Editor
KOMPAS.com - Wakil Menteri Agama sekaligus anggota Amirul Hajj 1447 Hijriah, Romo Muhammad Syafi'i, menyatakan gagasan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto membentuk Kementerian Haji dan Umrah terbukti membawa dampak nyata terhadap perbaikan tata kelola haji nasional.
Dalam keterangannya di Makkah, Arab Saudi, Minggu, Romo Syafi’i menyebut pembentukan kementerian khusus tersebut menjadi langkah strategis dan bersejarah karena baru pertama kali sejak Indonesia merdeka urusan haji ditangani lembaga yang lebih fokus, terintegrasi, dan responsif terhadap kebutuhan jamaah.
Ia mengatakan, di tingkat global hanya Indonesia dan Arab Saudi yang memiliki kementerian khusus yang menangani urusan haji.
Menurut Romo Syafi’i, transformasi kelembagaan itu memberi energi baru dalam penyelenggaraan ibadah haji 2026.
Baca juga: Usai Haji 2026, Arab Saudi Bongkar Tenda Mina dan Mulai Persiapan Besar untuk Musim Haji Berikutnya
Sejumlah pembenahan, kata dia, sudah terlihat sejak tahap persiapan di Indonesia, termasuk pengetatan syarat istitha’ah kesehatan yang menyebabkan 345 calon jamaah batal berangkat demi menjaga keselamatan mereka.
Di Arab Saudi, peningkatan layanan juga dinilai tampak pada sektor transportasi, akomodasi, konsumsi, hingga kesehatan.
Bus Shalawat disebut beroperasi selama 24 jam penuh, layanan hotel dinilai lebih tertata dan nyaman, sementara kualitas konsumsi jamaah disebut stabil dan baik.
Pada layanan kesehatan, pemerintah Indonesia memperkuat kerja sama dengan Saudi German Hospital dan memperluas layanan klinik satelit untuk mempercepat penanganan jamaah sakit.
Saat fase puncak haji, penataan tenda berbasis kloter di Arafah dan Mina juga dinilai lebih baik karena dilengkapi pendingin udara. Selain itu, disiapkan pula 18 unit mobil buggy untuk membantu jamaah lanjut usia dan jamaah yang mengalami kelelahan.
Romo Syafi’i menilai perbaikan juga terjadi pada manajemen layanan dan sistem antrean yang kini lebih tertib dan efisien.
Menurutnya, berbagai pembenahan tersebut bahkan mendapat apresiasi dari Pemerintah Arab Saudi.
Romo Syafi’i menegaskan seluruh capaian itu menunjukkan efektivitas gagasan Presiden Prabowo Subianto dalam membentuk Kementerian Haji dan Umrah sebagai bagian dari reformasi besar tata kelola haji Indonesia.
Meski demikian, ia mengakui masih ada sejumlah aspek yang perlu diperbaiki, terutama layanan di Mina.
“Ke depan saya yakin pelaksanaan haji akan semakin baik. Apa yang terjadi pada 2026 menjadi fondasi perbaikan besar berikutnya,” ujarnya.
Baca juga: Mahasiswi Ini Lantunkan Surat Al-Alaq saat Kelulusan di Universitas Harvard
Ia juga memberikan apresiasi kepada Menteri Haji dan Umrah RI Gus Irfan Yusuf Hasyim serta Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak atas kepemimpinan yang dinilai responsif dan dekat dengan jamaah.
“Keduanya menunjukkan energi luar biasa dan kehadiran langsung di lapangan, ini menjadi modal penting untuk peningkatan layanan haji Indonesia ke depan,” katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang