Editor
KOMPAS.com - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menyapa jemaah haji Indonesia usai salat Subuh di kawasan Syiyah, Makkah, Arab Saudi, Kamis (21/5/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan layanan jemaah haji Indonesia di Makkah berjalan baik, dekat dengan kebutuhan jemaah, dan responsif terhadap kondisi di lapangan.
Dahnil mendatangi sejumlah hotel yang menjadi tempat menginap jemaah haji Indonesia di kawasan Syiyah.
Ia juga mengecek aktivitas pagi jemaah, mulai dari berbelanja di pasar kaget sekitar hotel, sarapan, hingga kondisi pemondokan dan menu konsumsi yang disiapkan bagi jemaah.
Baca juga: Jelang Puncak Haji, Bus Shalawat Jemaah Haji Indonesia Berhenti Sementara Mulai 22 Mei 2026
Dalam kunjungan ba’da Subuh itu, Dahnil berkeliling ke beberapa titik layanan untuk melihat langsung aktivitas jemaah haji Indonesia.
Ia mengatakan, pemantauan langsung diperlukan agar pemerintah dapat mengetahui kondisi riil pelayanan di hotel dan lingkungan sekitar pemondokan.
“Ba’da Subuh, saya berkeliling menyapa dan melihat aktivitas pagi jemaah haji Indonesia di hotel-hotel yang tersebar di daerah Syiyah. Mulai dari aktivitas belanja di pasar kaget, sarapan pagi, sekaligus mengecek menu dan kondisi hotel jemaah,” ujar Wamenhaj di Makkah.
Baca juga: Jelang Haji 2026, Arab Saudi Atur Jeda Adzan dan Iqamah Lebih Singkat
Menurut Dahnil, kehadiran pemerintah di titik layanan menjadi bagian dari upaya memastikan jemaah mendapatkan pelayanan yang layak dan nyaman selama berada di Tanah Suci.
Ia menegaskan, setiap masukan dari jemaah akan menjadi perhatian dalam penyempurnaan layanan haji.
“Kami ingin memastikan layanan betul-betul dirasakan jemaah. Mulai dari hotel, konsumsi, hingga suasana lingkungan sekitar pemondokan, semuanya harus terus dipantau agar jemaah dapat beribadah dengan tenang,” ungkapnya.
Dahnil mengaku senang dapat bertemu langsung dengan jemaah haji Indonesia dari berbagai daerah.
Dari pertemuan tersebut, ia melihat semangat ibadah jemaah tetap kuat selama menjalani rangkaian ibadah haji di Makkah.
“Gembira bisa menyapa para tamu Allah dari seantero Indonesia. Ada kegembiraan, keikhlasan, dan ketaatan kepada Allah SWT yang terlihat dari wajah-wajah beliau,” tuturnya.
Menurut Dahnil, kedekatan petugas dan pemerintah dengan jemaah penting agar kebutuhan di lapangan dapat diketahui lebih cepat.
Pemantauan langsung juga menjadi cara untuk memastikan layanan hotel, konsumsi, dan lingkungan pemondokan mendukung kelancaran ibadah jemaah.
Baca juga: Bagaimana jika Paspor Jemaah Haji Rusak di Tanah Suci? Ini Kata KJRI
Dahnil juga mengimbau jemaah haji Indonesia untuk menjaga kesehatan menjelang fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna.
Ia meminta jemaah mengatur aktivitas harian dan menghemat tenaga agar tetap bugar saat menjalani rangkaian ibadah puncak haji.
“Semoga seluruh jemaah haji Indonesia selalu sehat, diberi kemudahan dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah, dan menjadi haji yang mabrur,” ujar Dahnil.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang