Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemulangan Haji Gelombang II dari Madinah Dimulai, 99.497 Orang Tiba di Indonesia

Kompas.com, 16 Juni 2026, 21:05 WIB
Khairina

Editor

KOMPAS.com - Kementerian Haji dan Umrah RI memastikan proses pemulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi terus berjalan lancar, aman, dan terkendali.

Memasuki hari ke-57 operasional haji dan hari ke-15 fase pemulangan, layanan kepulangan jemaah kini memasuki babak baru.

Kemenhaj menyebut penerbangan perdana jemaah haji gelombang II dari Madinah menuju Indonesia mulai berlangsung pada Selasa (16/6/2026).

Pemulangan ini dilakukan setelah fase penerbangan jemaah gelombang I dari Jeddah berakhir dan layanan difokuskan kepada jemaah yang berada di Madinah.

Baca juga: Pemulangan Haji Gelombang I Berakhir, 95.178 Jemaah Diterbangkan

102.433 orang diterbangkan ke Indonesia

Hingga Selasa (16/6/2026), sebanyak 261 kelompok terbang atau kloter telah diberangkatkan dari Arab Saudi melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah.

Jumlah tersebut terdiri atas 101.391 jemaah dan 1.042 petugas.

Dengan demikian, total jemaah dan petugas yang telah diterbangkan menuju Indonesia mencapai 102.433 orang.

Kemenhaj memastikan layanan pemulangan terus berjalan secara bertahap hingga seluruh jemaah kembali ke Tanah Air.

99.497 orang telah tiba di Tanah Air

Sementara itu, sebanyak 253 kloter telah tiba di Indonesia.

Jumlah tersebut mencakup 98.487 jemaah dan 1.010 petugas.

Total kedatangan jemaah dan petugas haji Indonesia di berbagai embarkasi mencapai 99.497 orang.

Adapun jemaah haji khusus yang telah kembali ke Indonesia sampai saat ini berjumlah 15.802 orang.

Jumlah tersebut terdiri atas 15.066 jemaah dan 736 petugas.

60.870 orang tiba di Madinah

Pergerakan jemaah haji gelombang II dari Makkah menuju Madinah juga terus berlangsung.

Hingga Selasa, sebanyak 157 kloter telah diberangkatkan dari Makkah menuju Madinah.

Jumlah tersebut terdiri atas 60.242 jemaah dan 628 petugas.

Dengan demikian, total jemaah dan petugas yang telah tiba di Madinah mencapai 60.870 orang.

Baca juga: Mengenal Dua Skema Tanazul Saat Kepulangan Jemaah Haji Indonesia

Fase baru pemulangan dari Madinah

Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff mengatakan, dimulainya penerbangan gelombang II dari Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah menjadi tonggak penting dalam fase pemulangan jemaah tahun ini.

“Hari ini menjadi penanda dimulainya fase kepulangan jemaah Gelombang II dari Madinah menuju Indonesia. Kami memastikan seluruh jemaah dapat kembali ke tanah air dengan aman, nyaman, dan sehat,” ujar Maria.

Menurut Maria, Kemenhaj bersama seluruh petugas haji di Daerah Kerja Madinah terus mengoptimalkan layanan bagi jemaah.

Layanan tersebut mencakup akomodasi, transportasi, konsumsi, kesehatan, hingga layanan bandara.

Kemenhaj memastikan seluruh layanan disiapkan agar proses kepulangan berjalan lancar hingga kloter terakhir.

Jemaah diminta jaga paspor

Kemenhaj mengimbau seluruh jemaah yang berada di Madinah memberikan perhatian khusus terhadap dokumen perjalanan, terutama paspor.

Jemaah diminta memastikan paspor tersimpan aman dan mudah diakses selama proses kepulangan.

“Paspor merupakan dokumen utama yang harus dijaga hingga jemaah tiba kembali di Indonesia. Kami mengimbau seluruh jemaah untuk memastikan dokumen perjalanan tersimpan dengan baik dan tidak tertinggal,” katanya.

Selain itu, jemaah diingatkan untuk menjaga kondisi kesehatan menjelang keberangkatan.

Jemaah diminta cukup beristirahat, mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak minum air putih, dan menghindari aktivitas yang dapat menyebabkan kelelahan berlebihan.

Air zamzam tidak boleh masuk koper

Kemenhaj kembali mengingatkan seluruh jemaah agar tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun koper kabin.

Air zamzam akan dibagikan kepada jemaah di Tanah Air sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.

“Kepatuhan terhadap ketentuan ini akan membantu memperlancar proses pemeriksaan keamanan penerbangan, menghindari pembongkaran bagasi, serta mempercepat proses keberangkatan di bandara,” jelas Maria.

Baca juga: Wamenhaj Takziah ke Rumah Duka Istri Petugas Haji, Sampaikan Duka dan Penghormatan

Kemenhaj ajak jaga kepedulian

Di tengah proses kepulangan, Kemenhaj mengajak seluruh jemaah menjaga semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama.

Perhatian tersebut terutama ditujukan kepada jemaah lanjut usia, jemaah berkebutuhan khusus, dan jemaah yang membutuhkan pendampingan selama perjalanan pulang.

Menurut Maria, nilai persaudaraan yang terbangun selama ibadah haji menjadi bagian penting dari warisan spiritual yang perlu dijaga hingga kembali ke Tanah Air.

“Atas nama Kemenhaj, kami juga mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Islam, khususnya jemaah haji Indonesia. Semoga momentum tahun baru ini menjadi pengingat bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan ritual, tetapi juga perjalanan transformasi diri menuju pribadi yang lebih baik dan lebih bermanfaat bagi sesama,” ujarnya.

Kemabruran haji diwujudkan dalam kehidupan

Maria menambahkan, kemabruran haji perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut dia, nilai itu dapat ditunjukkan melalui akhlak yang baik, kepedulian sosial, semangat persaudaraan, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Inilah makna Sukses Peradaban dan Keadaban yang menjadi bagian dari Tri Sukses Kementerian Haji. Ketika nilai-nilai haji tidak berhenti di Tanah Suci, tetapi terus hidup dalam tindakan nyata yang membawa manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa,” pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kiswah Baru Ka'bah Resmi Dipasang di Momen Tahun Baru Hijriah 1448 H
Kiswah Baru Ka'bah Resmi Dipasang di Momen Tahun Baru Hijriah 1448 H
Aktual
Pemulangan Haji Gelombang II dari Madinah Dimulai, 99.497 Orang Tiba di Indonesia
Pemulangan Haji Gelombang II dari Madinah Dimulai, 99.497 Orang Tiba di Indonesia
Aktual
PBNU: Syiar Islam Perlu Dekat dengan Masyarakat Lewat Kegiatan Positif dan Menggembirakan
PBNU: Syiar Islam Perlu Dekat dengan Masyarakat Lewat Kegiatan Positif dan Menggembirakan
Aktual
Seskab Teddy Ajak Umat Gunakan Momen Tahun Baru Islam 1448 H untuk Muhasabah Diri
Seskab Teddy Ajak Umat Gunakan Momen Tahun Baru Islam 1448 H untuk Muhasabah Diri
Aktual
Jawa Tengah Jadi Provinsi dengan Sertifikasi Tanah Wakaf Tertinggi di Indonesia
Jawa Tengah Jadi Provinsi dengan Sertifikasi Tanah Wakaf Tertinggi di Indonesia
Aktual
Jusuf Kalla: Masjid Harus Makmurkan Jamaah dan Jadi Pusat Peradaban Umat
Jusuf Kalla: Masjid Harus Makmurkan Jamaah dan Jadi Pusat Peradaban Umat
Aktual
Jemaah Haji Diminta Isolasi Mandiri 14 Hari Setelah Pulang, PPIH Ingatkan Risiko Kesehatan
Jemaah Haji Diminta Isolasi Mandiri 14 Hari Setelah Pulang, PPIH Ingatkan Risiko Kesehatan
Aktual
Bahaya Dampak El Nino, Ini Doa Rasulullah Saat Kemarau Panjang
Bahaya Dampak El Nino, Ini Doa Rasulullah Saat Kemarau Panjang
Doa dan Niat
Liga Muslim Dunia Luncurkan Program Pembelajaran Bahasa Arab untuk Hafiz Al-Quran di Asia Tenggara
Liga Muslim Dunia Luncurkan Program Pembelajaran Bahasa Arab untuk Hafiz Al-Quran di Asia Tenggara
Aktual
Doa Saat Terjadi Gempa dan Memohon Kesabaran ketika Tertimpa Musibah, Arab, Latin & Arti
Doa Saat Terjadi Gempa dan Memohon Kesabaran ketika Tertimpa Musibah, Arab, Latin & Arti
Aktual
Mengintip Persiapan Tradisi Penggantian Kiswah Baru Ka'bah Jelang Tahun Baru Islam 1448 H
Mengintip Persiapan Tradisi Penggantian Kiswah Baru Ka'bah Jelang Tahun Baru Islam 1448 H
Aktual
PBNU Tetapkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada 17 Juni 2026, Ini Alasannya
PBNU Tetapkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada 17 Juni 2026, Ini Alasannya
Aktual
Sahabat Tuli Kini Punya Kosa Isyarat Keislaman, Kemenag Luncurkan KOSMIN
Sahabat Tuli Kini Punya Kosa Isyarat Keislaman, Kemenag Luncurkan KOSMIN
Aktual
Tahun Baru Hijriah 1448 H: Momentum Moralitas dan Kebangkitan Nilai
Tahun Baru Hijriah 1448 H: Momentum Moralitas dan Kebangkitan Nilai
Aktual
Jadwal Puasa Muharram 2026 Lengkap: Tasua, Asyura, Ayyamul Bidh, dan Senin-Kamis
Jadwal Puasa Muharram 2026 Lengkap: Tasua, Asyura, Ayyamul Bidh, dan Senin-Kamis
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com