Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Surga Mawar Arab Saudi! Panen Taif Melimpah, Hasilkan Minyak Wangi Termahal Dunia

Kompas.com, 6 April 2026, 08:40 WIB
Add on Google
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Kawasan pegunungan Taif, Arab Saudi, kembali menunjukkan pesonanya sebagai “surga mawar” dunia. Pada musim panen tahun ini, produksi mawar melonjak tajam berkat kondisi cuaca yang ideal, menghasilkan ratusan juta bunga yang menjadi bahan baku salah satu minyak wangi paling mahal di dunia.

Hamparan kebun mawar di Taif tampak lebih hidup dari biasanya.

Musim panen kali ini disebut sebagai salah satu yang terbaik dalam beberapa tahun terakhir, ditopang suhu yang sejuk, ketersediaan air melimpah, serta kondisi alam yang sangat mendukung.

Baca juga: Produksi Mawar Thaif Melonjak, Didukung Cuaca dan Kondisi Alam Ideal

Wilayah Taif diketahui memiliki lebih dari 910 kebun mawar dengan sekitar 1,14 juta pohon.

Dari jumlah tersebut, diperkirakan mampu menghasilkan hingga 550 juta bunga mawar setiap musim panen yang berlangsung sekitar 45 hari.

Kebun-kebun ini tersebar di dataran tinggi Al-Hada dan Al-Shafa, yang berada di lereng Pegunungan Sarawat.

Lanskap alamnya yang subur dengan lembah-lembah hijau menjadikan kawasan ini sangat ideal untuk budidaya mawar berkualitas tinggi.

Petani mawar setempat, Khalaf Jaber Al-Tuwairqi, mengungkapkan bahwa musim ini memberikan hasil yang luar biasa.

“Cuaca yang moderat dan ketersediaan air irigasi meningkatkan kepadatan bunga sekaligus kualitasnya,” ujarnya.

Pada masa puncak panen, satu kebun dapat memproduksi ribuan bunga setiap hari. Namun, di balik jumlah yang melimpah itu, proses pengolahan menjadi minyak mawar tetap membutuhkan usaha besar.

Sekitar 12.000 bunga mawar diperlukan untuk menghasilkan satu unit minyak mawar, yang dikenal sebagai salah satu minyak aromatik termahal di dunia.

Minyak mawar Taif sendiri telah lama menjadi komoditas premium yang digunakan dalam industri parfum kelas atas.

Aromanya yang khas dan kualitasnya yang tinggi membuatnya diburu pasar internasional.

Tak hanya sektor pertanian, melimpahnya panen mawar juga berdampak pada meningkatnya sektor pariwisata.

Pemandu wisata Abdullah Al-Zahrani menyebutkan bahwa jumlah pengunjung ke kebun mawar meningkat signifikan selama musim panen.

Baca juga: Arab Saudi Kembangkan Budidaya Mawar Taif dengan Menggunakan AI

Wisatawan datang untuk menyaksikan langsung proses pemetikan hingga penyulingan mawar, sekaligus mengenal tradisi lokal yang telah menjadi identitas budaya Taif selama bertahun-tahun.

Dengan kombinasi alam yang mendukung, tradisi panjang, serta kualitas produk yang mendunia, Taif semakin mengukuhkan diri sebagai pusat produksi mawar terbaik.

Panen melimpah tahun ini bukan hanya membawa berkah bagi petani, tetapi juga memperkuat posisi kawasan tersebut sebagai destinasi wisata dan penghasil parfum mewah kelas dunia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
6 Calon Petugas Haji 2026 Gugur saat Diklat PPIH Arab Saudi, Terkendala Masalah Kesehatan dan Disiplin
6 Calon Petugas Haji 2026 Gugur saat Diklat PPIH Arab Saudi, Terkendala Masalah Kesehatan dan Disiplin
Aktual
DPR Tegas! Kenaikan Biaya Penerbangan Haji Harus Ditanggung Negara, Bukan Jemaah
DPR Tegas! Kenaikan Biaya Penerbangan Haji Harus Ditanggung Negara, Bukan Jemaah
Aktual
Halalbihalal Kompas Gramedia: Tradisi Tahunan yang Menyatukan Keberagaman
Halalbihalal Kompas Gramedia: Tradisi Tahunan yang Menyatukan Keberagaman
Aktual
Pasutri Pedagang Pecel Lele di Bekasi Tertipu Modus Percepatan Haji, Uang Rp600 Juta Raib
Pasutri Pedagang Pecel Lele di Bekasi Tertipu Modus Percepatan Haji, Uang Rp600 Juta Raib
Aktual
Penipuan Percepatan Haji Ditemukan di Bekasi, Puluhan Warga Hampir Jadi Korban
Penipuan Percepatan Haji Ditemukan di Bekasi, Puluhan Warga Hampir Jadi Korban
Aktual
Persiapan Jemaah Haji Bengkulu Masuk Tahap Akhir, Jemaah Mulai Masuk Asrama 23 April
Persiapan Jemaah Haji Bengkulu Masuk Tahap Akhir, Jemaah Mulai Masuk Asrama 23 April
Aktual
Kesiapan Haji 2026 Dibahas di DPR, Menhaj Soroti Fasilitas hingga Biaya Penerbangan
Kesiapan Haji 2026 Dibahas di DPR, Menhaj Soroti Fasilitas hingga Biaya Penerbangan
Aktual
6 Penghalang Doa dalam Islam, Ini Penyebab Doa Sulit Dikabulkan
6 Penghalang Doa dalam Islam, Ini Penyebab Doa Sulit Dikabulkan
Doa dan Niat
Haji 2026 Hanya untuk Pemegang Visa Resmi, Arab Saudi Tegaskan Sanksi Berat bagi Pelanggar
Haji 2026 Hanya untuk Pemegang Visa Resmi, Arab Saudi Tegaskan Sanksi Berat bagi Pelanggar
Aktual
Kuota Haji Fakfak 2026 Turun Jadi 17 Orang, Antrean Tembus 1.227 Calon Jemaah
Kuota Haji Fakfak 2026 Turun Jadi 17 Orang, Antrean Tembus 1.227 Calon Jemaah
Aktual
Doa Mustajab di Makam Ibrahim Saat Tawaf, Ini Bacaan Lengkapnya
Doa Mustajab di Makam Ibrahim Saat Tawaf, Ini Bacaan Lengkapnya
Aktual
Apakah Telinga Berdengung Tanda Dibicarakan? Ini Menurut Islam & Medis
Apakah Telinga Berdengung Tanda Dibicarakan? Ini Menurut Islam & Medis
Aktual
Bacaan Doa Awal Bulan Zulkaidah: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya
Bacaan Doa Awal Bulan Zulkaidah: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya
Aktual
Hukum Kurban untuk Orang Meninggal, Boleh atau Tidak? Ini Kata Ulama
Hukum Kurban untuk Orang Meninggal, Boleh atau Tidak? Ini Kata Ulama
Aktual
Biaya Penerbangan Haji 2026 Naik Rp 1,77 Triliun, Kemenhaj Gandeng Kejagung Cari Solusi
Biaya Penerbangan Haji 2026 Naik Rp 1,77 Triliun, Kemenhaj Gandeng Kejagung Cari Solusi
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com