Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bolehkah Menikahi Perempuan yang Hamil di Luar Nikah? Ini Penjelasan Muhammadiyah

Kompas.com, 9 Juni 2026, 14:23 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Hukum menikahi perempuan yang hamil di luar nikah masih menjadi pertanyaan yang kerap muncul di tengah masyarakat.

Anggota Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Rohmansyah, menjelaskan bahwa persoalan tersebut perlu dipahami secara utuh berdasarkan hukum Islam sekaligus regulasi yang berlaku di Indonesia.

Penjelasan itu disampaikan Rohmansyah dalam podcast Harmoni Keluarga yang disiarkan pada Jumat (5/6/2026).

Menurut dia, kasus kehamilan di luar nikah cukup banyak terjadi sehingga memerlukan penyelesaian yang bijaksana dan tidak sekadar berangkat dari pertimbangan sosial.

“Kasus ini memang banyak terjadi di masyarakat sehingga perlu dipahami secara hati-hati agar solusi yang diberikan tidak menimbulkan persoalan baru,” ujarnya dikutip dari Muhammadiyah.or.id.

Baca juga: Doa Setelah Akad Nikah untuk Pengantin Baru, Arab, Latin, dan Artinya

Rohmansyah mengatakan, dalam khazanah fikih terdapat perbedaan pendapat ulama mengenai hukum menikahi perempuan yang sedang hamil akibat zina.

Sebagian ulama berpendapat perempuan tersebut baru dapat dinikahkan setelah melahirkan. Namun, ada pula pandangan yang membolehkan akad nikah dilakukan sebelum anak lahir.

Menurut dia, perbedaan pandangan tersebut menunjukkan adanya keragaman ijtihad dalam Islam untuk merespons persoalan yang terjadi di masyarakat.

Dalam konteks Indonesia, Rohmansyah menjelaskan bahwa Kompilasi Hukum Islam (KHI) memperbolehkan perempuan yang hamil di luar nikah menikah dengan laki-laki yang menghamilinya tanpa harus menunggu proses kelahiran.

Ketentuan tersebut berbeda dengan sebagian pendapat ulama klasik yang mensyaratkan perempuan melahirkan terlebih dahulu sebelum akad nikah dilangsungkan.

Sementara itu, pandangan Majelis Tarjih Muhammadiyah sebagaimana termuat dalam Tanya Jawab Agama menyebutkan bahwa perempuan yang hamil di luar nikah dapat dinikahkan baik dengan laki-laki yang menghamilinya maupun dengan laki-laki lain yang bersedia menikahinya.

Rohmansyah menilai pandangan tersebut menunjukkan adanya pendekatan yang mempertimbangkan kemaslahatan dan penyelesaian masalah secara lebih luas tanpa mengabaikan prinsip-prinsip syariat.

Status Anak dan Tanggung Jawab Ayah Biologis

Selain membahas hukum pernikahan, Rohmansyah juga menyoroti persoalan yang sering muncul setelahnya, yakni mengenai status nasab anak dan tanggung jawab ayah biologis.

Ia menegaskan bahwa anak yang lahir dari kehamilan di luar nikah tidak menanggung dosa atas perbuatan orang tuanya.

“Anak tidak berdosa. Yang memiliki kesalahan adalah orang tuanya. Karena itu, hak-hak anak tetap harus dipenuhi dan dilindungi,” katanya.

Menurut Rohmansyah, dalam pembahasan fikih terdapat ketentuan terkait hubungan nasab anak yang dikaitkan dengan usia kehamilan dan waktu berlangsungnya pernikahan. Meski demikian, persoalan nasab tidak menghapus tanggung jawab ayah biologis terhadap anak yang dilahirkan.

Ia menegaskan, ayah biologis tetap berkewajiban memenuhi kebutuhan hidup anak, mulai dari nafkah, pendidikan, sandang, pangan, hingga tempat tinggal.

“Kewajiban tersebut tidak boleh diabaikan hanya karena adanya persoalan hukum terkait nasab,” ujarnya.

Pentingnya Pencegahan Sejak Dini

Lebih lanjut, Rohmansyah mengingatkan bahwa fenomena kehamilan di luar nikah harus menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk memperkuat pendidikan agama, pengawasan keluarga, dan pembinaan moral generasi muda.

Baca juga: Hati-hati Menasabkan Anak di Luar Nikah kepada Orang Tua Angkat demi Administrasi

Menurut dia, langkah pencegahan yang dilakukan sejak dini akan membantu mengurangi terjadinya kasus serupa di masa mendatang.

Menutup perbincangan, Rohmansyah mengajak masyarakat untuk menyikapi persoalan kehamilan di luar nikah secara bijaksana, mengedepankan penyelesaian yang sesuai syariat, serta tetap memperhatikan masa depan dan hak-hak anak yang lahir dari kondisi tersebut.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Krisis Air Saat Kemarau, Bolehkah Warga Mengambil Air dari Masjid?
Krisis Air Saat Kemarau, Bolehkah Warga Mengambil Air dari Masjid?
Aktual
Google Maps dan Ikhtiar Warga Fakfak Memperluas Pasar
Google Maps dan Ikhtiar Warga Fakfak Memperluas Pasar
Aktual
Ketika Dakwah di Singkut Dimulai dengan Menemani Anak Belajar Membaca
Ketika Dakwah di Singkut Dimulai dengan Menemani Anak Belajar Membaca
Aktual
Polemik Buku “Islam ala Prabowo”, Bagaimana Hukum Mencantumkan Nama Tokoh Tanpa Izin?
Polemik Buku “Islam ala Prabowo”, Bagaimana Hukum Mencantumkan Nama Tokoh Tanpa Izin?
Aktual
Bolehkah Petugas Damkar Menjamak dan Mengqashar Sholat Saat Bertugas?
Bolehkah Petugas Damkar Menjamak dan Mengqashar Sholat Saat Bertugas?
Aktual
Muhammadiyah: Tafsir Al-Ma'un Menolak Korupsi yang Dirancang Sistem
Muhammadiyah: Tafsir Al-Ma'un Menolak Korupsi yang Dirancang Sistem
Aktual
Mulai 2027, MTQ Nasional Digelar Setiap Tahun, STQ Ditiadakan
Mulai 2027, MTQ Nasional Digelar Setiap Tahun, STQ Ditiadakan
Aktual
3 Filosofi Daun Kelor dalam Logo Milad Ke-114 Muhammadiyah
3 Filosofi Daun Kelor dalam Logo Milad Ke-114 Muhammadiyah
Aktual
Potensi Karya Santri Besar, Bagaimana Menjangkau Pembaca Lebih Luas?
Potensi Karya Santri Besar, Bagaimana Menjangkau Pembaca Lebih Luas?
Aktual
Sejarah MTQ di Indonesia, Bermula dari Majelis Qari di Masjid Sunan Ampel
Sejarah MTQ di Indonesia, Bermula dari Majelis Qari di Masjid Sunan Ampel
Aktual
Saudi dan 7 Negara Muslim Sambut Larangan Inggris Impor Produk dari Permukiman Israel
Saudi dan 7 Negara Muslim Sambut Larangan Inggris Impor Produk dari Permukiman Israel
Aktual
Rabiul Akhir dalam Kalender Hijriah: Sejarah dan Peristiwa Pentingnya
Rabiul Akhir dalam Kalender Hijriah: Sejarah dan Peristiwa Pentingnya
Aktual
Berdoa dengan Bahasa Arab, Apakah Benar Lebih Utama? Ini Penjelasan Majelis Tarjih Muhammadiyah
Berdoa dengan Bahasa Arab, Apakah Benar Lebih Utama? Ini Penjelasan Majelis Tarjih Muhammadiyah
Aktual
Bolehkah Memegang Al-Qur’an Tanpa Wudhu? Ini Penjelasan Majelis Tarjih Muhammadiyah
Bolehkah Memegang Al-Qur’an Tanpa Wudhu? Ini Penjelasan Majelis Tarjih Muhammadiyah
Aktual
Malam Ini, 198.000 Warga Akan Nyanyikan Mars MTQ untuk Pecahkan Rekor MURI
Malam Ini, 198.000 Warga Akan Nyanyikan Mars MTQ untuk Pecahkan Rekor MURI
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar