Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Salju Guyur Arab Saudi, Wilayah Ini Masuk Zona Waspada

Kompas.com, 18 Desember 2025, 12:46 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com — Arab Saudi berpeluang kembali mengalami fenomena salju di sejumlah wilayah utara pada Kamis (18/12/2025), seiring sistem cuaca ekstrem yang masih memengaruhi sebagian besar kawasan Kerajaan.

Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi (National Center for Meteorology/NCM) memprakirakan salju berpotensi turun di wilayah Qassim serta kawasan dataran tinggi di Tabuk dan Hail.

Prakiraan tersebut menyusul peringatan cuaca buruk yang telah dikeluarkan dalam beberapa hari terakhir.

Baca juga: Salju Turun di Arab Saudi, Jabal Al Lawz Berubah Jadi Negeri Musim Dingin

Wilayah Qassim bahkan ditempatkan dalam status peringatan merah akibat hujan lebat yang berisiko memicu banjir.

Para ahli meteorologi menyebut suhu di wilayah dataran tinggi diperkirakan turun hingga di bawah nol derajat Celsius.

Kondisi ini dinilai mendukung terjadinya salju, bersamaan dengan badai petir, hujan es, dan angin kencang.

Di tengah perhatian publik terhadap fenomena ini, astronom Arab Saudi Mohammed bin Reddah Al Thaqafi menegaskan bahwa salju di wilayah utara Arab Saudi bukanlah kejadian luar biasa saat musim dingin.

“Fenomena salju memang tidak mengikuti siklus astronomi tetap, tetapi terjadi secara berkala setiap musim dingin, tergantung kondisi iklim dan atmosfer,” ujar Al Thaqafi, yang juga pakar di Taif Astronomical Sundial dan anggota Arab Union for Space and Astronomy Sciences, dilansir dari Gulfnews.

Menurutnya, salju umumnya terjadi antara Desember hingga Februari, terutama di wilayah yang terpengaruh sistem cuaca Mediterania seperti Tabuk, Al Jouf, dan Arar.

Beberapa lokasi yang paling berpotensi mengalami salju antara lain Jabal Al Lawz, Alaqan, dan Al Dhahr di Tabuk; Sakaka dan Dumat Al Jandal di Al Jouf; Arar di Northern Borders; Jabal Aja dan Jabal Salma di Hail; serta dataran tinggi Abha di wilayah Asir.

Meski tidak setiap musim mengalami salju, wilayah-wilayah tersebut tetap menjadi kawasan yang paling konsisten menghadirkan kondisi musim dingin di Arab Saudi.

Al Thaqafi mengimbau masyarakat, khususnya pengendara dan wisatawan, agar berhati-hati saat terjadi salju.

Ia memperingatkan risiko jalan licin dan jarak pandang terbatas, serta menekankan pentingnya mematuhi aturan lalu lintas.

Laporan salju sendiri telah muncul dari kawasan Jabal Al Lawz di Tabuk, di mana pegunungan tampak diselimuti lapisan putih.

NCM menyatakan kondisi salju diperkirakan berlangsung sejak siang hingga sore hari, disertai potensi badai petir intensitas sedang hingga lebat, hujan es, dan angin kencang di sejumlah wilayah.

Baca juga: Usianya Belum 22 Tahun, Al-Fatih Taklukkan Kota yang Dianggap Mustahil

Juru bicara NCM Hussein Al Qahtani memastikan pihaknya terus memantau perkembangan atmosfer.

Ia juga membantah klaim di media sosial mengenai banjir besar di Riyadh dan mengimbau masyarakat untuk hanya mengandalkan sumber informasi resmi di tengah cuaca yang masih tidak stabil.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
33 Juta Paket Iftar Dibagikan di Masjidil Haram dan Nabawi Selama Ramadhan 2026
33 Juta Paket Iftar Dibagikan di Masjidil Haram dan Nabawi Selama Ramadhan 2026
Aktual
Pagi yang Hangat di Alun-Alun Malang, dari Tawa Anak hingga Cerita Lebaran Sederhana
Pagi yang Hangat di Alun-Alun Malang, dari Tawa Anak hingga Cerita Lebaran Sederhana
Aktual
5 Tanda Puasa Ramadhan Diterima Menurut Para Ulama
5 Tanda Puasa Ramadhan Diterima Menurut Para Ulama
Aktual
Surat Yasin: Arab, Latin dan Artinya
Surat Yasin: Arab, Latin dan Artinya
Doa dan Niat
Banjir Bandang Ancam Arab Saudi, Peringatan Merah Dikeluarkan di Banyak Wilayah
Banjir Bandang Ancam Arab Saudi, Peringatan Merah Dikeluarkan di Banyak Wilayah
Aktual
Hari Air Sedunia 2026, Arab Saudi Siap Pimpin Solusi Krisis Air Dunia
Hari Air Sedunia 2026, Arab Saudi Siap Pimpin Solusi Krisis Air Dunia
Aktual
Hindari Macet Arus Balik 2026! Ini Cara Cek CCTV Tol Real-Time dan 5 Aplikasi Navigasi Terbaik
Hindari Macet Arus Balik 2026! Ini Cara Cek CCTV Tol Real-Time dan 5 Aplikasi Navigasi Terbaik
Aktual
Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Hari Ini, One Way Nasional Diberlakukan dari Kalikangkung ke Cikampek
Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Hari Ini, One Way Nasional Diberlakukan dari Kalikangkung ke Cikampek
Aktual
Jadwal Cuti Bersama Lebaran 2026, Ini Rincian Libur, Aturan ASN, hingga Skema Mudik
Jadwal Cuti Bersama Lebaran 2026, Ini Rincian Libur, Aturan ASN, hingga Skema Mudik
Aktual
Tren Libur Lebaran 2026 Berubah: Wisata Tenang dan Healing Jadi Favorit Traveler Saudi
Tren Libur Lebaran 2026 Berubah: Wisata Tenang dan Healing Jadi Favorit Traveler Saudi
Aktual
Niat Puasa Syawal 2026: Arab, Latin, dan Artinya Lengkap
Niat Puasa Syawal 2026: Arab, Latin, dan Artinya Lengkap
Doa dan Niat
Cek Jadwal Bank Mandiri, BRI, dan BNI Saat Libur Lebaran 2026, Jangan Sampai Salah Tanggal!
Cek Jadwal Bank Mandiri, BRI, dan BNI Saat Libur Lebaran 2026, Jangan Sampai Salah Tanggal!
Aktual
Jadwal Operasional BCA Selama Libur Lebaran 2026 yang Wajib Dicek
Jadwal Operasional BCA Selama Libur Lebaran 2026 yang Wajib Dicek
Aktual
Mudik Lebaran 2026 Jangan Tinggalkan Sampah! MUI Ingatkan Bahaya Dampak Lingkungan
Mudik Lebaran 2026 Jangan Tinggalkan Sampah! MUI Ingatkan Bahaya Dampak Lingkungan
Aktual
Arab Saudi Tetapkan Batas Akhir Kepulangan Jemaah Umrah 18 April 2026, Ini Sanksi Jika Melanggar
Arab Saudi Tetapkan Batas Akhir Kepulangan Jemaah Umrah 18 April 2026, Ini Sanksi Jika Melanggar
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com