Editor
KOMPAS.com - Pemerintah terus memperluas akses pendidikan tinggi bagi kalangan santri melalui program Beasiswa Kementerian Agama (Kemenag)–LPDP.
Program afirmasi ini membuka kesempatan bagi santri untuk melanjutkan studi di berbagai perguruan tinggi negeri, perguruan tinggi keagamaan Islam, hingga Ma'had Aly.
Sejak mulai dijalankan pada 2023, ribuan santri telah menjadi penerima manfaat program tersebut. Bahkan, puluhan penerima beasiswa telah berhasil menyelesaikan pendidikan mereka.
Baca juga: 40 Persen Santri Pesantren VIP Bina Insan Mulia 2 Cirebon Hafal 30 Juz Hanya dalam 4 Bulan
Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Kemenag, Ruchman Basori, mengatakan pemerintah terus memberikan afirmasi kepada santri agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi melalui skema Beasiswa Kemenag–LPDP.
Baca juga: Cak Imin: Santri Harus Punya Skill, Integritas, dan Taat Ilmu
“Ada banyak afirmasi diberikan kepada santri, salah satunya adalah beasiswa Kemenag – LPDP untuk kuliah di berbagai perguruan tinggi,” terang Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Kemenag Ruchman Basori di Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Ruchman menjelaskan, sejak 2023 terdapat 2.271 santri yang menerima beasiswa tersebut.
Dari jumlah itu, sebanyak 90 santri telah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi.
“Sejak 2023, ada 2.271 santri penerima beasiswa. Ada 90 yang sudah menyelesaikan proses kuliahnya,” ujar Ruchman Basori.
Beasiswa Kemenag–LPDP terdiri atas dua komponen utama, yakni biaya pendidikan dan biaya tunjangan.
Komponen biaya pendidikan meliputi biaya pendaftaran, matrikulasi, uang kuliah tunggal (UKT), hingga pendidikan profesi.
Sementara itu, komponen biaya tunjangan mencakup biaya hidup dan dukungan penelitian bagi penerima beasiswa.
Para penerima beasiswa melanjutkan pendidikan di berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), dan Ma'had Aly.
Beberapa PTN yang menjadi tujuan studi santri antara lain Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Airlangga, Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, dan Universitas Negeri Semarang.
Sementara itu, PTKI tujuan penerima beasiswa meliputi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Walisongo Semarang, UIN Alauddin Makassar, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Raden Fatah Palembang, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Selain di PTN dan PTKI, sebanyak 410 santri juga memperoleh beasiswa untuk menempuh pendidikan di Ma'had Aly.
“Selain itu, ada juga 410 santri yang mendapat beasiswa kuliah di Ma’had Aly,” papar Ruchman Basori.
Direktur Pesantren, Basnang Said, menjelaskan saat ini terdapat sembilan Ma'had Aly yang menjadi mitra penyelenggara Beasiswa Kemenag–LPDP.
Menurutnya, Ma'had Aly memiliki peran penting dalam mencetak kader ulama yang mampu menguasai khazanah keislaman sekaligus menjawab tantangan masyarakat.
Ia berharap seluruh Ma'had Aly mitra dapat menjadi contoh pengembangan pendidikan tinggi berbasis pesantren yang mengedepankan budaya mutu dalam tata kelola akademik.
“Ma'had Aly memiliki posisi strategis dalam menyiapkan kader ulama yang menguasai khazanah keislaman sekaligus mampu menjawab dinamika masyarakat,” tandasnya.
Adapun sembilan Ma'had Aly mitra program Beasiswa Kemenag–LPDP adalah: