Editor
KOMPAS.com-Doa menjadi bagian penting dalam kehidupan seorang Muslim sebagai bentuk ibadah dan penghambaan kepada Allah SWT.
Dalam buku Rahasia Kedahsyatan 12 Waktu Mustajab untuk Berdoa, Nurhasanah Namin menulis, tujuan berdoa adalah untuk selalu mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT, memohon perlindungan kepada Allah SWT dari godaan setan yang terkutuk, memohon keselamatan hidup dalam bimbingan Allah SWT, dan agar selamat dunia akhirat.
Ajaran Islam menyebutkan adanya waktu mustajab berdoa, yaitu momen tertentu ketika doa lebih dekat untuk dikabulkan.
Rasulullah SAW telah memberikan petunjuk mengenai waktu-waktu tersebut melalui hadis-hadis shahih.
Pemahaman tentang waktu mustajab berdoa penting agar umat Islam dapat memaksimalkan ibadah dan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah.
Baca juga: Sholat Hajat Lengkap: Tata Cara, Niat, Doa Mustajab dan Waktu Terbaik agar Hajat Terkabul
Dilansir dari laman Baznas, doa merupakan inti ibadah yang menunjukkan ketergantungan seorang hamba kepada Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda bahwa doa adalah ibadah itu sendiri.
Doa menjadi sarana komunikasi langsung antara hamba dan Allah tanpa perantara.
Ibadah ini juga memberikan ketenangan batin, memperkuat harapan, serta menjadi tempat kembali dalam kondisi sulit maupun lapang.
Sepertiga malam terakhir menjadi salah satu waktu mustajab berdoa yang paling utama dalam Islam.
Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah turun ke langit dunia pada waktu tersebut dan berfirman bahwa siapa yang berdoa akan dikabulkan, siapa yang meminta akan diberi, dan siapa yang memohon ampun akan diampuni.
Waktu ini sangat dianjurkan untuk melaksanakan shalat tahajud dan memohon hajat.
Waktu antara adzan dan iqamah termasuk waktu mustajab berdoa yang tidak akan ditolak.
Durasi yang singkat sering kali membuat momen ini terlewatkan, padahal memiliki keutamaan besar.
Baca juga: Doa Nabi Musa agar Dapat Jodoh dan Rezeki, Bisa Diamalkan
Posisi sujud merupakan saat paling dekat antara hamba dengan Allah SWT.
Seorang Muslim dianjurkan memperbanyak doa ketika sujud.
Waktu setelah shalat wajib menjadi momen yang baik untuk berdzikir dan berdoa.
Kondisi spiritual setelah ibadah membuat doa lebih khusyuk dan penuh harap.
Hari Jumat memiliki satu waktu mustajab berdoa yang tidak akan ditolak.
Banyak ulama menyebutkan bahwa waktu tersebut berada pada sore hari menjelang maghrib.
Hujan merupakan rahmat dari Allah SWT yang juga menjadi waktu mustajab berdoa.
Doa yang dipanjatkan saat hujan dianjurkan untuk memohon keberkahan dan perlindungan.
Waktu berbuka puasa menjadi salah satu momen mustajab berdoa bagi orang yang berpuasa.
Rasulullah SAW menyebutkan bahwa doa orang yang berpuasa saat berbuka tidak akan ditolak.
Doa seorang musafir termasuk doa yang mustajab.
Perjalanan yang penuh ketidakpastian menjadikan doa dalam kondisi ini memiliki keistimewaan tersendiri.
Seorang Muslim dianjurkan memulai doa dengan memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Doa harus dipanjatkan dengan keyakinan, keikhlasan, dan penuh harap.
Menghadap kiblat dan mengangkat tangan menjadi bagian dari adab dalam berdoa.
Sikap tidak tergesa-gesa serta menjauhi hal-hal haram juga menjadi faktor penting dalam dikabulkannya doa.
Kebiasaan berdoa tidak hanya dilakukan saat menghadapi kesulitan, tetapi juga saat memperoleh nikmat.
Doa dapat dipanjatkan dalam berbagai aktivitas harian seperti sebelum bekerja, saat bepergian, dan setelah ibadah.
Kebiasaan ini membantu memperkuat keimanan serta menghadirkan ketenangan hati.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang