Editor
KOMPAS.com - Dua jemaah haji asal Bengkulu masih menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi menjelang fase pemulangan jemaah ke Indonesia.
Kondisi tersebut menjadi perhatian petugas kesehatan haji yang terus memberikan pendampingan dan layanan medis pasca-puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Di sisi lain, ribuan layanan kesehatan telah diberikan kepada jemaah Bengkulu sejak awal operasional haji 2026.
Baca juga: Alami Tekanan Darah Tinggi, 2 Jemaah Haji Asal Lumajang Meninggal di Mekkah
Pemeriksaan kesehatan menyeluruh juga akan dilakukan menjelang kepulangan guna memastikan kondisi Jemaah tetap prima saat kembali ke Tanah Air.
Dilansir dari Antara, Penanggung Jawab Program Kesehatan Haji Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu, Kurniawan Arianto Abdul Gani, mengatakan Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK) Provinsi Bengkulu tetap memberikan pelayanan kesehatan selama 24 jam kepada jemaah.
Baca juga: Kisah Haru Jemaah Haji Indonesia, Menangis di Arafah hingga Rindu Peluk Keluarga
"Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK) Provinsi Bengkulu tetap memberikan pelayanan kesehatan selama 24 jam guna memastikan kondisi kesehatan jemaah tetap terjaga hingga menjelang kepulangan ke Tanah Air,” kata Kurniawan di Bengkulu, Senin.
Ia menyebutkan dua jemaah yang masih menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi adalah Umi Kasnini Rasyid Dersai (63) asal Kota Bengkulu yang dirawat di RSAS Al Noor Makkah dan Mardiah Saiun Idris (84) asal Kabupaten Seluma yang dirawat di RSAS Makkah Medical Centre.
Berdasarkan rekapitulasi laporan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Kesehatan (Siskohatkes) dan laporan langsung TKHK Provinsi Bengkulu hingga 1 Juni 2026, jumlah jemaah haji asal Bengkulu yang telah diberangkatkan ke Arab Saudi mencapai 1.344 orang.
Dari jumlah tersebut, dua jemaah dilaporkan wafat di Tanah Suci selama penyelenggaraan ibadah haji berlangsung.
Kurniawan menjelaskan bahwa pelayanan kesehatan kepada jemaah terus berjalan secara intensif. Pada 1 Juni 2026 tercatat sebanyak 118 layanan kesehatan diberikan kepada jemaah.
Secara akumulatif, jumlah layanan kesehatan yang telah diberikan sejak operasional haji dimulai mencapai 4.253 layanan.
Selain pelayanan medis, petugas juga melakukan visitasi kepada jemaah prioritas risiko tinggi (risti). Pada hari yang sama, jumlah visitasi tercatat sebanyak 145 orang dengan total akumulasi 4.825 visitasi sejak awal musim haji.
Berdasarkan laporan kesehatan jemaah, sejumlah penyakit masih mendominasi kasus yang ditangani petugas kesehatan.
Diagnosis yang paling banyak ditemukan meliputi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), hipertensi, diabetes melitus, faringitis, stomatitis, dan konjungtivitis.
Kondisi tersebut menjadi perhatian mengingat sebagian besar jemaah telah menyelesaikan rangkaian ibadah berat selama fase Armuzna yang berpotensi menurunkan daya tahan tubuh.
Kurniawan mengimbau seluruh jemaah haji Bengkulu untuk tetap menjaga kondisi kesehatan pasca-Armuzna dengan mengikuti arahan petugas kesehatan haji.
Ia meminta jemaah rutin mengonsumsi satu bungkus oralit setiap hari, minum air putih sebanyak 200 cc setiap jam, serta menggunakan alat pelindung diri ketika beraktivitas di luar hotel.
Selain itu, TKHK Provinsi Bengkulu akan melaksanakan ground check fase tiga berupa pemeriksaan kesehatan menyeluruh terhadap seluruh jemaah menjelang proses pemulangan ke Indonesia.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan jemaah berada dalam kondisi kesehatan yang memadai sehingga dapat mengikuti perjalanan pulang ke Tanah Air dengan aman dan nyaman.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang