Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Khutbah Jumat 19 Juni 2026: Spirit Hijrah di Tahun Hijriah

Kompas.com, 19 Juni 2026, 10:20 WIB
Khairina

Editor

Sumber MUI

KOMPAS.com-Memasuki Tahun Baru Hijriyah, umat Islam diajak untuk tidak sekadar mengganti angka dalam kalender, tetapi juga memperbarui arah hidup melalui muhasabah dan hijrah menuju ketaatan.

Momentum hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah menjadi titik penting dalam sejarah Islam karena menandai lahirnya peradaban baru yang dibangun di atas iman, persaudaraan, pengorbanan, dan ketaatan kepada Allah SWT.

Dalam khutbah Jumat ini, KH Zaki Mubarok, Lc., Sekretaris 1 MUI Kota Tangerang, mengingatkan bahwa makna hijrah tidak berhenti pada perpindahan tempat, tetapi juga mencakup perubahan hati, perilaku, ibadah, akhlak, dan cara mencari rezeki.

Melalui spirit Tahun Baru Hijriyah, khutbah ini mengajak jamaah untuk meninggalkan kebiasaan buruk, memperbaiki kualitas ibadah, menjaga lisan dan perilaku di ruang nyata maupun digital, serta menjemput rezeki yang halal dan penuh keberkahan.

Baca juga: Khutbah Jumat 12 Juni 2026: Amanah dan Keadilan, Fondasi Kepemimpinan dalam Islam

Khutbah I

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُه

إِنَّ الْحَمْدَ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

قَال اللّٰهُ تَعَالٰى فِى الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ، اَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الْرَّجِيْمِ: (اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَالَّذِيْنَ هَاجَرُوْا وَجَاهَدُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۙ اُولٰۤىِٕكَ يَرْجُوْنَ رَحْمَتَ اللّٰهِ ۗوَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ) صَدَقَ اللّٰهُ الْعَظِيْمُ.

Jamaah Shalat Jumat yang Dirahmati Allah,

Segala puji bagi Allah SWT yang telah mempertemukan kita kembali dengan momentum yang sangat agung, yaitu Tahun Baru Hijriyah. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada uswatun hasanah kita, Nabi Muhammad SAW.

Melalui mimbar yang mulia ini, khatib selaku hamba Allah yang fakir, mengajak diri sendiri dan jamaah sekalian untuk terus meningkatkan kualitas takwa kita kepada Allah SWT. Caranya adalah dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Jamaah yang Berbahagia,

Mari kita renungkan kembali lembaran sejarah runtuhnya peradaban jahiliyah. Sadarkah kita, bahwa penetapan Kalender Hijriyah oleh Khalifah Umar bin Khattab dan para sahabat terdahulu tidak didasarkan pada hari kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagaimana kalender Masehi merayakan kelahiran Isa Al-Masih?

Penanggalan ini juga tidak didasarkan pada hari wafatnya Rasulullah yang penuh duka, bukan pula pada momentum turunnya wahyu pertama di Gua Hira, atau kemenangan gemilang dalam Perang Badar.

Para sahabat Nabi, dengan kedalaman mata hati dan kecerdasan mereka, justru memilih peristiwa “hijrah”—sebuah momentum perpindahan fisik dari Makkah ke Yatsrib—sebagai titik nol dan awal mula peradaban Islam.

Pertanyaannya, mengapa harus hijrah?

Jawabannya, adalah sebab hijrah bukan sekadar kisah pelarian dari kepungan kaum kafir Quraisy, melainkan sebuah proklamasi agung dan tonggak perubahan peradaban yang secara tegas memisahkan (Al-Faruq) antara yang batil dan yang haq.

Hijrah adalah simbol transformasi total; dari fase tertindas menuju fase berdaulat, dari keterasingan menuju persatuan, dan dari kesempitan hidup di bawah bayang-bayang intimidasi menuju bentangan luas gerbang keberkahan Allah SWT.

Tanpa peristiwa hijrah, tidak akan pernah ada kota Madinah Al-Munawwarah yang bercahaya, dan tanpa hijrah, syariat Islam tidak akan pernah tegak dengan paripurna seperti yang kita rasakan manisnya hari ini.

Allah SWT berfirman dalam Alquran surat Al-Baqarah ayat 218:

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللَّهِ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Rahmat dan berkah Allah tidak turun kepada mereka yang diam dalam kenyamanan kemaksiatan, melainkan kepada mereka yang bergerak, berjuang, dan berhijrah demi meraih ridha-Nya.

Jamaah Shalat Jumat yang Dirahmati Allah,

Hari ini, fisik kita mungkin tidak perlu lagi berhijrah secara geografis dari Makkah ke Madinah karena fase itu sudah selesai. Namun, esensi hijrah tidak pernah mati. Hijrah yang paling kontekstual bagi kita saat ini adalah “hijrah maknawiyah”, yakni perpindahan hati, perilaku, dan kebiasaan.

Nabi Muhammad SAW bersabda dalam sebuah hadis shahih:

الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ، وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللّٰهُ عَنْهُ

“Seorang muslim adalah orang yang lidah dan tangannya tidak menyakiti muslim lain. Dan orang yang berhijrah (Al-Muhajir) adalah orang yang meninggalkan semua yang dilarang oleh Allah.” (HR Bukhari dan Muslim)

Selanjutnya, bagaimana kita menjemput keberkahan di tahun baru ini melalui spirit hijrah?

Pertama, hijrah keyakinan dan ibadah. Mari kita tengok lembaran amal kita di tahun yang lalu. Jika jujur diakui ibadah kita masih sering bolong-bolong, shalat lima waktu masih sering diujung waktu, dan shalat berjamaah di masjid masih sering tertinggal karena urusan duniawi, maka momentum tahun baru ini adalah saat yang tepat untuk mengetuk pintu kesadaran kita.

Hijrah ibadah berarti kita memindahkan prioritas hidup kita. Jika kemarin dunia adalah yang utama dan akhirat adalah sisa-sisa, maka di tahun baru ini, hijrahkan diri kita untuk menempatkan Allah di atas segalanya. Jadikan shalat sebagai poros utama aktivitas kita sehari-hari, bukan sekadar penggugur kewajiban.

Mari kita bangun kedisiplinan baru, jemput takbiratul ihram bersama imam, dan hadirkan kekhusyukan yang mendalam. Sebab, bagaimana mungkin kita mengharapkan keberkahan hidup yang luas dari Allah, sementara kita masih enggan melangkahkan kaki ke rumah-Nya?

Kedua, hijrah akhlak dan perilaku. Mari kita renungkan bagaimana kita menggunakan panca indera kita selama setahun ke belakang.

Di era digital ini, kemaksiatan tidak lagi hanya bersumber dari lisan yang berucap, tetapi juga telah berpindah ke ujung-ujung jari kita. Oleh karena itu, momentum tahun baru Hijriyah ini harus kita jadikan tonggak untuk menghentikan segala bentuk polusi akhlak.

Mari kita hijrahkan lisan kita dari gemar membicarakan aib orang lain (ghibah), dan kita rem jemari kita dari menyebarkan berita bohong (hoaks), ujaran kebencian, atau fitnah di media sosial yang dapat memutus tali silaturahmi. Ingatlah, setiap ketukan jari kita di layar kaca gawai akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.

Di tahun yang baru ini, ubahlah ruang digital dan kehidupan nyata kita menjadi ladang pahala. Hijrahkan lisan dan jemari kita agar senantiasa basah dengan dzikir, istighfar, serta kalimat-kalimat yang menyejukkan, mendamaikan, dan membawa manfaat bagi sesama.

Ketiga, hijrah finansial dan rezeki. Ketahuilah, bahwa aspek yang tidak kalah penting untuk kita evaluasi di tahun baru ini adalah dari mana dan dengan cara apa kita memberi makan diri dan keluarga kita.

Mari kita lakukan hijrah finansial secara total. Kita bersihkan harta kita dengan berpindah dari cara-cara mencari rezeki yang syubhat, apalagi yang jelas-jelas haram.

Hentikan segala bentuk jalan pintas yang membinasakan, seperti jeratan judi online yang sedang merusak sendi-sendi keluarga, praktik riba yang mencekik, serta tindakan curang dan culas dalam berniaga maupun bekerja.

Ingatlah, setiap suapan makanan haram yang masuk ke dalam perut kita dan anak istri kita, akan menjadi penghalang terkabulnya doa dan pembakar amal-amal shalih kita.

Di tahun baru Hijriyah ini, bulatkan tekad untuk menjemput rezeki yang halalan thoyyiban—yang halal lagi baik. Tanamkan dalam dada kita sebuah keyakinan iman yang mendalam: bahwa rezeki yang tampak sedikit namun mengalir di dalamnya keberkahan Allah, jauh lebih menenangkan, menyelamatkan, dan mencukupi di dunia dan akhirat, daripada harta yang melimpah ruah, bertumpuk-tumpuk, namun didapat dengan cara mengundang murka dan laknat Allah SWT.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Ingatlah janji Allah bagi siapa saja yang mau melangkah untuk berhijrah. Allah SWT berfirman:

وَمَنْ يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الْأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً

“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak.” (QS. An-Nisa: 100)

Maka dari itu, momentum pergantian tahun ini jangan hanya dilewati sebagai rutinitas kalender belaka. Jadikan ini sebagai ajang evaluasi (muhasabah).

Mari kita buka lembaran baru dengan niat yang bersih, tekad yang kuat untuk menjadi pribadi yang lebih baik, demi menjemput keberkahan hidup di dunia dan akhirat.

Jamaah yang Dirahmati Allah,

Mari kita tutup khutbah yang singkat ini dengan menundukkan kepala, memohon kepada Allah SWT agar di Tahun Baru Hijriyah ini, kita diberikan kekuatan untuk berhijrah menuju ketaatan dan dilimpahi keberkahan yang berlipat ganda.

بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ اللّٰهُ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.

أَقُوْلُ هٰذَا الْقَوْلَ، وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُ بِٱلۡعَدۡلِ وَٱلۡإِحۡسَٰنِ وَإِيتَآيِٕ ذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَيَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِ وَٱلۡبَغۡيِۚ يَعِظُكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ، فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Delapan Negara Islam Kecam Serangan Pemukim Israel terhadap Warga Palestina di Tepi Barat
Delapan Negara Islam Kecam Serangan Pemukim Israel terhadap Warga Palestina di Tepi Barat
Aktual
Khutbah Jumat 19 Juni 2026: Spirit Hijrah di Tahun Hijriah
Khutbah Jumat 19 Juni 2026: Spirit Hijrah di Tahun Hijriah
Aktual
Khutbah Jumat 19 Juni 2026: Rahasia Kemuliaan Hari Asyura 10 Muharram
Khutbah Jumat 19 Juni 2026: Rahasia Kemuliaan Hari Asyura 10 Muharram
Aktual
72 Aduan Travel Umrah Masuk Kemenhaj, Ini Kasus yang Berhasil Dimediasi
72 Aduan Travel Umrah Masuk Kemenhaj, Ini Kasus yang Berhasil Dimediasi
Aktual
Jamaah Haji Pamekasan Wafat di Tanah Suci, Kemenag Dampingi Ahli Waris Urus Santunan
Jamaah Haji Pamekasan Wafat di Tanah Suci, Kemenag Dampingi Ahli Waris Urus Santunan
Aktual
Kebun Kurma Abdurrahman Bin Auf,  Wisata Kurma Sambil Menapaki Jejak Sahabat Rasul di Madinah
Kebun Kurma Abdurrahman Bin Auf, Wisata Kurma Sambil Menapaki Jejak Sahabat Rasul di Madinah
Aktual
Haji Mabrur: Makna Sejati, Ciri-ciri, dan Transformasi Diri Setelah Ibadah
Haji Mabrur: Makna Sejati, Ciri-ciri, dan Transformasi Diri Setelah Ibadah
Aktual
Melihat Gua Hira, Tempat Turunnya Wahyu Pertama Allah pada Nabi Muhammad
Melihat Gua Hira, Tempat Turunnya Wahyu Pertama Allah pada Nabi Muhammad
Aktual
Khutbah Jumat 19 Juni 2026: Hikmah dan Keistimewaan 10 Muharram
Khutbah Jumat 19 Juni 2026: Hikmah dan Keistimewaan 10 Muharram
Aktual
QS Al-Insyirah 7–8: Tentang Ikhtiar dan Tawakal kepada Allah
QS Al-Insyirah 7–8: Tentang Ikhtiar dan Tawakal kepada Allah
Aktual
Esensi Niat dalam Islam: Penentu Kualitas Setiap Perbuatan
Esensi Niat dalam Islam: Penentu Kualitas Setiap Perbuatan
Aktual
7 Sahabat Nabi Muhammad SAW yang Berpengaruh dalam Perjalanan Hijrah ke Madinah
7 Sahabat Nabi Muhammad SAW yang Berpengaruh dalam Perjalanan Hijrah ke Madinah
Aktual
5 Doa Asyura 10 Muharram Lengkap Arab, Latin, Arti dan Fadhilahnya
5 Doa Asyura 10 Muharram Lengkap Arab, Latin, Arti dan Fadhilahnya
Doa dan Niat
Meneladani Sikap Nabi Muhammad SAW di Rumah, Salah Satunya Membantu Pekerjaan Istri
Meneladani Sikap Nabi Muhammad SAW di Rumah, Salah Satunya Membantu Pekerjaan Istri
Aktual
Kemenag Ajak Umat Cek Arah Kiblat Saat Istiwa A’zam 15-16 Juli 2026
Kemenag Ajak Umat Cek Arah Kiblat Saat Istiwa A’zam 15-16 Juli 2026
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com