Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wamenhaj Sapa Jemaah Haji Ba’da Subuh di Makkah, Cek Hotel hingga Menu Konsumsi

Kompas.com, 21 Mei 2026, 17:44 WIB
Add on Google
Khairina

Editor

KOMPAS.com - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menyapa jemaah haji Indonesia usai salat Subuh di kawasan Syiyah, Makkah, Arab Saudi, Kamis (21/5/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan layanan jemaah haji Indonesia di Makkah berjalan baik, dekat dengan kebutuhan jemaah, dan responsif terhadap kondisi di lapangan.

Dahnil mendatangi sejumlah hotel yang menjadi tempat menginap jemaah haji Indonesia di kawasan Syiyah.

Ia juga mengecek aktivitas pagi jemaah, mulai dari berbelanja di pasar kaget sekitar hotel, sarapan, hingga kondisi pemondokan dan menu konsumsi yang disiapkan bagi jemaah.

Baca juga: Jelang Puncak Haji, Bus Shalawat Jemaah Haji Indonesia Berhenti Sementara Mulai 22 Mei 2026

Cek aktivitas pagi jemaah haji

Dalam kunjungan ba’da Subuh itu, Dahnil berkeliling ke beberapa titik layanan untuk melihat langsung aktivitas jemaah haji Indonesia.

Ia mengatakan, pemantauan langsung diperlukan agar pemerintah dapat mengetahui kondisi riil pelayanan di hotel dan lingkungan sekitar pemondokan.

“Ba’da Subuh, saya berkeliling menyapa dan melihat aktivitas pagi jemaah haji Indonesia di hotel-hotel yang tersebar di daerah Syiyah. Mulai dari aktivitas belanja di pasar kaget, sarapan pagi, sekaligus mengecek menu dan kondisi hotel jemaah,” ujar Wamenhaj di Makkah.

Baca juga: Jelang Haji 2026, Arab Saudi Atur Jeda Adzan dan Iqamah Lebih Singkat

Menurut Dahnil, kehadiran pemerintah di titik layanan menjadi bagian dari upaya memastikan jemaah mendapatkan pelayanan yang layak dan nyaman selama berada di Tanah Suci.

Ia menegaskan, setiap masukan dari jemaah akan menjadi perhatian dalam penyempurnaan layanan haji.

“Kami ingin memastikan layanan betul-betul dirasakan jemaah. Mulai dari hotel, konsumsi, hingga suasana lingkungan sekitar pemondokan, semuanya harus terus dipantau agar jemaah dapat beribadah dengan tenang,” ungkapnya.

Pastikan layanan dekat dengan kebutuhan jemaah

Dahnil mengaku senang dapat bertemu langsung dengan jemaah haji Indonesia dari berbagai daerah.

Dari pertemuan tersebut, ia melihat semangat ibadah jemaah tetap kuat selama menjalani rangkaian ibadah haji di Makkah.

“Gembira bisa menyapa para tamu Allah dari seantero Indonesia. Ada kegembiraan, keikhlasan, dan ketaatan kepada Allah SWT yang terlihat dari wajah-wajah beliau,” tuturnya.

Menurut Dahnil, kedekatan petugas dan pemerintah dengan jemaah penting agar kebutuhan di lapangan dapat diketahui lebih cepat.

Pemantauan langsung juga menjadi cara untuk memastikan layanan hotel, konsumsi, dan lingkungan pemondokan mendukung kelancaran ibadah jemaah.

Baca juga: Bagaimana jika Paspor Jemaah Haji Rusak di Tanah Suci? Ini Kata KJRI

Jemaah diminta jaga kesehatan jelang Armuzna

Dahnil juga mengimbau jemaah haji Indonesia untuk menjaga kesehatan menjelang fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna.

Ia meminta jemaah mengatur aktivitas harian dan menghemat tenaga agar tetap bugar saat menjalani rangkaian ibadah puncak haji.

“Semoga seluruh jemaah haji Indonesia selalu sehat, diberi kemudahan dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah, dan menjadi haji yang mabrur,” ujar Dahnil.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Firdaus Ditemukan, Istri Ungkap Pesan Haru untuk Petugas di Tanah Suci
Firdaus Ditemukan, Istri Ungkap Pesan Haru untuk Petugas di Tanah Suci
Aktual
Wakapolri Berkoordinasi dengan Otoritas Saudi untuk Perkuat Perlindungan Jamaah Haji Indonesia
Wakapolri Berkoordinasi dengan Otoritas Saudi untuk Perkuat Perlindungan Jamaah Haji Indonesia
Aktual
Ketegaran Nafsiah Dampingi Suami Sejak Berangkat Haji Hingga Harus Dimakamkan di Makkah
Ketegaran Nafsiah Dampingi Suami Sejak Berangkat Haji Hingga Harus Dimakamkan di Makkah
Aktual
Baznas Kota Tangerang Buka Pelatihan Sekuriti Gratis untuk Mustahik
Baznas Kota Tangerang Buka Pelatihan Sekuriti Gratis untuk Mustahik
Aktual
MTQ Internasional di Masjid Istiqlal Diikuti Peserta dari 9 Negara dan 28 Provinsi
MTQ Internasional di Masjid Istiqlal Diikuti Peserta dari 9 Negara dan 28 Provinsi
Aktual
Seluruh Jemaah Haji Indonesia Tiba di Saudi, Kemenhaj Matangkan Layanan Armuzna
Seluruh Jemaah Haji Indonesia Tiba di Saudi, Kemenhaj Matangkan Layanan Armuzna
Aktual
Batas Waktu Potong Kuku dan Rambut Bukan Sesudah Shalat Idul Adha 2026, Lalu Kapan?
Batas Waktu Potong Kuku dan Rambut Bukan Sesudah Shalat Idul Adha 2026, Lalu Kapan?
Aktual
Arab Saudi Tangkap Pelaku Penipuan Haji Palsu dan Pendatang Tanpa Izin di Makkah
Arab Saudi Tangkap Pelaku Penipuan Haji Palsu dan Pendatang Tanpa Izin di Makkah
Aktual
Arab Saudi Perketat Pengamanan Haji 2026, Akses ke Makkah Diawasi Ketat
Arab Saudi Perketat Pengamanan Haji 2026, Akses ke Makkah Diawasi Ketat
Aktual
Daging Dam Jemaah Haji Indonesia akan Disalurkan untuk Palestina
Daging Dam Jemaah Haji Indonesia akan Disalurkan untuk Palestina
Aktual
DPR Minta Pemerintah Siapkan Skenario Darurat Jelang Puncak Haji Armuzna
DPR Minta Pemerintah Siapkan Skenario Darurat Jelang Puncak Haji Armuzna
Aktual
Modus Haji Ilegal 13 WNI Terbongkar di Kualanamu, Sempat Gagal Terbang di Soekarno-Hatta dan Batam
Modus Haji Ilegal 13 WNI Terbongkar di Kualanamu, Sempat Gagal Terbang di Soekarno-Hatta dan Batam
Aktual
Kepala BGN Dadan Hindayana Naik Haji Jalur Reguler, Antre 12 Tahun Tanpa Fasilitas Khusus
Kepala BGN Dadan Hindayana Naik Haji Jalur Reguler, Antre 12 Tahun Tanpa Fasilitas Khusus
Aktual
Keberangkatan Haji Nonprosedural 13 WNI Digagalkan Imigrasi Bali, Grup WhatsApp Jadi Bukti
Keberangkatan Haji Nonprosedural 13 WNI Digagalkan Imigrasi Bali, Grup WhatsApp Jadi Bukti
Aktual
Jemaah Haji JKG-27 Muhammad Firdaus Wafat, Dimakamkan di Makkah
Jemaah Haji JKG-27 Muhammad Firdaus Wafat, Dimakamkan di Makkah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com