Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Netral Jelang Muktamar NU 2026, Fokus Layani Muktamirin

Kompas.com, 21 Juli 2026, 13:02 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, terus mematangkan persiapan sebagai tuan rumah Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026.

Di tengah menguatnya dinamika menjelang forum permusyawaratan tertinggi NU tersebut, pesantren menegaskan komitmennya untuk tetap bersikap netral.

Seluruh perhatian difokuskan pada kesiapan penyelenggaraan dan pelayanan kepada ribuan peserta yang akan hadir dari berbagai daerah.

Baca juga: PBNU Tetapkan Logo Muktamar Ke-35 NU Karya Alumnus Langitan

Sikap tersebut dinilai menjadi bagian dari tanggung jawab moral sebagai tuan rumah Muktamar NU 2026.

Bahrul Ulum Tegaskan Netralitas Jelang Muktamar NU 2026

Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq, mengatakan seluruh keluarga besar pesantren telah bersepakat untuk tidak terlibat dalam dinamika dukungan terhadap calon yang berkembang menjelang Muktamar ke-35 NU.

Baca juga: Jelang Muktamar ke-35 NU, Gus Ipul Sebut Sejumlah Nama dalam Bursa Calon Ketum PBNU, Siapa Saja?

Menurutnya, posisi sebagai tuan rumah mengharuskan Bahrul Ulum bersikap adil kepada seluruh peserta tanpa memandang latar belakang maupun pilihan masing-masing.

Prinsip yang dipegang adalah ikromud duyuf atau memuliakan tamu.

"Kami sejak awal bersepakat fokus menjadi tuan rumah yang baik. Tidak ada kubu-kubuan di lingkungan pesantren. Seluruh keluarga besar Bahrul Ulum diminta menjaga netralitas dan memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh muktamirin," ucap Gus Rozaq kepada Tribunjatim.com, Selasa (21/7/2026).

Ia menambahkan, sikap tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral pesantren dalam menyambut ribuan peserta, peninjau, tamu undangan, serta warga Nahdliyin dari berbagai wilayah di Indonesia maupun luar negeri yang diperkirakan menghadiri muktamar.

Persiapan Teknis Muktamar Hampir Rampung

Selain menjaga netralitas, panitia lokal terus mempercepat penyelesaian berbagai kebutuhan teknis penyelenggaraan.

Panitia melibatkan guru, santri senior, alumni, keluarga besar pesantren, serta pengurus NU Kabupaten Jombang.

Koordinasi dengan panitia pusat juga terus dilakukan agar seluruh tahapan pelaksanaan berjalan sesuai jadwal.

Dalam beberapa pekan terakhir, tim Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah beberapa kali meninjau lokasi pelaksanaan muktamar.

Hasil evaluasi menunjukkan sebagian besar fasilitas telah siap digunakan.

Fokus Penyelesaian Area Parkir dan Bazar

Saat ini, pekerjaan dipusatkan pada tahap akhir pengurukan lahan yang akan dimanfaatkan sebagai area parkir dan kawasan bazar di sisi timur kompleks pesantren.

"Secara umum persiapan sudah hampir selesai. Yang masih kami tuntaskan adalah pekerjaan akhir untuk area parkir dan bazar agar siap digunakan saat muktamar berlangsung," ungkapnya.

Menurut Gus Rozaq, fasilitas pendukung seperti sarana mandi, cuci, kakus (MCK), akses bagi peserta, hingga lokasi agenda utama telah siap digunakan.

Setelah dilakukan pengecekan bersama tim PBNU, kesiapan fasilitas dasar disebut telah mencapai 100 persen.

Gus Rozaq berharap sinergi antara panitia pusat, panitia lokal, pemerintah daerah, dan masyarakat Jombang terus terjalin hingga pelaksanaan Muktamar ke-35 NU selesai.

"Mudah-mudahan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, aman, dan membawa keberkahan bagi Nahdlatul Ulama, masyarakat, serta bangsa Indonesia," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul “Ponpes Bahrul Ulum Jombang Jaga Netralitas Selama Muktamar NU, Tegaskan Tak Ada Kubu-Kubuan”. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Aktual
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Aktual
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Aktual
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Aktual
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Aktual
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Aktual
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Aktual
7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna
7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna
Aktual
Tokoh NU Banten Dorong PBNU Kembali ke Khittah, Sebut Pengurus Harus Jadi 'Pelayan Ulama'
Tokoh NU Banten Dorong PBNU Kembali ke Khittah, Sebut Pengurus Harus Jadi "Pelayan Ulama"
Aktual
Kapan Shalat Taubat Dilakukan? Simak Penjelasan Waktu Terbaik dan Harus Dihindari
Kapan Shalat Taubat Dilakukan? Simak Penjelasan Waktu Terbaik dan Harus Dihindari
Aktual
Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag 2025 Cair Minggu Depan
Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag 2025 Cair Minggu Depan
Aktual
Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Netral Jelang Muktamar NU 2026, Fokus Layani Muktamirin
Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Netral Jelang Muktamar NU 2026, Fokus Layani Muktamirin
Aktual
3 Syarat Agar Taubat Diterima Allah Menurut Penjelasan Ulama
3 Syarat Agar Taubat Diterima Allah Menurut Penjelasan Ulama
Aktual
Tata Cara Shalat Taubat Lengkap dengan Niat dan Doa
Tata Cara Shalat Taubat Lengkap dengan Niat dan Doa
Doa dan Niat
Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, ASN Diminta Segera Bangun Komunikasi
Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, ASN Diminta Segera Bangun Komunikasi
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar