Editor
KOMPAS.com - Fase pemulangan jemaah haji Indonesia gelombang pertama dari Makkah ke Tanah Air resmi dimulai pada Senin (1/6/2026).
Di saat yang sama, jemaah gelombang kedua bersiap melanjutkan perjalanan ke Madinah untuk menjalani rangkaian ibadah berikutnya.
Kondisi tersebut membuat jumlah jemaah Indonesia yang berada di Makkah akan terus berkurang dalam beberapa pekan ke depan.
Baca juga: Cerita Anis Saat Badalkan Haji Firdaus, Jemaah yang Hilang dan Wafat di Makkah
Seiring berkurangnya jumlah jemaah, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi juga akan menyesuaikan operasional bus shalawat secara bertahap.
Kepala Bidang Layanan Transportasi PPIH Arab Saudi, Syarif Rahman, mengatakan jumlah bus shalawat akan disesuaikan dengan jumlah jemaah yang masih berada di Kota Makkah.
Baca juga: 21 Rute Bus Shalawat dari Hotel ke Masjidil Haram Lengkap dengan Warnanya, Beroperasi Gratis 24 Jam
Penyesuaian dilakukan karena sebagian jemaah mulai dipulangkan ke Indonesia, sementara jemaah gelombang kedua secara bertahap akan bergerak menuju Madinah.
Menurutnya, semakin sedikit jemaah Indonesia yang berada di Makkah, maka kebutuhan armada bus shalawat juga akan semakin berkurang.
"Nanti berangsur-angsur akan disesuaikan. Hari terakhir, hari ke-22 itu tinggal 54 bus shalawat yang beroperasi," ujar Syarif.
Meski jumlah armada akan dikurangi, PPIH memastikan layanan transportasi bagi jemaah tetap berjalan optimal.
Pengurangan armada dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan mobilitas jemaah yang masih menjalankan aktivitas ibadah di Masjidil Haram dan lokasi lainnya di Makkah.
Karena itu, penyesuaian jumlah bus dilakukan tanpa mengganggu akses transportasi yang dibutuhkan jemaah selama masa operasional haji.
Syarif mengungkapkan sejumlah tantangan yang sempat muncul sebelum puncak haji masih menjadi perhatian pada masa operasional pasca-Armuzna.
Salah satu persoalan yang sering terjadi adalah kepadatan penumpang di terminal setelah salat wajib serta pengaturan pintu masuk dan keluar di area peron.
Untuk mengatasi hal tersebut, PPIH telah berkoordinasi dengan pihak terkait agar seluruh akses di terminal dapat dimanfaatkan secara maksimal.
"Kami sudah koordinasi. Seperti di Syib Amir dan Ajyad itu memang problem-nya tidak semua pintu dibuka, sehingga ada penumpukan jemaah. Oleh karena itu sekarang kami sudah komunikasi dengan pihak terkait di sana, di Ajyad itu tiga pintu dibuka semuanya, di Syib Amir ada sekitar 16 pintu untuk dibuka semuanya," ujar Syarif.
PPIH Arab Saudi juga mengingatkan jemaah untuk tetap tertib dan sabar saat menggunakan layanan bus shalawat, terutama karena suhu udara di Makkah masih cukup tinggi.
Untuk membantu mengurai kepadatan, petugas telah menyiapkan titik-titik antrean yang diberi nomor di sejumlah terminal, termasuk Terminal Syib Amir.
Sistem tersebut diterapkan agar konsentrasi massa dapat terbagi ke beberapa titik dan tidak menumpuk di satu lokasi.
"Cuaca di Makkah masih cukup panas. Karena itu, kami mengimbau jemaah untuk sabar mengantre dan memanfaatkan titik-titik tunggu yang sudah diberi nomor. Tujuannya agar tidak terjadi kerumunan yang berpotensi membuat jemaah kelelahan atau mengalami dehidrasi," kata Syarif.
Syarif menegaskan jemaah tidak perlu berdesakan atau berebut saat menunggu armada bus shalawat.
Menurutnya, bus shalawat beroperasi secara berkelanjutan dan terus berputar melayani rute-rute yang telah ditetapkan selama musim haji.
Dengan sistem layanan yang terus berjalan, jemaah diharapkan dapat menunggu dengan tertib sehingga perjalanan menuju dan dari Masjidil Haram tetap aman, nyaman, dan lancar hingga akhir operasional haji 2026.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul “Fase Pemulangan Jemaah Dimulai, Jumlah Bus Shalawat akan Dikurangi Bertahap”.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang