Editor
KOMPAS.com-Arab Saudi akan menggunakan drone untuk mendukung layanan kesehatan selama musim Haji 2026.
Dilansir dari Islamic Information, drone tersebut disiapkan untuk mengirim obat-obatan dan sampel medis ke sejumlah titik penting di Makkah dan Madinah.
Layanan ini mencakup Masjidil Haram, Masjid Nabawi, serta kawasan puncak haji di Mina, Arafah, dan Muzdalifah.
Penggunaan drone diharapkan memangkas waktu pengiriman pasokan medis dari 90 menit melalui jalur darat menjadi sekitar enam menit.
Baca juga: 6 Macam Tawaf dalam Ibadah Haji dan Umroh Lengkap dengan Penjelasannya
Arab Saudi menempatkan drone sebagai bagian dari rencana logistik medis pada musim Haji 2026.
Pesawat tanpa awak ini akan digunakan untuk membawa obat-obatan dan sampel medis ke fasilitas kesehatan di kawasan suci.
Layanan tersebut mencakup area Masjidil Haram di Makkah, Masjid Nabawi di Madinah, serta lokasi ibadah haji di Mina, Arafah, dan Muzdalifah.
Dengan sistem ini, pasokan medis dapat dikirim lebih cepat ke rumah sakit dan pusat layanan kesehatan yang membutuhkan.
Menteri Kesehatan Arab Saudi Fahad Al-Jalajel mengatakan, layanan drone medis ini merupakan hasil studi dan eksperimen intensif selama dua tahun.
Uji coba dilakukan untuk memastikan prosedur lepas landas dan pendaratan berlangsung aman.
Drone juga diuji untuk beroperasi dalam kondisi suhu tinggi, mengingat musim haji berlangsung di wilayah dengan cuaca panas.
Perangkat tersebut dilengkapi sistem pendingin untuk menjaga obat dan sampel medis yang sensitif terhadap suhu.
“Teknologi modern ini bertujuan mengirimkan obat-obatan dalam skala besar selama musim haji, sekaligus mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk mengirimkan pasokan medis menjadi hanya enam menit, dibandingkan 90 menit menggunakan transportasi darat,” kata Al-Jalajel.
Baca juga: Skema Murur Haji 2026: Jamaah Wajib Lewati Tengah Malam di Muzdalifah
Proyek drone medis ini merupakan kerja sama antara Klaster Kesehatan Makkah dan National Unified Procurement Company atau NUPCO.
Keduanya mengelola rantai pasok dan logistik untuk kebutuhan medis penting di wilayah tersebut.
Pengiriman dilakukan berdasarkan data kebutuhan dari fasilitas kesehatan di kawasan suci.
Obat-obatan dan sampel medis kemudian dikirim langsung ke rumah sakit serta pusat layanan kesehatan primer.
Sistem pengiriman drone sebelumnya telah diuji dalam fase percontohan pada Haji 1446 H.
Salah satu pengiriman yang dilakukan adalah pengantaran kantong es ke Rumah Sakit Darurat Mina.
Kantong es tersebut digunakan untuk membantu penanganan kelelahan akibat panas dan sengatan panas.
Dua kondisi itu kerap dialami jemaah selama menjalankan ibadah di tengah suhu tinggi, terutama saat puncak haji.
Penggunaan drone menjadi bagian dari operasi layanan kesehatan yang lebih luas untuk Haji 2026.
Menteri Kesehatan Arab Saudi menyebut lebih dari 20.000 tempat tidur rumah sakit telah dialokasikan untuk musim haji.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.800 tempat tidur berada di kawasan suci.
Arab Saudi juga menyiapkan 25 pusat layanan gawat darurat untuk mendukung penanganan medis jemaah.
Baca juga: Rendang hingga Soto Disiapkan untuk Jemaah Selama Puncak Ibadah Haji
Selain drone, layanan kesehatan Haji 2026 juga didukung lebih dari 3.000 kendaraan ambulans.
Arab Saudi turut menyiapkan 11 ambulans udara untuk kebutuhan evakuasi dan penanganan darurat.
Sebanyak 7.700 paramedis dan lebih dari 52.000 tenaga kesehatan akan dilibatkan dalam layanan tersebut.
Kementerian Kesehatan Arab Saudi menyebut penggunaan drone untuk mengirim pasokan medis mendesak sebagai langkah pertama di dunia dalam pengelolaan layanan kesehatan bagi kerumunan besar.
Arab Saudi memperkirakan sekitar 1,5 juta jemaah dari luar negeri akan datang untuk menunaikan Haji 2026.
Besarnya jumlah jemaah membuat kecepatan distribusi pasokan medis menjadi bagian penting dalam menjaga kesiapan layanan kesehatan.
Pemerintah Arab Saudi juga memastikan seluruh kawasan suci telah mendapat cakupan jaringan 5G untuk mendukung operasional Haji 2026.
Jaringan tersebut akan menopang sistem terhubung yang digunakan dalam pengoperasian drone medis di Makkah, Madinah, dan kawasan puncak haji.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang