Penulis
KOMPAS.com — Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menanggapi desakan Forum Ketua PWNU se-Indonesia yang meminta percepatan pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU).
Gus Ipul menegaskan bahwa pelaksanaan Muktamar NU tetap mengacu pada hasil rapat pleno serta arahan Rais Aam PBNU.
“Semua sesuai pleno, sesuai arahan Rais Aam. Sebelumnya sudah diputuskan muktamar Agustus, dan apa yang sudah disepakati itu yang harus kita laksanakan,” ujarnya kepada Kompas.com via sambungan telepon, Selasa (28/4/2026).
Ia juga memastikan bahwa berbagai tahapan persiapan Muktamar saat ini terus berjalan. Bahkan, susunan kepanitiaan disebut sudah rampung dan tinggal dikonsultasikan kepada Rais Aam dan Ketua Umum PBNU.
“Sekarang sudah dibahas, panitia sudah tuntas, tinggal dikonsultasikan ke Rais Aam dan Ketum. Susunan kepanitiaan sudah selesai,” kata Gus Ipul.
Baca juga: Muktamar NU 2026 Makin Dekat, Gus Ipul: Panitia Sudah Dibentuk, Calon Ketum Belum Ada
Selain itu, draft terkait pelaksanaan Muktamar juga telah disusun dan hampir seluruhnya rampung.
Gus Ipul menambahkan, PBNU menyambut baik aspirasi yang disampaikan para Ketua PWNU dalam forum silaturahmi tersebut.
“Ini sejalan dengan arahan Rais Aam dan hasil rapat pleno. Kami sambut baik apa yang disampaikan Ketua PWNU,” ucapnya.
Ia menegaskan, seluruh proses tetap berjalan sesuai mekanisme organisasi dan hasil kesepakatan rapat teknis yang telah dilakukan sebelumnya.
Dalam waktu dekat, PBNU juga akan menggelar Konferensi Besar (Konbes) sebagai bagian dari rangkaian menuju Muktamar.
“Panitia terus mempersiapkan untuk Konbes PBNU. Konbes digelar Juni dan Muktamar NU dilaksanakan Agustus, karena memang itu hasil kesepakatan rapat teknis,” katanya.
Sebelumnya, Forum Ketua PWNU se-Indonesia menggelar pertemuan di kawasan Cempaka Putih, Jakarta, Senin (27/4/2026), dan menghasilkan kesepakatan penting terkait pelaksanaan Muktamar NU.
Ketua PWNU Jawa Timur Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin membenarkan adanya pertemuan tersebut.
“Iya pertemuannya kemarin, di Cempaka Putih (Jakarta),” ujarnya.
Forum tersebut menyepakati tiga poin utama, salah satunya mendesak PBNU agar menggelar Muktamar pada akhir Juli atau awal Agustus 2026.
Dalam dokumen yang beredar, bahkan disebutkan bahwa jika hingga Agustus 2026 Muktamar belum digelar, maka PWNU dan PCNU akan menyatakan mosi tidak percaya kepada PBNU.
Selain itu, forum juga meminta PBNU konsisten menjalankan keputusan rapat internal terkait pembentukan panitia serta percepatan penyelesaian administrasi, termasuk penetapan peserta Muktamar.
Baca juga: Forum Ketua PWNU Desak PBNU Gelar Muktamar Juli-Agustus 2026 atau Hadapi Mosi Tidak Percaya
Pertemuan tersebut turut dikonfirmasi Ketua PWNU Jawa Barat Juhadi Muhammad yang menyebut isi kesepakatan telah tertuang dalam dokumen resmi dan beredar luas.
Dengan respons PBNU ini, sinyal pelaksanaan Muktamar NU pada Agustus 2026 semakin menguat, seiring upaya konsolidasi internal yang terus dilakukan organisasi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang