SUMENEP, KOMPAS.com - Saeni (58) tampak telaten membungkus potongan daging sapi kurban menggunakan daun pisang di Desa Juruan Daya, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Kamis (28/5/2026).
Bersama sejumlah ibu-ibu lainnya, dia mengemas daging yang sebelumnya telah ditimbang untuk dibagikan kepada warga sekitar.
Warga setempat sengaja tidak menggunakan kantong plastik seperti umumnya pembagian daging kurban. Sebagai gantinya, mereka memanfaatkan daun pisang yang mudah ditemukan di sekitar desa.
“Daun pisang mudah dicari di sini,” kata Saeni sambil membungkus daging kurban.
Baca juga: Polemik Sapi Kurban Presiden dari APBN, Ini Penjelasan Guru Besar UIN
Suasana pembagian daging kurban berlangsung ramai. Ibu-ibu tampak kompak dan antusias membantu proses pengemasan hingga pendistribusian kepada warga yang membutuhkan.
Bagi warga setempat, kegiatan kurban memang bukan agenda yang rutin digelar setiap tahun dalam jumlah besar. Karena itu, penyembelihan sapi kurban kali ini disambut hangat masyarakat desa.
Horna (38), salah seorang warga, mengatakan penggunaan daun pisang sengaja dipilih untuk menekan penumpukan sampah plastik.
Menurut dia, penggunaan daun pisang sebagai pembungkus juga sudah cukup lumrah dilakukan warga Desa Juruan Daya dalam berbagai kegiatan. Selain praktis, cara tersebut dinilai lebih tradisional dan ramah lingkungan.
“Kalau daun pisang kan mudah didapat dan cepat terurai. Jadi lebih bagus dibanding plastik,” tambahnya.
Rencananya, daging kurban yang telah dikemas itu akan dibagikan kepada warga yang membutuhkan di desa setempat.
Sementara itu, Kepala Gadai Mas Nusantara Cabang Sumenep, Ingmatus Zahroh, mengatakan pemilihan Desa Juruan Daya sebagai lokasi penyaluran hewan kurban karena wilayah tersebut relatif jarang mendapatkan bantuan kurban.
“Di desa ini memang cukup jarang ada kegiatan kurban, sehingga kami memilih menyalurkan di sini,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, penggunaan daun pisang juga menjadi bagian dari upaya mengurangi penggunaan sampah plastik sekali pakai. Terlebih, bahan alami tersebut sangat mudah ditemukan di desa setempat.
“Harapannya pemanfaatan daun pisang ini bisa menyadarkan masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik. Sampah plastik sulit terurai, sementara daun pisang lebih ramah lingkungan,” katanya.
Program penyaluran hewan kurban tersebut merupakan bagian dari kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR Gadai Mas Nusantara.
Baca juga: Daging Kurban Alot dan Bau? Ini Cara Mengolahnya agar Lebih Empuk
Tahun ini, perusahaan menyalurkan 99 hewan kurban yang didistribusikan ke 33 cabang di berbagai daerah di Indonesia.
Penyaluran hewan kurban itu difokuskan ke wilayah-wilayah yang masih minim pelaksanaan kurban agar manfaatnya bisa lebih dirasakan masyarakat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang