Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dua Jemaah Haji Bengkulu Masih Dirawat di RS Arab Saudi Jelang Kepulangan ke Tanah Air

Kompas.com, 1 Juni 2026, 18:19 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Dua jemaah haji asal Bengkulu masih menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi menjelang fase pemulangan jemaah ke Indonesia.

Kondisi tersebut menjadi perhatian petugas kesehatan haji yang terus memberikan pendampingan dan layanan medis pasca-puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Di sisi lain, ribuan layanan kesehatan telah diberikan kepada jemaah Bengkulu sejak awal operasional haji 2026.

Baca juga: Alami Tekanan Darah Tinggi, 2 Jemaah Haji Asal Lumajang Meninggal di Mekkah

Pemeriksaan kesehatan menyeluruh juga akan dilakukan menjelang kepulangan guna memastikan kondisi Jemaah tetap prima saat kembali ke Tanah Air.

Dua Jemaah Haji Bengkulu Masih Dirawat di RSAS

Dilansir dari Antara, Penanggung Jawab Program Kesehatan Haji Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu, Kurniawan Arianto Abdul Gani, mengatakan Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK) Provinsi Bengkulu tetap memberikan pelayanan kesehatan selama 24 jam kepada jemaah.

Baca juga: Kisah Haru Jemaah Haji Indonesia, Menangis di Arafah hingga Rindu Peluk Keluarga

"Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK) Provinsi Bengkulu tetap memberikan pelayanan kesehatan selama 24 jam guna memastikan kondisi kesehatan jemaah tetap terjaga hingga menjelang kepulangan ke Tanah Air,” kata Kurniawan di Bengkulu, Senin.

Ia menyebutkan dua jemaah yang masih menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi adalah Umi Kasnini Rasyid Dersai (63) asal Kota Bengkulu yang dirawat di RSAS Al Noor Makkah dan Mardiah Saiun Idris (84) asal Kabupaten Seluma yang dirawat di RSAS Makkah Medical Centre.

Sebanyak 1.344 Jemaah Haji Bengkulu Diberangkatkan

Berdasarkan rekapitulasi laporan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Kesehatan (Siskohatkes) dan laporan langsung TKHK Provinsi Bengkulu hingga 1 Juni 2026, jumlah jemaah haji asal Bengkulu yang telah diberangkatkan ke Arab Saudi mencapai 1.344 orang.

Dari jumlah tersebut, dua jemaah dilaporkan wafat di Tanah Suci selama penyelenggaraan ibadah haji berlangsung.

Layanan Kesehatan Haji Capai 4.253 Kasus

Kurniawan menjelaskan bahwa pelayanan kesehatan kepada jemaah terus berjalan secara intensif. Pada 1 Juni 2026 tercatat sebanyak 118 layanan kesehatan diberikan kepada jemaah.

Secara akumulatif, jumlah layanan kesehatan yang telah diberikan sejak operasional haji dimulai mencapai 4.253 layanan.

Selain pelayanan medis, petugas juga melakukan visitasi kepada jemaah prioritas risiko tinggi (risti). Pada hari yang sama, jumlah visitasi tercatat sebanyak 145 orang dengan total akumulasi 4.825 visitasi sejak awal musim haji.

ISPA dan Hipertensi Jadi Keluhan Terbanyak Jemaah

Berdasarkan laporan kesehatan jemaah, sejumlah penyakit masih mendominasi kasus yang ditangani petugas kesehatan.

Diagnosis yang paling banyak ditemukan meliputi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), hipertensi, diabetes melitus, faringitis, stomatitis, dan konjungtivitis.

Kondisi tersebut menjadi perhatian mengingat sebagian besar jemaah telah menyelesaikan rangkaian ibadah berat selama fase Armuzna yang berpotensi menurunkan daya tahan tubuh.

Jemaah Diminta Jaga Kesehatan Jelang Kepulangan

Kurniawan mengimbau seluruh jemaah haji Bengkulu untuk tetap menjaga kondisi kesehatan pasca-Armuzna dengan mengikuti arahan petugas kesehatan haji.

Ia meminta jemaah rutin mengonsumsi satu bungkus oralit setiap hari, minum air putih sebanyak 200 cc setiap jam, serta menggunakan alat pelindung diri ketika beraktivitas di luar hotel.

Selain itu, TKHK Provinsi Bengkulu akan melaksanakan ground check fase tiga berupa pemeriksaan kesehatan menyeluruh terhadap seluruh jemaah menjelang proses pemulangan ke Indonesia.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan jemaah berada dalam kondisi kesehatan yang memadai sehingga dapat mengikuti perjalanan pulang ke Tanah Air dengan aman dan nyaman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Timwas Haji DPR Usulkan Lembaga Resmi Badal Haji untuk Cegah Praktik Ilegal
Timwas Haji DPR Usulkan Lembaga Resmi Badal Haji untuk Cegah Praktik Ilegal
Aktual
Jemaah Haji Aceh Wafat di Tanah Suci Bertambah Jadi Enam Orang
Jemaah Haji Aceh Wafat di Tanah Suci Bertambah Jadi Enam Orang
Aktual
 Seorang Jemaah Haji Asal Bengkulu Wafat, Jenazah akan Dimakamkan di Makkah
Seorang Jemaah Haji Asal Bengkulu Wafat, Jenazah akan Dimakamkan di Makkah
Aktual
Dua Jemaah Haji Bengkulu Masih Dirawat di RS Arab Saudi Jelang Kepulangan ke Tanah Air
Dua Jemaah Haji Bengkulu Masih Dirawat di RS Arab Saudi Jelang Kepulangan ke Tanah Air
Aktual
Hati-hati Menasabkan Anak di Luar Nikah kepada Orang Tua Angkat demi Administrasi
Hati-hati Menasabkan Anak di Luar Nikah kepada Orang Tua Angkat demi Administrasi
Aktual
Hukum Menikahi Wanita Hamil Menurut 4 Mazhab, Begini Pendapat Ulama
Hukum Menikahi Wanita Hamil Menurut 4 Mazhab, Begini Pendapat Ulama
Aktual
Hukum Menikah dalam Keadaan Hamil dalam Islam, Sah atau Tidak? Ini Penjelasannya
Hukum Menikah dalam Keadaan Hamil dalam Islam, Sah atau Tidak? Ini Penjelasannya
Aktual
Kisah Haru Jemaah Haji Indonesia, Menangis di Arafah hingga Rindu Peluk Keluarga
Kisah Haru Jemaah Haji Indonesia, Menangis di Arafah hingga Rindu Peluk Keluarga
Aktual
Kabar Duka, Sesepuh Ponpes Buntet KH Adib Rofiuddin Izza Wafat
Kabar Duka, Sesepuh Ponpes Buntet KH Adib Rofiuddin Izza Wafat
Aktual
Romo Syafi’i: Gagasan Prabowo Bentuk Kemenhaj Terbukti Bikin Layanan Haji 2026 Lebih Baik
Romo Syafi’i: Gagasan Prabowo Bentuk Kemenhaj Terbukti Bikin Layanan Haji 2026 Lebih Baik
Aktual
Usai Haji 2026, Arab Saudi Bongkar Tenda Mina dan Mulai Persiapan Besar untuk Musim Haji Berikutnya
Usai Haji 2026, Arab Saudi Bongkar Tenda Mina dan Mulai Persiapan Besar untuk Musim Haji Berikutnya
Aktual
Mahasiswi Ini Lantunkan Surat Al-Alaq saat Kelulusan di Universitas Harvard
Mahasiswi Ini Lantunkan Surat Al-Alaq saat Kelulusan di Universitas Harvard
Aktual
Ketua Timwas Haji DPR: KBIHU Bukan Kompetitor Kementerian Haji
Ketua Timwas Haji DPR: KBIHU Bukan Kompetitor Kementerian Haji
Aktual
Kopernya Tidak Cukup, Jemaah Haji Ini Nekat Kalungkan Boneka Unta demi Cucu
Kopernya Tidak Cukup, Jemaah Haji Ini Nekat Kalungkan Boneka Unta demi Cucu
Aktual
Pemulangan Jemaah Haji Indonesia Dimulai 1 Juni 2026, 17 Kloter Siap Kembali ke Tanah Air
Pemulangan Jemaah Haji Indonesia Dimulai 1 Juni 2026, 17 Kloter Siap Kembali ke Tanah Air
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com