Editor
KOMPAS.com - Rangkaian puncak ibadah haji 2026 di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) telah berakhir bagi seluruh jemaah haji Indonesia.
Setelah menyelesaikan berbagai prosesi utama haji, jemaah kini memasuki fase akhir penyelenggaraan ibadah, yakni persiapan kepulangan ke Tanah Air.
Pemerintah memastikan proses pemulangan akan berlangsung secara bertahap selama Juni 2026.
Baca juga: 5 Penyebab Haji Mardud dan Cara Meraih Haji Mabrur
Sejumlah layanan dan pendampingan juga tetap disiapkan agar seluruh jemaah dapat menyelesaikan ibadah dengan aman sebelum kembali ke Indonesia.
Menteri Haji dan Umrah RI, Gus Irfan, mengatakan proses pemulangan jemaah haji Indonesia akan dimulai pada Senin, 1 Juni 2026.
Baca juga: 4 Alasan Haji Mardud yang Ibadahnya Tertolak dan Tidak Memberi Manfaat
Pemulangan diawali oleh kloter-kloter awal yang akan diberangkatkan melalui Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah.
"Pada 1 Juni, sebanyak 17 kloter dijadwalkan mulai dipulangkan ke Indonesia," kata Gus Irfan kepada tim Media Center Haji (MCH) di Makkah, Sabtu (30/5/2026).
Menurutnya, proses pemulangan akan berlangsung secara bertahap hingga 30 Juni 2026.
Gus Irfan menjelaskan dimulainya fase pemulangan sejalan dengan berakhirnya seluruh rangkaian puncak haji di Armuzna, termasuk bagi jemaah yang memilih nafar tsani.
Pemerintah juga memastikan seluruh jemaah Indonesia yang masih berada di Mina telah diberangkatkan kembali menuju hotel masing-masing di Makkah pada Sabtu sore waktu Arab Saudi.
"Alhamdulillah, hari ini kami memastikan bahwa pada pukul 15.00 waktu Arab Saudi, seluruh jemaah haji Indonesia yang berada di Mina telah diberangkatkan kembali menuju hotel masing-masing di Makkah," ujarnya.
Dengan selesainya pergerakan dari Mina ke Makkah, fase Armuzna bagi jemaah haji Indonesia resmi berakhir dan jemaah dapat melanjutkan rangkaian ibadah berikutnya di Tanah Haram.
Meski puncak haji telah selesai, Gus Irfan mengingatkan masih ada sebagian jemaah yang belum menuntaskan tawaf ifadah sebagai bagian dari rangkaian ibadah haji.
Sebagian jemaah diketahui telah melaksanakan tawaf ifadah pada 10 hingga 13 Dzulhijjah. Namun, pemerintah memastikan seluruh jemaah yang belum menunaikannya akan terus mendapatkan pendampingan dari petugas.
"Kami telah memerintahkan seluruh petugas untuk memastikan bahwa setiap jemaah yang belum melaksanakan tawaf ifadhah dapat menyelesaikannya sebelum kembali ke Tanah Air," ujarnya.
Petugas haji akan tetap memberikan layanan pendampingan kepada jemaah, terutama bagi lansia, penyandang disabilitas, dan jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu.
Langkah tersebut dilakukan agar seluruh proses ibadah dan persiapan kepulangan dapat berjalan aman, tertib, dan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Menjelang fase pemulangan, Gus Irfan meminta jemaah untuk menjaga kondisi fisik dan mematuhi seluruh arahan petugas.
Ia mengingatkan agar jemaah tidak memaksakan diri melakukan aktivitas yang dapat mengganggu kesehatan, terutama setelah menjalani rangkaian ibadah yang cukup menguras tenaga selama musim haji.
"Kami mengimbau seluruh jemaah untuk tetap menjaga kesehatan, mematuhi jadwal yang telah ditetapkan, mengikuti arahan petugas, serta tidak memaksakan diri melakukan aktivitas di luar kemampuan fisik, terutama menjelang masa kepulangan," pungkasnya.
Dengan dimulainya fase pemulangan, penyelenggaraan haji Indonesia 2026 memasuki tahap akhir.
Pemerintah berharap seluruh jemaah dapat kembali ke Tanah Air dalam kondisi sehat setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji dengan baik.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul “Fase Kepulangan Jemaah ke Indonesia Dimulai 1 Juni 2026, 17 Kloter Siap Dipulangkan”.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang