Penulis
KOMPAS.com – Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 yang akan digelar di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Mojo, Kediri, diperkirakan dihadiri lebih dari 500 peserta dan peninjau dari berbagai daerah di Indonesia.
Ketua Organizing Committee (OC) Munas dan Konbes NU 2026, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengatakan jumlah peserta resmi mencapai lebih dari 300 orang. Jika ditambah peninjau, total kehadiran diperkirakan melampaui 500 orang.
“Iya, insyaallah dihadiri lebih dari 300 peserta. Dengan peninjau, jumlah keseluruhannya diperkirakan lebih dari 500 orang,” kata Gus Ipul dilansir dari NU Online dan dikonfirmasi ulang Kompas.com, Kamis (10/6/2026).
Baca juga: Nahnu NU: Dari Ego Sektoral Menuju Harmoni Kolektif
Menurutnya, panitia terus mematangkan berbagai kebutuhan teknis menjelang pelaksanaan forum permusyawaratan tertinggi di lingkungan jam’iyah NU tersebut. Persiapan meliputi akomodasi, transportasi, konsumsi, hingga pengamanan peserta.
“Jadi ini memerlukan koordinasi yang baik,” ujarnya.
Gus Ipul menyampaikan apresiasi kepada Pondok Pesantren Al-Falah Ploso yang dinilai telah melakukan persiapan secara matang sehingga memudahkan koordinasi dengan panitia pusat.
“Kami berterima kasih kepada Pesantren Al-Falah Ploso yang telah melakukan persiapan cukup matang sehingga kami di PBNU lebih mudah untuk melakukan koordinasi,” katanya.
Selain aspek teknis, faktor keamanan menjadi perhatian khusus panitia. Hal itu mengingat peserta Munas dan Konbes terdiri atas para ulama serta pengurus PWNU dari berbagai wilayah, sementara lokasi penginapan dan arena persidangan tidak berada dalam satu kawasan.
“Tentu di samping hal-hal yang kami sebutkan tadi, yang juga penting adalah soal keamanan karena pesertanya terdiri dari para ulama dan PWNU, sementara ada jarak antara lokasi akomodasi dan tempat permusyawaratan,” ujarnya.
Gus Ipul menegaskan bahwa pelaksanaan Munas dan Konbes merupakan tahapan penting menuju Muktamar NU 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang.
“Prinsipnya, sesuai keputusan PBNU, kita melaksanakan Munas dan Konbes menuju Muktamar pada bulan Agustus yang akan datang,” katanya.
Karena itu, ia mengajak seluruh PCNU dan PWNU untuk mempersiapkan diri secara optimal agar forum tersebut menghasilkan keputusan-keputusan strategis bagi masa depan organisasi.
“Kami mengajak seluruh cabang dan wilayah berfokus mempersiapkan diri agar permusyawaratan sebagai forum tertinggi di jam’iyah NU bisa menghasilkan keputusan berkualitas yang mampu menggerakkan jam’iyah ini untuk berperan pada abad keduanya,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang terus melakukan koordinasi dan sinkronisasi menjelang pelaksanaan Munas dan Konbes yang tinggal sekitar 10 hari lagi.
Sementara itu, Koordinator Keamanan Munas-Konbes NU 2026, Addin Jauharuddin, mengatakan pihaknya telah menggelar sejumlah rapat internal guna memastikan pengamanan berjalan maksimal.
Baca juga: Munas dan Konbes NU 2026 Digelar 20-21 Juni di Pesantren Al-Falah Ploso
Personel pengamanan akan melibatkan unsur Barisan Ansor Serbaguna, Pagar Nusa, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama, Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama, serta Garda Fatayat.
“Pada prinsipnya kami sudah melakukan rapat internal beberapa kali. Seluruh tim yang diperbantukan dari Banser, Pagar Nusa, Satgas IPNU-IPPNU, dan Garda Fatayat sudah siap membantu melancarkan agenda Munas dan Konbes ini,” ujarnya dilansir dari NU Online.
Addin menegaskan seluruh unsur pengamanan akan bekerja dalam satu komando demi memastikan Munas dan Konbes NU 2026 berlangsung aman, tertib, dan tanpa gangguan.
“Prinsipnya satu komando, siap melancarkan dan memastikan tidak ada gangguan apa pun di lapangan selama acara berlangsung,” pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang