Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

KH Subuki, Tokoh Bambu Runcing Parakan, Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Kompas.com, 17 Oktober 2026, 15:01 WIB
Reni Susanti

Editor


KOMPAS.com — Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung mendorong pengusulan KH Subuki sebagai Pahlawan Nasional.

Tokoh asal Parakan, Temanggung, Jawa Tengah, tersebut dikenal melalui perannya dalam gerakan bambu runcing pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Rektor INISNU Temanggung Hamidulloh Ibda menegaskan, pengusulan harus ditopang penelitian yang serius, bukti sejarah, dan kerja berkelanjutan.

“Pengusulan Pahlawan Nasional bukan semata-mata tentang memberikan gelar kepada seorang tokoh. Lebih dari itu, ini merupakan ikhtiar akademik untuk menghadirkan keadilan sejarah, menguji bukti perjuangan secara objektif, dan memastikan kontribusi para ulama dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia memperoleh perhatian yang semestinya,” ujar Hamidulloh dikutip dari NU Online, Sabtu (17/10/2026.

Baca juga: Doa Para Pahlawan untuk Mengenang Jasa Pejuang Kemerdekaan Indonesia

Dorongan tersebut dibahas dalam Seminar Nasional Pengusulan KH Subuki sebagai Pahlawan Nasional di Hall Babussalam NU Temanggung, Kamis (15/10/2026).

Forum itu mempertemukan perguruan tinggi, pemerintah, Nahdlatul Ulama, keluarga tokoh, dan sejarawan untuk memperkuat kajian serta menghimpun bukti perjuangan KH Subuki.
Menghimpun arsip dan menguji kesaksian

Hamidulloh mengatakan, perguruan tinggi berperan menghubungkan ingatan kolektif masyarakat dengan pembuktian sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan.

Cerita perjuangan yang diwariskan secara turun-temurun perlu ditelusuri melalui arsip, dokumen, kesaksian, dan sumber tertulis.

“Kita perlu memastikan bahwa semangat menghormati KH Subuki diterjemahkan menjadi kerja nyata. Arsip harus dicari, kesaksian harus diuji, kronologi harus diperjelas, dan naskah akademik harus disusun secara cermat,” katanya.

Baca juga: 6 Pahlawan Muslimah Indonesia dan Perannya dalam Sejarah Kemerdekaan

Ketua Badan Penyelenggara Pelaksana INISNU Temanggung H Nur Makhsun juga mendorong kampus mengambil peran dalam penelitian dan penyusunan dokumen pengusulan.

Menurutnya, kontribusi KH Subuki perlu dikaji lebih mendalam, termasuk keterkaitannya dengan perjuangan kemerdekaan di berbagai daerah.

Jejak perjuangan di Parakan

Sejarawan sekaligus dosen UIN Walisongo Semarang KH Anasom menjelaskan, Parakan memiliki posisi penting sebagai salah satu pusat penguatan spiritual dan mobilisasi pejuang bambu runcing.

Merujuk buku Guruku Orang-orang dari Pesantren karya KH Saifuddin Zuhri, Anasom menyebut Parakan didatangi para pejuang untuk memperoleh doa dan penguatan semangat sebelum menghadapi pertempuran.

Sementara itu, sejarawan Temanggung KH Adhilin Basri memaparkan pengaruh gerakan bambu runcing Parakan dalam perjuangan di sejumlah daerah, antara lain Magelang, Semarang, Surabaya, dan Ambarawa.

Paparan tersebut menjadi bahan penelitian lanjutan untuk menguji sumber, memperjelas kronologi, serta menelaah kontribusi KH Subuki dalam perjuangan nasional.

Dukungan pengusulan

Anggota Komisi VIII DPR RI Wibowo Prasetyo menyatakan siap mengawal proses pengusulan melalui fungsi pengawasan dan koordinasi dengan Kementerian Sosial.

Ia mendorong pembentukan tim terpadu yang melibatkan INISNU, PCNU, keluarga KH Subuki, sejarawan, dan pemerintah daerah untuk melengkapi bukti sejarah serta memperkuat naskah akademik.

Wibowo menegaskan, DPR tidak berwenang menetapkan gelar Pahlawan Nasional karena keputusan tersebut merupakan kewenangan Presiden.

Direktur Pemberdayaan Potensi dan Sumber Daya Sosial Kementerian Sosial Salahuddin Yahya menjelaskan, pengusulan harus memenuhi persyaratan substantif dan administratif.

Menurutnya, penghormatan masyarakat kepada seorang tokoh perlu didukung bukti sejarah yang kredibel. Dokumen yang dibutuhkan mencakup biografi perjuangan, naskah akademik, hasil penelitian, dokumentasi sejarah, dan rekomendasi pemerintah daerah.

Bupati Temanggung Agus Setyawan turut menyampaikan dukungan terhadap pengusulan tersebut.

Seusai seminar, upaya pengusulan diarahkan pada pengumpulan arsip, verifikasi kesaksian, penyusunan biografi berbasis sumber, dan pengembangan naskah akademik.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
6 Cara Mendampingi Orang yang Mengalami Tekanan Mental dalam Perspektif Islam
6 Cara Mendampingi Orang yang Mengalami Tekanan Mental dalam Perspektif Islam
Aktual
KH Subuki, Tokoh Bambu Runcing Parakan, Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
KH Subuki, Tokoh Bambu Runcing Parakan, Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Aktual
Sambut Hari Santri 2026, RMINU dan Kemenag Siapkan Nikah Massal 500 Santri
Sambut Hari Santri 2026, RMINU dan Kemenag Siapkan Nikah Massal 500 Santri
Aktual
MUI Minta Pelaku Karhutla Ditindak, Ingatkan Fatwa Haram Pembakaran yang Merusak
MUI Minta Pelaku Karhutla Ditindak, Ingatkan Fatwa Haram Pembakaran yang Merusak
Aktual
Soroti Polemik Jilbab di Azerbaijan, Pengamat Ungkap Potensi Ekonomi Busana Muslim
Soroti Polemik Jilbab di Azerbaijan, Pengamat Ungkap Potensi Ekonomi Busana Muslim
Aktual
Arab Saudi Waspada Banjir Bandang, Hujan Lebat Diprediksi hingga Rabu
Arab Saudi Waspada Banjir Bandang, Hujan Lebat Diprediksi hingga Rabu
Aktual
Kemenag Buka Bantuan Masjid Rp 50 Juta dan Mushalla Rp 35 Juta, Ini Syarat dan Jadwalnya
Kemenag Buka Bantuan Masjid Rp 50 Juta dan Mushalla Rp 35 Juta, Ini Syarat dan Jadwalnya
Aktual
15 Warna Jilbab untuk Gamis Putih agar Makin Anggun
15 Warna Jilbab untuk Gamis Putih agar Makin Anggun
Aktual
Jawa Barat Raih Peringkat Pertama Wisata Ramah Muslim dalam IMTI 2026
Jawa Barat Raih Peringkat Pertama Wisata Ramah Muslim dalam IMTI 2026
Aktual
Pemerintah Perpanjang Tenggat Sertifikasi Halal hingga 2028
Pemerintah Perpanjang Tenggat Sertifikasi Halal hingga 2028
Aktual
Niat Puasa Ganti Ramadhan: Arab, Latin, Arti, dan Tata Caranya
Niat Puasa Ganti Ramadhan: Arab, Latin, Arti, dan Tata Caranya
Doa dan Niat
Kapan Puasa Ramadan 2027? Ini Tanggalnya Menurut KHGT Muhammadiyah
Kapan Puasa Ramadan 2027? Ini Tanggalnya Menurut KHGT Muhammadiyah
Aktual
Gandeng DPN, Pagar Nusa NU Siapkan Beasiswa PKPA untuk 2.000 Kader
Gandeng DPN, Pagar Nusa NU Siapkan Beasiswa PKPA untuk 2.000 Kader
Aktual
Kemenag Gerakkan Masjid dan Pesantren untuk Perkuat Ekosistem Halal
Kemenag Gerakkan Masjid dan Pesantren untuk Perkuat Ekosistem Halal
Aktual
15 Inspirasi Warna Jilbab untuk Gamis Hitam agar Tidak Monoton
15 Inspirasi Warna Jilbab untuk Gamis Hitam agar Tidak Monoton
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar