Editor
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَبِهِ نَسْتَعِينُ عَلَى أُمُورِ الدُّنْيَا وَالدِّينِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa. Saat ini kita berada di bulan Muharram, salah satu dari empat bulan suci (asyhurul hurum) yang dimuliakan Allah. Allah SWT berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 36:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ
Inna ‘iddatasy-syuhūri ‘indallāhits-nā ‘asyara syahran fī kitābillāhi yauma khalaqas-samāwāti wal-arda minhā arba‘atun hurum.
Artinya: "Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram."
Baca juga: Khutbah Jumat 19 Juni 2026: Hikmah dan Keistimewaan 10 Muharram
Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Puncak kemuliaan bulan ini ada pada tanggal 10 Muharram yang dikenal sebagai Hari Asyura. Hari ini memiliki sejarah besar di mana Allah SWT memberikan keselamatan kepada para nabi-Nya. Di hari Asyura, Allah menyelamatkan Nabi Musa AS dari kejaran Firaun, menyelamatkan Nabi Nuh AS saat perahunya berlabuh setelah banjir besar, serta menerima taubat Nabi Adam AS.
Amalan paling utama di hari ini adalah berpuasa. Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Imam Muslim:
صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ
Shiyāmu yaumi ‘āsyūrā’a ahtasibu ‘alallāhi ay yukaffiras-sanatal-latī qablahū.
Artinya: "Puasa hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar ia dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu.".
Kita juga dianjurkan melaksanakan Puasa Tasu'a pada 9 Muharram sebagai pembeda dari tradisi umat lain. Rasulullah SAW bersabda:
لَئِنْ بَقِيتُ إِلَى قَابِلٍ لَأَصُومَنَّ التَّاسِعَ
La'im baqītu ilā qābilil la'ashūmannat-tāsi‘a.
Artinya: "Jika aku (masih) hidup sampai tahun depan, sungguh aku akan berpuasa pada hari kesembilan." (HR. Muslim).
Selain puasa, hari Asyura adalah momentum untuk memperbanyak sedekah dan menyantuni anak yatim, sehingga sering disebut sebagai "Lebaran Anak Yatim" di Indonesia. Menyayangi anak yatim pada hari ini menjanjikan kedekatan dengan Rasulullah SAW di surga kelak.
Selain itu, terdapat anjuran untuk meluaskan belanja keluarga (at-tausi'ah) atau memberi nafkah lebih kepada istri dan anak agar Allah melapangkan rezeki kita sepanjang tahun. Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ وَسَّعَ عَلَى عِيَالِهِ فِي يَوْمِ عَاشُورَاءَ وَسَّعَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي سَنَتِهِ كُلِّهَا
Man wassa‘a ‘alā ‘iyālihī fī yaumi ‘āsyūrā’a wassa‘allāhu ‘alaihi fī sanatihī kullihā.
Artinya: "Barang siapa berbuat tausi'ah (memberi nafkah lebih) kepada keluarganya di hari Asyura, maka Allah akan memberinya keleluasaan (rezeki) selama setahun penuh." (HR. At-Thabarani dan Al-Baihaqi).
Semoga kita semua diberikan taufik untuk menghidupkan hari Asyura dengan puasa, dzikir, dan amal saleh lainnya.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى فِيمَا أَمَرَ، وَانْتَهُوا عَمَّا نَهَى عَنْهُ وَزَجَرَ.
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Di khutbah kedua ini, mari kita kuatkan komitmen kita untuk menjadikan bulan Muharram sebagai titik tolak perbaikan diri (muhasabah). Jadikanlah hari Asyura sebagai momentum untuk memohon ampunan dengan memperbanyak istighfar dan doa. Salah satu doa yang sangat dianjurkan adalah doa Nabi Yunus AS yang termaktub dalam Surah Al-Anbiya ayat 87:
لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Lā ilāha illā anta subhānaka innī kuntu minadz-dzālimīn.
Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim."
Baca juga: Khutbah Jumat 19 Juni 2026: Keutamaan Puasa Asyura dan Keistimewaan Bulan Muharram
Marilah kita tutup khutbah ini dengan berdoa kepada Allah SWT.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. أَقِيمُوا الصَّلَاةَ.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang