Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kloter Pertama Mulai Dipulangkan, 445 Jemaah Embarkasi Batam Diberangkatkan ke Tanah Air

Kompas.com, 1 Juni 2026, 20:37 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Fase pemulangan jemaah haji Indonesia gelombang pertama resmi dimulai pada awal Juni 2026.

Kelompok terbang (Kloter) pertama Embarkasi Batam (BTH-1) menjadi rombongan perdana yang diberangkatkan dari Arab Saudi menuju Indonesia setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji.

Sebanyak 445 jemaah diberangkatkan dari pemondokan di Makkah menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah.

Baca juga: Jemaah Haji Aceh Wafat di Tanah Suci Bertambah Jadi Enam Orang

Proses pemulangan dilakukan secara bertahap hingga seluruh jemaah kembali ke Tanah Air sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Kloter BTH-1 Jadi Rombongan Pertama yang Pulang ke Indonesia

Sebanyak 445 jemaah haji yang tergabung dalam Kloter BTH-1 diberangkatkan dari hotel pemondokan di Makkah menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, pada Minggu (31/5/2026) malam waktu Arab Saudi.

Baca juga: Seorang Jemaah Haji Asal Bengkulu Wafat, Jenazah akan Dimakamkan di Makkah

Para jemaah dijadwalkan lepas landas menuju Indonesia pada Senin (1/6) pukul 03.00 waktu Arab Saudi, menandai dimulainya fase pemulangan jemaah haji Indonesia gelombang pertama.

Prosesi pelepasan jemaah dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Haji dan Umrah Teguh Dwi Nugroho bersama Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah Ihsan Faisal.

Jemaah Haji Antusias Kembali ke Tanah Air

Kepala Daker Makkah Ihsan Faisal mengatakan para jemaah terlihat bahagia dan antusias menjelang kepulangan ke Indonesia setelah menyelesaikan ibadah haji.

"Alhamdulillah tadi kita perhatikan, kita lihat para jemaah merasa bangga, senang, sehat-sehat, dan tentu semuanya sudah kangen Tanah Air, kangen keluarga, kangen rumah," ujar Ihsan usai melepas kepulangan jemaah haji di Hotel Safa Almurjan, Makkah, Minggu (31/5).

Menurut Ihsan, kondisi kesehatan jemaah secara umum terpantau baik sehingga proses pemulangan dapat berjalan lancar.

Pemulangan Gelombang Pertama Libatkan 17 Kloter

Ihsan menjelaskan pemulangan jemaah haji gelombang pertama akan berlangsung secara bertahap mulai 1 Juni 2026.

Pada fase ini, sebanyak 17 kloter dengan total 6.798 jemaah dijadwalkan diterbangkan dari Arab Saudi menuju berbagai embarkasi di Indonesia.

Proses pemulangan dilakukan setelah jemaah menyelesaikan seluruh rangkaian utama ibadah haji di Tanah Suci.

Jemaah Gelombang Kedua Pulang Mulai 16 Juni 2026

Sementara itu, berdasarkan Rencana Perjalanan Haji (RPH) 2026, jemaah haji yang tergabung dalam gelombang kedua akan mulai dipulangkan pada 16 hingga 30 Juni 2026 melalui Madinah.

Sebelum kembali ke Indonesia, jemaah gelombang kedua akan diberangkatkan terlebih dahulu dari Makkah menuju Madinah pada 7 Juni 2026.

Di Kota Nabawi tersebut, jemaah akan menjalani masa tinggal sekitar sembilan hari sebelum diterbangkan ke Tanah Air.

Jemaah Diminta Maksimalkan Ibadah di Madinah

Ihsan mengimbau jemaah gelombang kedua untuk memanfaatkan waktu yang masih tersedia di Arab Saudi dengan memperbanyak aktivitas ibadah dan ziarah.

Menurutnya, kesempatan berada di Madinah dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas ibadah sebelum kembali ke Indonesia.

"Jemaah gelombang kedua bisa memanfaatkan waktu sebelum kepulangan dengan aktivitas yang bermanfaat dan bernilai ibadah. jemaah memiliki kesempatan untuk melaksanakan shalat di Masjid Nabawi, ziarah ke Makam Nabi Muhammad SAW dan masuk ke Raudhah, hingga city tour ke beberapa tempat bersejarah," kata Ihsan.

Ia berharap seluruh jemaah dapat menjaga kesehatan dan memanfaatkan sisa waktu di Tanah Suci dengan kegiatan yang memberikan nilai spiritual dan pengalaman keagamaan yang berkesan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar