MADINAH, KOMPAS.com- Fauziah Rahmaddin Kadema (62), jemaah haji asal kloter 3 Padang tersenyum dan tak henti-hentinya mengucap syukur.
Jemaah haji lansia tersebut mengapresiasi kinerja petugas haji daerah kerja (daker) bandara yang membantu mengupayakan bus khusus disabilitas demi mengantarkannya dari terminal kedatangan haji ke hotel jemaah.
"Alhamdulillah, petugas membantu memberikan fasilitas seperti ini untuk kelancaran ibadah saya," kata Fauziah haru, Minggu (26/4/2026).
Baca juga: Jemaah Haji Lansia Tak Perlu Paksakan Diri Shalat Arbain, Ini Penjelasannya
Fauziah harus menggunakan kursi roda untuk mobilitas. Selain memiliki riwayat stroke, Fauziah pernah terjatuh di kamar mandi dan mengalami gangguan saraf motorik.
Praktis hal ini membuatnya mengalami keterbatasan gerak. Untuk berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya, Fauziah harus menggunakan kursi roda.
Sedangkan untuk berdiri dan berpindah dari kursi roda ke bus, Fauziah masih mengalami kesulitan.
"Keluhannya belum bisa berdiri dan berjalan karena habis stroke itu. Tahun 2020 juga pernah jatuh dari kamar mandi, sehingga belum bisa beraktivitas berjalan," kata Fauziah.
Tahun 2026 ini, Fauziah berhaji didampingi oleh sang anak, Fitri Wulandari (36). Mereka berdua tergabung dalam kloter 3 embarkasi Padang (PDG) yang tiba di Bandara Madinah pada Minggu (26/4/2026) petang.
"Kondisi ibu memang sudah enggak bisa berdiri stroke, enggak bisa jalan setelah jatuh dari kamar mandi. Alhamdulillah bisa damping ibu beribadah (di Tanah Suci)," papar dia.
Baca juga: Jemaah Haji Wajib Bawa Kartu Nusuk Saat di Makkah, Ini Fungsinya
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) daker bandara menyediakan bus khusus disabilitas untuk mengantar Fauziah dari Bandara Madinah menuju ke hotelnya. Bus tersebut memungkinkan Fauziah bisa naik ke dalam kabin bus dengan menggunakan kursi roda.
Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara PPIH Arab Saudi Ahmad Basir mengungkapkan, kondisi Fauziah tidak memungkinkan menggunakan bus jemaah seperti pada umumnya.
"Beliau (Fauziah) tidak bisa dinaikkan ke dalam bus. Dengan berbagai cara sudah kita coba. Akhirnya kita mendatangkan bus khusus untuk disabilitas," ujar Basir.
Upaya petugas haji daker bandara ini, menurutnya, mempertegas tagline 'Haji Ramah Lansia dan Perempuan' yang diusung oleh Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia. Petugas haji akan sekuat tenaga mengupayakan fasilitas untuk menunjang kebutuhan ibadah jemaah.
"Bahkan jika jemaah hanya satu orang membutuhkan layanan seperti itu, kita berusaha mendapatkan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan jemaah dan fasilitas itu gratis," kata Basir.
Baca juga: Dokter Imbau Jemaah Haji Rutin Peregangan di Pesawat, Cegah Risiko Penggumpalan Darah
Sebanyak 30.611 jemaah haji Indonesia telah tiba di Tanah Suci hingga Minggu (26/4/2026) pukul 18.00 Waktu Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, tercatat ada 6.172 jemaah lanjut usia yang ikut dalam rombongan kedatangan dan tersebar dalam 78 kloter.
"Angka ini (jemaah haji lansia) menjadi perhatian kami, karena pelayanan di bandara harus benar-benar responsif terhadap kondisi jemaah,” ujar Abdul Basir.
Tingginya jumlah jemaah haji lansia, menurutnya, harus dibarengi dengan sejumlah fasilitas pelayanan bagi mereka. Di area bandara, disediakan mobil golf dan kursi roda untuk membantu mobilitas jemaah lansia. Para lansia juga mendapatkan fasilitas pampers dan payung.
"Ini bagian dari ikhtiar kami agar jemaah, terutama lansia dan pengguna kursi roda, tetap terlindungi dan mendapat perhatian lebih sejak tiba di bandara,” katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang