Editor
KOMPAS.com - Tahun Baru Islam 1448 Hijriah menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk melakukan refleksi diri sekaligus memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat.
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar mengajak umat Islam menjadikan pergantian tahun Hijriah sebagai sarana mempererat persaudaraan, memperluas kasih sayang, dan membangun harmoni dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, makna hijrah tidak hanya berkaitan dengan perpindahan fisik sebagaimana yang terjadi dalam sejarah Islam, tetapi juga perubahan menuju pribadi yang lebih baik.
Baca juga: Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Pemko Langsa Gelar Pasar Murah dari 9-12 Juni 2026
Karena itu, semangat hijrah perlu diwujudkan melalui sikap saling peduli, saling menghormati, dan memperkuat rasa cinta kepada sesama manusia.
Nasaruddin menegaskan bahwa ukuran keberagamaan seseorang dapat tercermin dari sikap dan kepeduliannya terhadap orang lain.
Baca juga: Siap-siap Long Weekend, Ini Jadwal Libur Tahun Baru Islam 1448 H
"Kalau kita mau mengukur apakah kita beragama atau tidak, lihatlah seberapa besar rasa cinta kita terhadap sesama," ujarnya.
Menurut dia, semangat hijrah yang sesungguhnya adalah proses perubahan menuju kualitas hidup yang lebih baik, baik dalam hubungan dengan Allah SWT maupun dalam interaksi sosial.
Karena itu, momentum Tahun Baru Hijriah dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki diri sekaligus meningkatkan kontribusi positif kepada lingkungan sekitar.
Nasaruddin menjelaskan bahwa inti ajaran agama pada dasarnya adalah kasih sayang.
Dalam Islam, nilai tersebut tercermin melalui sifat Allah SWT, Ar-Rahman dan Ar-Rahim, yang menjadi fondasi hubungan manusia dengan Tuhan serta sesama manusia.
Menurutnya, nilai kasih sayang harus menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat agar agama mampu menghadirkan ketenteraman, kedamaian, dan kebahagiaan bersama.
Menag juga mengingatkan agar agama tidak digunakan sebagai alat untuk menyebarkan kebencian maupun menciptakan perpecahan di tengah masyarakat.
Sebaliknya, agama harus menjadi sumber energi positif yang memperkuat persatuan dan membangun kehidupan yang harmonis.
"Kalau ada orang berbicara tentang agama tetapi mengumbar kebencian, maka sesungguhnya ia sedang menjauh dari substansi ajaran agama itu sendiri," katanya.
Menurut Nasaruddin, semangat Tahun Baru Hijriah 1448 H seharusnya menjadi pengingat bagi umat Islam untuk terus menebarkan kasih sayang, memperkuat persaudaraan, dan menghadirkan kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat.
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul “Menag Nasaruddin Umar Ajak Umat Islam Tebarkan Kasih Sayang di Momen Tahun Baru Hijriah 1448 H”.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang