Editor
KOMPAS.com – Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Britania Raya & Irlandia berkolaborasi dengan Pemuda Berjamaah (PB) menggelar buka puasa Asyura bersama 100 anak yatim, duafa, dan penghafal Al-Qur'an di kawasan Ancol, Jakarta.
Kegiatan ini berlangsung bertepatan dengan 10 Muharram 1448 Hijriah, di saat para pengurus PCIM di Inggris menjalani puasa selama sekitar 18 jam di tengah gelombang panas ekstrem.
Aksi sosial tersebut menjadi simbol kepedulian diaspora Indonesia di Britania Raya terhadap masyarakat di Tanah Air, meski harus menjalankan ibadah puasa dalam kondisi cuaca yang sangat menantang.
Berdasarkan data Met Office, suhu di Yeovilton, Somerset, mencapai 36,4 derajat Celsius pada Kamis (25/6/2026), bertepatan dengan Hari Asyura.
Baca juga: DSN MUI Usulkan Zakat Jadi Pengurang Pajak Penuh, Ini Alasannya
Angka tersebut menjadi suhu tertinggi yang pernah tercatat di Inggris untuk bulan Juni, bahkan otoritas meteorologi setempat mengeluarkan peringatan merah cuaca ekstrem di sejumlah wilayah dengan potensi suhu mencapai 38 derajat Celsius.
Ketua PCIM Britania Raya & Irlandia, Ince Dian, mengatakan kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para pengurus untuk berbagi dengan anak-anak yatim dan duafa di Indonesia.
"Puasa Asyura tahun ini menjadi pengalaman tersendiri bagi kami di Inggris. Selain durasinya yang panjang karena musim panas, kami juga menghadapi suhu udara yang tidak biasa tinggi, bahkan bertepatan dengan hari terpanas yang pernah tercatat di Inggris untuk bulan Juni. Namun justru di tengah kondisi itu, kami ingin tetap menghidupkan semangat berbagi dengan saudara-saudara kita di Indonesia, khususnya anak-anak yatim dan duafa," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (7/7/2026).
Dalam kegiatan di Ancol, sebanyak 100 anak yatim, duafa, dan penghafal Al-Qur'an mengikuti buka puasa bersama, menerima santunan, serta mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan dalam rangka memperingati Hari Asyura.
Pelaksanaan acara di Indonesia dikoordinasikan oleh Pemuda Berjamaah (PB), mulai dari persiapan lokasi, pendampingan peserta, hingga penyelenggaraan seluruh rangkaian kegiatan.
Selain berbuka puasa bersama, salah satu momen yang paling menarik perhatian adalah sesi video call langsung yang menghubungkan peserta di Ancol dengan pengurus PCIM Britania Raya & Irlandia di Inggris.
Dalam sesi tersebut, Thareq, pengurus PCIM yang sedang menempuh studi di Oxford University, memberikan motivasi kepada para peserta.
Anak-anak yatim dan penghafal Al-Qur'an pun dapat berinteraksi secara langsung meski dipisahkan ribuan kilometer.
Ketua Pemuda Berjamaah, M Aqshal Fadhillah, mengatakan sesi virtual tersebut menjadi pengalaman yang membekas bagi para peserta.
"Sesi video call dengan Oxford University ini merupakan salah satu sesi yang paling berkesan karena menumbuhkan motivasi dan semangat dari para panitia dan peserta yang ada di Ancol," katanya.
Kesan positif juga disampaikan salah satu peserta, Putri, dari Panti Asuhan Muhammadiyah Tebet Timur.
Ia mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut.
"Jadi kesannya itu di tempatnya ballroom, terus di situ ada pantainya bisa melihat pemandangan, bisa nyebur gitu kan. Terus tempatnya mewah banget, terus makanannya juga enak-enak," ujarnya.
Putri berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan pada masa mendatang.
"Pesannya sering-sering buat acara kayak gini, undang anak-anak kesayangan Rasulullah lagi. Doanya semoga Pemuda Berjamaah dan PCIM Britania Raya & Irlandia makin sukses, makin lancar rezekinya, dan bisa buat acara yang lebih besar lagi dari ini," tambahnya.
Baca juga: Hoaks! NU dan Muhammadiyah Keluarkan Fatwa Stop Bayar Pajak, Ini Faktanya
PCIM Britania Raya & Irlandia berharap kegiatan ini dapat menginspirasi komunitas Muslim Indonesia di luar negeri untuk terus menjaga kepedulian terhadap masyarakat di Tanah Air.
Di sisi lain, kegiatan tersebut juga menjadi pengingat bahwa semangat beribadah dan berbagi dapat tetap terjaga meski dihadapkan pada tantangan cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang