Editor
KOMPAS.com – Gelombang panas ekstrem diperkirakan masih akan melanda sejumlah wilayah Arab Saudi selama tiga hari ke depan. Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi (National Center for Meteorology/NCM) memperkirakan suhu maksimum di beberapa daerah dapat mencapai 48 derajat Celsius.
Berdasarkan prakiraan NCM, cuaca sangat panas akan berlangsung pada 6 hingga 8 Juli 2026, dengan suhu tertinggi berkisar antara 46 hingga 48 derajat Celsius.
Wilayah yang diperkirakan mengalami suhu paling tinggi meliputi sebagian kawasan Makkah, Madinah, serta sejumlah wilayah di Provinsi Timur (Eastern Province).
Baca juga: Peluang Cirebon Jadi Lokasi Muktamar NU ke-35 Menguat, Pesantren Buntet Dinilai Penuhi Syarat
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena Makkah dan Madinah merupakan dua kota suci yang setiap hari dikunjungi ribuan jamaah umrah maupun peziarah dari berbagai negara.
Dengan suhu yang mendekati 50 derajat Celsius, masyarakat dan para pengunjung diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan pada siang hari, menjaga kecukupan cairan tubuh, serta menghindari paparan sinar matahari secara langsung dalam waktu lama.
Gelombang panas yang terjadi pada awal Juli ini merupakan bagian dari musim panas tahunan di Arab Saudi, ketika suhu udara di sejumlah wilayah gurun kerap menembus lebih dari 45 derajat Celsius.
Baca juga: Baznas Gandeng DPR Optimalkan Potensi Zakat Rp 327 Triliun, Dorong Regulasi Lebih Kuat
Otoritas meteorologi setempat terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan mengimbau masyarakat untuk mengikuti informasi resmi serta menerapkan langkah-langkah pencegahan guna mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat suhu ekstrem.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang