Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Surah Al-Ma'un dan Kritik terhadap Ibadah yang Mengabaikan Sesama

Kompas.com, 23 Oktober 2026, 16:33 WIB
Puji Sri Rahayu,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Surah Al-Ma’un mengingatkan umat Islam bahwa keberagamaan tidak cukup ditunjukkan melalui ibadah ritual. Kepedulian terhadap anak yatim, perhatian kepada orang miskin, serta kesediaan membantu sesama juga menjadi bagian penting dari ajaran Islam.

Surah ke-107 dalam Al-Qur’an ini terdiri dari tujuh ayat yang menghubungkan perilaku sosial dengan kualitas keimanan. Pesannya relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama ketika seseorang rajin beribadah, tetapi mengabaikan kesulitan orang-orang di sekitarnya.

Mengenal Kandungan Surah Al-Ma’un

Surah Al-Ma’un dikenal sebagai surah yang menyoroti perilaku orang yang mendustakan agama. Al-Qur’an tidak hanya menggambarkan persoalan keyakinan, tetapi juga menunjukkan perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai agama, seperti menghardik anak yatim dan tidak mendorong pemberian makan kepada orang miskin.

Baca juga: Dudung Sampaikan Pesan Prabowo ke Santri: Setialah kepada Merah Putih

Dalam tafsir Surat Al-Ma'un, menjelaskan bahwa tindakan menghardik anak yatim mencerminkan sikap tidak peduli terhadap orang yang kehilangan tumpuan hidup. Sementara itu, tidak menganjurkan pemberian makan kepada orang miskin menunjukkan lemahnya dorongan untuk membantu mereka yang membutuhkan.

Ayat tentang Pendusta Agama dan Kepedulian Sosial

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Ma’un ayat 1–3:

اَرَءَيْتَ الَّذِيْ يُكَذِّبُ بِالدِّيْنِۗ ۝١

فَذٰلِكَ الَّذِيْ يَدُعُّ الْيَتِيْمَۙ ۝٢

وَلَا يَحُضُّ عَلٰى طَعَامِ الْمِسْكِيْنِۗ ۝٣

Ara’aitalladzī yukadzdzibu bid-dīn. Fa dzālikalladzī yadu‘‘ul-yatīm. Wa lā yaḥuḍḍu ‘alā ṭa‘āmil-miskīn.

Baca juga: Hari Santri 2026: Dari Intuisi dan Mimpi, Menag Ungkap Ilmu Pesantren

Artinya: “Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan untuk memberi makan orang miskin.” (QS Al-Ma’un: 1–3).

Ayat-ayat tersebut memperlihatkan bahwa kepedulian sosial bukan perkara tambahan yang terpisah dari agama. Sikap terhadap kelompok rentan menjadi salah satu tanda yang diperhatikan Al-Qur’an ketika menggambarkan pendusta agama.

Kritik terhadap Salat yang Lalai dan Riya

Surah Al-Ma’un kemudian memberikan peringatan kepada orang-orang yang melaksanakan salat, tetapi lalai terhadap salatnya dan berbuat riya. Allah berfirman dalam ayat 4–6:

فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَۙ ۝٤

الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُوْنَۙ ۝٥

الَّذِيْنَ هُمْ يُرَاۤءُوْنَۙ ۝٦

Fa wailul lil-muṣallīn. Alladzīna hum ‘an ṣalātihim sāhūn. Alladzīna hum yurā’ūn.

Baca juga: Raja Charles Kutip Hadis Nabi SAW saat Jamuan Kenegaraan Sultan Oman

Artinya: “Maka celakalah orang-orang yang melaksanakan salat, (yaitu) yang lalai terhadap salatnya, yang berbuat riya.” (QS Al-Ma’un: 4–6).

Peringatan ini bukan berarti setiap orang yang sesekali kehilangan konsentrasi dalam salat otomatis termasuk golongan tersebut. Ayat berikutnya menjelaskan karakter yang tercela, yakni kelalaian terhadap salat dan kecenderungan mempertontonkan ibadah demi memperoleh perhatian atau pujian manusia.

Pesannya, ibadah perlu dijalankan dengan kesadaran dan keikhlasan. Salat bukan sekadar gerakan rutin atau sarana membangun citra diri, melainkan bentuk penghambaan yang semestinya mendorong seseorang memperbaiki perilakunya.

Baca juga: Makna di Balik Zikir 33 Kali Setelah Sholat Fardhu

Makna Al-Ma’un dan Kebiasaan Menolong

Allah menutup surah ini dengan firman-Nya:

وَيَمْنَعُوْنَ الْمَاعُوْنَࣖ ۝٧

Wa yamna‘ūnal-mā‘ūn.

Artinya: “Dan enggan (memberi) bantuan.” (QS Al-Ma’un: 7).

Kata al-ma’un berkaitan dengan bantuan atau barang berguna yang dapat dimanfaatkan orang lain. Dalam penjelasan tafsir yang dibahas Muhammadiyah, ayat ini mengandung kritik terhadap orang yang menahan bantuan dan tidak menunjukkan kebaikan kepada sesamanya.

Baca juga: Khutbah Jumat 23 Oktober: Merusak Bumi, Mengkhianati Amanah Allah

Bantuan tidak selalu berupa uang dalam jumlah besar. Meminjamkan barang yang dibutuhkan, menyediakan makanan, membantu tetangga yang kesulitan, atau mendukung kegiatan sosial merupakan contoh kepedulian yang bisa diwujudkan sesuai kemampuan.

Meneladani Kepedulian dalam Kehidupan Sehari-hari

Rasulullah SAW juga menekankan pentingnya merawat anak yatim. Dalam hadis yang diriwayatkan Sahl bin Sa’d, beliau bersabda:

أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِي الْجَنَّةِ هَكَذَا

Anā wa kāfilul-yatīmi fil-jannati hakadzā.

Artinya: “Aku dan orang yang mengasuh anak yatim akan berada di surga seperti ini.” Rasulullah kemudian mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengahnya. (HR Sahih al-Bukhari, nomor 6005).

Baca juga: Kemenhaj Jajaki Museum Haji Indonesia, Telusuri Arsip hingga Belanda

Hadis tersebut menunjukkan keutamaan mengasuh anak yatim. Kepedulian dapat diwujudkan melalui pendampingan, pemenuhan kebutuhan, dan perlindungan terhadap hak mereka, bukan sekadar memberikan bantuan sesaat.

Surah Al-Ma’un mengajak umat Islam mengevaluasi hubungan antara ibadah dan perilaku sosial. Membaca surah ini semestinya mendorong tindakan nyata: menjaga salat, menghindari riya, tidak merendahkan orang yang lemah, serta ringan membantu sesama. Dengan begitu, nilai ibadah hadir dalam kehidupan, bukan berhenti pada ritual.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Sumpah Pemuda 1928: Sosok Johan Machmoed Tjaja dan Peran Jong Islamieten Bond
Sumpah Pemuda 1928: Sosok Johan Machmoed Tjaja dan Peran Jong Islamieten Bond
Aktual
Jadwal TKA Pesantren dan Madrasah Aliyah 2026 untuk Mapel Wajib, Pilihan, serta Ujian Susulan
Jadwal TKA Pesantren dan Madrasah Aliyah 2026 untuk Mapel Wajib, Pilihan, serta Ujian Susulan
Aktual
Legislator Minta Ditjen Pesantren Perkuat 5 Aspek, dari Anggaran hingga Keamanan Santri
Legislator Minta Ditjen Pesantren Perkuat 5 Aspek, dari Anggaran hingga Keamanan Santri
Aktual
Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dan Jejak Santri dalam Sejarah Persatuan Indonesia
Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dan Jejak Santri dalam Sejarah Persatuan Indonesia
Aktual
Hari Santri 2026, Menag Ajak ASN Kemenag Pakai Sarung dan Peci Seminggu Sekali
Hari Santri 2026, Menag Ajak ASN Kemenag Pakai Sarung dan Peci Seminggu Sekali
Aktual
Zakat Akhir Tahun: Cara Menghitung, Nisab, dan Golongan Penerimanya
Zakat Akhir Tahun: Cara Menghitung, Nisab, dan Golongan Penerimanya
Aktual
Alasan Shalat Istisqa Tetap Disunahkan Meski Hujan Telah Turun
Alasan Shalat Istisqa Tetap Disunahkan Meski Hujan Telah Turun
Aktual
Doa Saat Hujan Turun dan Setelah Hujan Reda, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Saat Hujan Turun dan Setelah Hujan Reda, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Doa Saat Hujan yang Diajarkan Rasulullah, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Saat Hujan yang Diajarkan Rasulullah, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Wisata Ramah Muslim di Jepang, dari Menikmati Ramen Halal hingga Berendam di Onsen
Wisata Ramah Muslim di Jepang, dari Menikmati Ramen Halal hingga Berendam di Onsen
Aktual
Menag Ajak Tradisikan Bersarung dan Berpeci sebagai Identitas Kebangsaan
Menag Ajak Tradisikan Bersarung dan Berpeci sebagai Identitas Kebangsaan
Aktual
Kemenag Gandeng Gus, Ning, dan Influencer dalam 5 Program Quick Win Pesantren
Kemenag Gandeng Gus, Ning, dan Influencer dalam 5 Program Quick Win Pesantren
Aktual
Ka'b bin Malik Sahabat yang Kisah Tobatnya Diabadikan dalam Al-Qur'an
Ka'b bin Malik Sahabat yang Kisah Tobatnya Diabadikan dalam Al-Qur'an
Aktual
Hukum Memelihara Anjing dalam Islam, Ini Dalil dan Pengecualiannya
Hukum Memelihara Anjing dalam Islam, Ini Dalil dan Pengecualiannya
Aktual
Insentif Dosen Ma’had Aly 2026 Naik Lebih dari 200 Persen, Cair Akhir November
Insentif Dosen Ma’had Aly 2026 Naik Lebih dari 200 Persen, Cair Akhir November
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar