Editor
KOMPAS.com – Jadwal Haji 2026 untuk jemaah Indonesia telah resmi ditetapkan dan akan segera memasuki tahap pemberangkatan.
Pemerintah menetapkan rangkaian ini melalui Keputusan Menteri Haji dan Umrah Nomor 7 Tahun 2025.
Rencana perjalanan disusun dengan mengacu pada kalender Ummul Quro Arab Saudi sebagai pedoman utama pelaksanaan ibadah.
Seluruh tahapan dalam jadwal keberangkatan dan kepulangan Haji 2026 mencakup proses masuk asrama, keberangkatan ke Tanah Suci, pelaksanaan puncak ibadah, hingga kepulangan jemaah ke Indonesia.
Baca juga: Hukum Menunda Haji bagi yang Mampu, Ini Penjelasan Fatwa MUI Terkait Pelaksanaan Rukun Islam Kelima
Dirangkum dari laman Kementerian Haji dan Umrah serta Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), berikut rincian lengkapnya.
Tahapan awal dalam jadwal Haji 2026 dimulai dari masuknya jemaah ke asrama haji sebelum diberangkatkan secara bertahap ke Arab Saudi dalam dua gelombang.
Baca juga: 7 Syarat Wajib Haji yang Harus Dipenuhi Jemaah, Lengkap dengan Penjelasan dan Persiapannya
Puncak pelaksanaan ibadah dalam jadwal Haji 2026 berlangsung di Arafah, Muzdalifah, dan Mina sebagai inti rangkaian haji.
Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah, jemaah akan dipulangkan secara bertahap sesuai jadwal keberangkatan dan kepulangan Haji 2026 dalam dua gelombang.
Dalam jadwal Haji 2026, masa operasional pemberangkatan hingga pemulangan berlangsung selama 30 hari. Periode ini terbagi menjadi dua gelombang, masing-masing selama 15 hari.
Sementara itu, lama tinggal jemaah haji Indonesia di Arab Saudi diperkirakan antara 38 hingga 40 hari. Durasi ini mencakup seluruh rangkaian ibadah, mulai dari kedatangan di Madinah atau Jeddah hingga puncak haji dan persiapan kepulangan.
Menjelang dimulainya jadwal Haji 2026, Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, memastikan bahwa seluruh persiapan operasional berjalan sesuai rencana.
Progres persiapan disebut telah mendekati 100 persen menjelang masa pemberangkatan jemaah. Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan jajaran Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Timur.
Dalam arahannya, Menhaj menekankan pentingnya penyelenggaraan haji yang bersih, lancar, dan bebas dari penyimpangan. Jawa Timur sebagai provinsi dengan kuota jemaah terbesar dinilai menjadi barometer keberhasilan nasional.
"Persiapan operasional terus kita matangkan dan sejauh ini berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Fokus utama kami adalah memastikan keamanan dan keselamatan jemaah melalui berbagai langkah mitigasi yang komprehensif," ujar Menhaj di Jombang, Jum'at (27/3/2026).
Pemerintah memastikan seluruh tahapan dalam jadwal keberangkatan dan kepulangan Haji 2026 mengutamakan aspek keselamatan dan kenyamanan jemaah.
Berbagai langkah mitigasi telah disiapkan untuk mengantisipasi potensi kendala selama pelaksanaan ibadah di Tanah Suci. Dengan persiapan yang hampir rampung, penyelenggaraan haji 2026 diharapkan berjalan tertib dan memberikan pelayanan optimal bagi jemaah Indonesia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang