Alternatif Pengganti Wadah Daging Kurban
Memilih sapi kurban tidak cukup hanya melihat ukuran tubuhnya. Ada sejumlah tanda kesehatan hewan yang perlu diperhatikan agar kurban lebih berkualitas dan aman dikonsumsi.
Dalam buku Tuntunan Berkurban dan Menyembelih Hewan karya Ali Ghufron dijelaskan beberapa tips penting memilih sapi kurban.
Banyak masyarakat membeli sapi berdasarkan perkiraan jumlah daging yang dihasilkan.
Secara umum, seekor sapi menghasilkan karkas sekitar 49–57 persen dari bobot hidupnya.
Artinya, sapi berbobot 400 kilogram bisa menghasilkan karkas sekitar 196–228 kilogram.
Dari jumlah tersebut, sekitar 75 persen dapat menjadi daging tanpa tulang.
Karena itu, sapi 400 kilogram diperkirakan menghasilkan sekitar 147–170 kilogram daging bersih, belum termasuk jeroan dan bagian lainnya.
Perhitungan ini penting terutama bagi panitia kurban agar distribusi daging lebih merata.
Baca juga: Sapi Berbobot 900 Kg Milik Peternak Reban Batang Terpilih sebagai Hewan Kurban Presiden Prabowo
Dalam Islam, ibadah kurban bukan sekadar formalitas tahunan.
Kurban merupakan simbol ketakwaan dan bentuk pengorbanan terbaik kepada Allah SWT.
Allah berfirman dalam Surah Al-Hajj ayat 37 bahwa yang sampai kepada Allah bukanlah daging atau darah hewan kurban, melainkan ketakwaan manusia.
Oleh karena itu, memilih hewan kurban terbaik menjadi bagian dari adab dan kesungguhan dalam beribadah.
Dalam buku Ensiklopedi Fikih Indonesia: Haji & Kurban karya Ahmad Sarwat dijelaskan bahwa kualitas hewan kurban mencerminkan keseriusan seorang Muslim dalam menjalankan syariat sekaligus menghormati syiar Islam.
Beberapa tahun terakhir, pembelian hewan kurban juga mulai bergeser ke layanan digital.
Banyak lembaga, masjid, hingga platform kurban online menawarkan sistem pembelian sapi secara daring lengkap dengan laporan penyembelihan dan distribusi.
Meski praktis, masyarakat tetap diimbau memastikan lembaga penyalur kurban memiliki kredibilitas jelas dan hewan yang dijual memenuhi syariat.
Di tengah perkembangan layanan modern tersebut, esensi kurban tetap sama, menghadirkan kepedulian sosial, berbagi rezeki, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui pengorbanan yang terbaik.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang