Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Masjid Negara IKN Siap Digunakan Menyambut Ramadan 1447 H, Kemenag Pastikan Fasilitas Lengkap

Kompas.com, 8 Januari 2026, 21:11 WIB
Add on Google
Khairina

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com-Kementerian Agama memastikan bahwa Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) akan siap digunakan menjelang Ramadan 1447 H/2026 M.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, setelah melakukan kunjungan dan rapat koordinasi bersama Otorita IKN (OIKN) di masjid tersebut, yang terletak di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, pada Rabu (7/1/2026).

Abu Rokhmad menjelaskan bahwa kunjungan ini dilakukan untuk memeriksa langsung kondisi fisik masjid setelah masa pembangunan oleh pihak penyedia jasa dinyatakan selesai.

Baca juga: Muhammad Fahmi, Perjalanan Panjang Jadi Imam Masjid Indonesia di London

Peninjauan meliputi area utama masjid, selasar, ruang pertemuan, tempat wudu, toilet, podium khotbah, ruang pengimaman, hingga kelengkapan sarana dan prasarana pendukung lainnya.

“Selain pengecekan fisik, kami juga inventarisasi sejumlah kelengkapan yang masih perlu disempurnakan agar masjid dapat difungsikan secara optimal. Kami ingin memastikan seluruh kebutuhan dasar masjid benar-benar siap, terutama untuk mendukung aktivitas ibadah dan layanan keagamaan masyarakat saat Ramadan,” ujar Abu Rokhmad, dilansir dari laman Kemenag.

Abu Rokhmad juga menekankan pentingnya Masjid Negara IKN merepresentasikan wajah Islam Indonesia yang ramah, moderat, dan inklusif.

Oleh karena itu, pengelolaan masjid ke depan harus ditopang oleh idarah, takmir, dan riayah yang profesional, berintegritas, serta memiliki pemahaman keagamaan yang baik.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya konsep ekoteologi dalam pembangunan dan pengelolaan masjid.

Baca juga: Muazin Masjid Nabawi Syekh Faisal Nauman Wafat, Mengabdi 25 Tahun Kumandangkan Azan

Menurutnya, masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga simbol harmoni antara nilai keagamaan dan kepedulian terhadap lingkungan, yang sejalan dengan semangat pembangunan IKN yang berkelanjutan.

Guru Besar UIN Walisongo Semarang ini menambahkan bahwa Kemenag tengah menyiapkan berbagai rancangan pendukung agar masjid dapat segera dioperasikan.

Ini termasuk penguatan sistem pendukung di sekitar masjid untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi jamaah.

“Masjid Negara IKN harus menjadi rujukan nasional, bukan hanya dari sisi arsitektur, tetapi juga tata kelola, layanan keagamaan, dan kontribusinya dalam membangun peradaban,” tegas Abu Rokhmad.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menyampaikan bahwa Kemenag juga telah menyiapkan sejumlah rancangan usulan nama Masjid Negara IKN yang akan diajukan kepada Menteri Agama untuk mendapatkan persetujuan.

Penamaan tersebut diharapkan mencerminkan nilai kebangsaan, keislaman, dan visi IKN sebagai kota masa depan.

Arsad menjelaskan bahwa kesiapan masjid tidak hanya dilihat dari aspek bangunan, tetapi juga dari kesesuaian ornamen, kaligrafi, serta ketepatan arah kiblat.

Semua elemen tersebut menjadi perhatian agar pelaksanaan ibadah dapat berlangsung dengan khusyuk dan sesuai kaidah syariah.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas pihak, termasuk OIKN, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi keagamaan, dalam mendukung pengoperasian Masjid Negara IKN.

Kolaborasi ini dinilai krusial untuk memastikan masjid dapat berfungsi optimal sebagai pusat ibadah, edukasi, dan penguatan kehidupan keagamaan masyarakat.

Baca juga: Sambut Ramadhan, Baznas Fokus Bersihkan Masjid dan Siapkan Rumah Modular untuk Penyintas Bencana

Menurut Arsad, Masjid Negara IKN diharapkan menjadi ruang bersama yang inklusif dan terbuka, sekaligus pusat pengembangan layanan keagamaan Islam yang adaptif terhadap dinamika masyarakat modern dan kebutuhan umat di kawasan IKN.

Kasubdit Kemasjidan Kemenag Nurul Badruttamam menambahkan, pihaknya juga melakukan pengecekan detail terhadap kesiapan sarana prasarana masjid.

Ini mencakup area wudu, toilet, sirkulasi jamaah, hingga aksesibilitas bagi seluruh lapisan masyarakat.

Nurul menjelaskan bahwa Kemenag tengah merancang konsep perpustakaan masjid yang ideal, aman, nyaman, dan ramah lingkungan sebagai bagian dari penguatan fungsi edukatif

Masjid Negara IKN. Perpustakaan ini diharapkan menjadi pusat literasi keislaman yang terbuka dan representatif.

Ia juga menekankan bahwa seluruh persiapan ini dilakukan agar Masjid Negara IKN dapat segera dioperasikan secara bertahap, khususnya untuk menyambut Ramadan 2026.

“Masjid ini disiapkan tidak hanya siap digunakan, tetapi juga siap memberi manfaat luas bagi umat dan bangsa,” pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Ribuan Pengasuh Ponpes di Kebumen Luncurkan “Pesantren Ramah Anak”
Ribuan Pengasuh Ponpes di Kebumen Luncurkan “Pesantren Ramah Anak”
Aktual
Ramai Dana Pemeliharaan Masjid Al Jabbar Rp 22 Miliar, Pemprov Jabar Benarkan dan Ini Rinciannya
Ramai Dana Pemeliharaan Masjid Al Jabbar Rp 22 Miliar, Pemprov Jabar Benarkan dan Ini Rinciannya
Aktual
Alasan Petugas Haji Yogyakarta Sengaja Bawa 10 Pasang Sandal Jepit untuk Jemaah di Tanah Suci
Alasan Petugas Haji Yogyakarta Sengaja Bawa 10 Pasang Sandal Jepit untuk Jemaah di Tanah Suci
Aktual
Kumpulan Prompt AI Undangan Walimatussafar Haji yang Mewah dan Elegan untuk Dibagikan di Media Sosial
Kumpulan Prompt AI Undangan Walimatussafar Haji yang Mewah dan Elegan untuk Dibagikan di Media Sosial
Aktual
Kemenhaj Jateng Beri Ide Unik Mahar Tiket Haji: Bernilai Manfaat, Hak Istri Tetap Aman Meski Cerai
Kemenhaj Jateng Beri Ide Unik Mahar Tiket Haji: Bernilai Manfaat, Hak Istri Tetap Aman Meski Cerai
Aktual
Kemenhaj Jateng Ungkap Alasan Ratusan Calon Jemaah Haji Jateng Mundur Tahun Ini
Kemenhaj Jateng Ungkap Alasan Ratusan Calon Jemaah Haji Jateng Mundur Tahun Ini
Aktual
Kisah Pasutri Lansia Asal Banjar, Berhasil Berangkat Haji Usai Menabung dari Hasil Bertani Padi dan Singkong
Kisah Pasutri Lansia Asal Banjar, Berhasil Berangkat Haji Usai Menabung dari Hasil Bertani Padi dan Singkong
Aktual
Menhaj Lantik PPIH Embarkasi 2026, Tekankan Layanan Inklusif untuk Jemaah Haji
Menhaj Lantik PPIH Embarkasi 2026, Tekankan Layanan Inklusif untuk Jemaah Haji
Aktual
Gurun Saudi “Hidup” Kembali: Bunga Liar Bermekaran, Serangga Penyerbuk Kembali Bermunculan
Gurun Saudi “Hidup” Kembali: Bunga Liar Bermekaran, Serangga Penyerbuk Kembali Bermunculan
Aktual
Persiapan Kurban 2026: Intip Estimasi Harga Kambing dan Tips Memilih Hewan Terbaik
Persiapan Kurban 2026: Intip Estimasi Harga Kambing dan Tips Memilih Hewan Terbaik
Aktual
Arab Saudi Siapkan 10 Jalur Darat untuk Haji dari Berbagai Negara
Arab Saudi Siapkan 10 Jalur Darat untuk Haji dari Berbagai Negara
Aktual
Kiswah Ka’bah Diangkat, Isyarat Dimulainya Perjalanan Haji 2026
Kiswah Ka’bah Diangkat, Isyarat Dimulainya Perjalanan Haji 2026
Aktual
Ribuan Alumni Tebuireng Berkumpul, Wasiat KH Hasyim Asy’ari Kembali Digaungkan
Ribuan Alumni Tebuireng Berkumpul, Wasiat KH Hasyim Asy’ari Kembali Digaungkan
Aktual
Jadwal Lengkap Keberangkatan dan Pemulangan Jemaah Haji Indonesia 2026
Jadwal Lengkap Keberangkatan dan Pemulangan Jemaah Haji Indonesia 2026
Aktual
Biaya Haji Lokal Sulut Naik Jadi Rp 5 Juta Per Jemaah, Dibiayai APBD
Biaya Haji Lokal Sulut Naik Jadi Rp 5 Juta Per Jemaah, Dibiayai APBD
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com