Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gubernur Sulsel Bagi-bagi Uang Tunai ke Jamaah Haji Beruntung saat Penyambutan di Makassar

Kompas.com, 17 Juni 2026, 08:52 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Suasana penyambutan jamaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 21 Debarkasi Makassar berlangsung meriah.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman yang hadir langsung menyambut kepulangan para tamu Allah itu membagikan hadiah uang tunai kepada sejumlah jamaah yang berhasil menjawab pertanyaannya.

Momen tersebut terjadi di sela-sela acara penyambutan 392 jamaah haji Kloter 21 yang berasal dari Kabupaten Soppeng, Gowa, dan Enrekang, di Asrama Haji Makassar, Selasa.

Dalam sambutannya, Andi Sudirman mengajak para jamaah untuk menjaga semangat ibadah setelah kembali dari Tanah Suci.

Baca juga: Pemulangan Haji Gelombang II dari Madinah Dimulai, 99.497 Orang Tiba di Indonesia

"Setelah pulang dari haji, mari terus memakmurkan masjid dan menjadi contoh yang baik di tengah masyarakat," ujar Gubernur Andi Sudirman Sulaiman di hadapan 392 haji yang baru tiba di Makassar.

Sebagai bentuk interaksi dengan para jamaah, gubernur kemudian mengajukan sejumlah pertanyaan. Beberapa jamaah yang berhasil menjawab dipanggil ke depan dan langsung menerima hadiah uang tunai yang diserahkan di hadapan ratusan peserta haji lainnya.

Suasana aula pun berubah menjadi lebih hangat dan penuh keceriaan. Jamaah yang mendapatkan hadiah tampak tersenyum bahagia, sementara peserta lainnya memberikan tepuk tangan dan sorakan dukungan.

Kehadiran orang nomor satu di Sulsel yang berinteraksi langsung dengan para jamaah turut menambah semarak prosesi penyambutan tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Andi Sudirman juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh jamaah yang telah menuntaskan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

"Saya mengingatkan agar predikat haji mabrur tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui peningkatan ibadah dan kepedulian sosial," katanya.

Jamaah haji Kloter 21 tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan Nomor Penerbangan GIA 1421 pada pukul 08.18 WITA.

Baca juga: Jemaah Haji Diminta Isolasi Mandiri 14 Hari Setelah Pulang, PPIH Ingatkan Risiko Kesehatan

Penyambutan jamaah turut dihadiri Ketua PPIH Embarkasi-Debarkasi Makassar Ikbal Ismail, Wakil Bupati Soppeng Selle KS Dalle, Kepala Kanwil Kementerian Agama Sulsel Ali Yafid, Kepala UPT Asrama Haji Makassar Zulkifli Hijaz, Kepala Biro Kesra Provinsi Sulsel, serta kepala kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Soppeng, Enrekang, dan Gowa.

Berdasarkan data manifes, Kloter 21 terdiri atas 386 jamaah haji dan enam petugas. Rinciannya, sebanyak 332 jamaah berasal dari Kabupaten Soppeng, 31 orang dari Kabupaten Gowa, dan 23 orang dari Kabupaten Enrekang.

Dengan kedatangan Kloter 21, jumlah jamaah haji yang telah kembali ke Tanah Air melalui Debarkasi Makassar kini mencapai 8.231 orang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Puasa Muharram Harus Berurutan atau Tidak? Simak Penjelasan Ulama
Puasa Muharram Harus Berurutan atau Tidak? Simak Penjelasan Ulama
Aktual
Puasa Muharram 2026 Kapan? Ini Jadwal Lengkap Versi Pemerintah, NU dan Muhammadiyah
Puasa Muharram 2026 Kapan? Ini Jadwal Lengkap Versi Pemerintah, NU dan Muhammadiyah
Aktual
Panas Ekstrem, Saudi Peringatkan Bahaya Tinggalkan Power Bank hingga Parfum di Mobil
Panas Ekstrem, Saudi Peringatkan Bahaya Tinggalkan Power Bank hingga Parfum di Mobil
Aktual
Guru Madrasah Non-ASN Dapat Insentif Rp 1,5 Juta, Cair Akhir Juni
Guru Madrasah Non-ASN Dapat Insentif Rp 1,5 Juta, Cair Akhir Juni
Aktual
6 Bulan Istimewa untuk Menikah Menurut Islam, Ada Muharram dan Syawal
6 Bulan Istimewa untuk Menikah Menurut Islam, Ada Muharram dan Syawal
Aktual
Makna 1 Muharram, Menag Ajak Umat Tinggalkan Mentalitas Kabilah
Makna 1 Muharram, Menag Ajak Umat Tinggalkan Mentalitas Kabilah
Aktual
Gubernur Sulsel Bagi-bagi Uang Tunai ke Jamaah Haji Beruntung saat Penyambutan di Makassar
Gubernur Sulsel Bagi-bagi Uang Tunai ke Jamaah Haji Beruntung saat Penyambutan di Makassar
Aktual
PBNU Tetapkan 1 Muharram 17 Juni 2026, Ini Alasan Berbeda dengan Kalender Kemenag
PBNU Tetapkan 1 Muharram 17 Juni 2026, Ini Alasan Berbeda dengan Kalender Kemenag
Aktual
Kiswah Baru Ka'bah Resmi Dipasang di Momen Tahun Baru Hijriah 1448 H
Kiswah Baru Ka'bah Resmi Dipasang di Momen Tahun Baru Hijriah 1448 H
Aktual
Pemulangan Haji Gelombang II dari Madinah Dimulai, 99.497 Orang Tiba di Indonesia
Pemulangan Haji Gelombang II dari Madinah Dimulai, 99.497 Orang Tiba di Indonesia
Aktual
PBNU: Syiar Islam Perlu Dekat dengan Masyarakat Lewat Kegiatan Positif dan Menggembirakan
PBNU: Syiar Islam Perlu Dekat dengan Masyarakat Lewat Kegiatan Positif dan Menggembirakan
Aktual
Seskab Teddy Ajak Umat Gunakan Momen Tahun Baru Islam 1448 H untuk Muhasabah Diri
Seskab Teddy Ajak Umat Gunakan Momen Tahun Baru Islam 1448 H untuk Muhasabah Diri
Aktual
Jawa Tengah Jadi Provinsi dengan Sertifikasi Tanah Wakaf Tertinggi di Indonesia
Jawa Tengah Jadi Provinsi dengan Sertifikasi Tanah Wakaf Tertinggi di Indonesia
Aktual
Jusuf Kalla: Masjid Harus Makmurkan Jamaah dan Jadi Pusat Peradaban Umat
Jusuf Kalla: Masjid Harus Makmurkan Jamaah dan Jadi Pusat Peradaban Umat
Aktual
Jemaah Haji Diminta Isolasi Mandiri 14 Hari Setelah Pulang, PPIH Ingatkan Risiko Kesehatan
Jemaah Haji Diminta Isolasi Mandiri 14 Hari Setelah Pulang, PPIH Ingatkan Risiko Kesehatan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com