Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Selama 7 Bulan, Ponpes Bina Insan Mulia Ajak 300 Santri "Study Tour" ke China

Kompas.com, 2 Juni 2026, 13:03 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon terus menunjukkan langkah progresif dalam membangun wawasan global para santrinya. Selama tujuh bulan terakhir, sejak November 2025 hingga Mei 2026, sebanyak 300 santri telah diberangkatkan ke China dalam program study tour internasional yang dilaksanakan dalam lima gelombang.

Program tersebut diikuti para santri dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SMP IT, SMA Unggulan Bertaraf Internasional, SMK Broadcast, Madrasah Aliyah Unggulan Bertaraf Internasional, hingga SMP Unggulan.

Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia, KH Imam Jazuli Lc MA, mengatakan bahwa program ini bertujuan membuka cakrawala berpikir para santri terhadap perkembangan dunia internasional, khususnya negara-negara yang berhasil membangun kemajuan di berbagai bidang.

Baca juga: Pesantren Rasa Korporasi: BIMA Melejit dengan 3 Kampus, 5.000 Santri, hingga Jaringan 16 Negara

“Kalau Indonesia ingin maju, maka belajarlah dari negara yang sudah maju. Tidak ada negara yang ujug-ujug maju kecuali setelah belajar dari negara lain yang lebih maju. Inilah yang saya sebut sebagai hukum peradaban,” ujar Kiai Imam Jazuli saat melepas keberangkatan santri, dalam keterangan tertulis, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, China menjadi salah satu negara yang layak dipelajari karena mampu bangkit dari berbagai tantangan sejarah hingga menjelma sebagai kekuatan dunia dalam bidang teknologi, pendidikan, ekonomi, industri, fashion, hingga arsitektur.

Melalui program tersebut, para santri tidak hanya diajak berwisata internasional, tetapi juga belajar langsung tentang budaya inovasi, disiplin, serta kerja keras yang menjadi fondasi kemajuan sebuah bangsa.

Selama berada di China, Macau, dan Hong Kong, para santri mengunjungi berbagai destinasi edukatif dan pusat keunggulan modern. Di Hong Kong, rombongan diajak mengunjungi Kowloon Mosque and Islamic Centre yang menjadi salah satu masjid tertua dan terbesar di wilayah tersebut.

Mereka juga menyambangi Avenue of Stars yang menampilkan jejak para tokoh perfilman legendaris Hong Kong.

Sementara di Shenzhen, para santri diajak melihat langsung Shenzhen Industrial Park yang dikenal sebagai pusat inovasi teknologi dan ekosistem industri digital China.

Tak hanya itu, mereka juga mengunjungi Shenzhen Zhongshuge Bookstore, toko buku ikonik dengan desain arsitektur futuristik yang mendunia.

Untuk agenda company visit, para santri berkesempatan mengunjungi Rixin Cosmetic di Zhongshan, salah satu perusahaan kosmetik besar di China yang produknya telah dipasarkan ke berbagai negara.

Menurut panitia, pengalaman tersebut memberi dampak besar terhadap pola pikir dan cita-cita para santri. Banyak di antara mereka kini tertarik melanjutkan pendidikan tinggi di China.

Tahun ini, sebanyak 64 lulusan Bina Insan Mulia berhasil diterima di 15 kampus di China melalui jalur beasiswa. Bahkan, untuk tahun 2027 sudah ada 128 santri yang mendaftar untuk melanjutkan studi ke Negeri Tirai Bambu.

Beberapa kampus tujuan para santri antara lain Zhejiang University, Beijing Institute of Technology, Sichuan University, Jiangsu University, hingga National Chi Nan University.

Baca juga: Ponpes Bina Insan Mulia Bongkar Rahasia Ledakan Jumlah Santri, KH Imam Jazuli Soroti Kekuatan Medsos

Kiai Imam Jazuli menilai kampus-kampus di China memiliki kekuatan besar dalam pengembangan STEM atau science, technology, engineering, dan mathematics, serta keterhubungan yang kuat dengan kebutuhan industri dan pembangunan nasional.

“Karena saya ingin santri-santri saya berperan di sejumlah posisi strategis pembangunan Indonesia, maka mereka saya dorong dan saya fasilitasi untuk menimba ilmu di China sebagai pusat kemajuan hari ini,” pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Aktual
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Aktual
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Aktual
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Aktual
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Aktual
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Aktual
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Aktual
7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna
7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna
Aktual
Tokoh NU Banten Dorong PBNU Kembali ke Khittah, Sebut Pengurus Harus Jadi 'Pelayan Ulama'
Tokoh NU Banten Dorong PBNU Kembali ke Khittah, Sebut Pengurus Harus Jadi "Pelayan Ulama"
Aktual
Kapan Shalat Taubat Dilakukan? Simak Penjelasan Waktu Terbaik dan Harus Dihindari
Kapan Shalat Taubat Dilakukan? Simak Penjelasan Waktu Terbaik dan Harus Dihindari
Aktual
Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag 2025 Cair Minggu Depan
Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag 2025 Cair Minggu Depan
Aktual
Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Netral Jelang Muktamar NU 2026, Fokus Layani Muktamirin
Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Netral Jelang Muktamar NU 2026, Fokus Layani Muktamirin
Aktual
3 Syarat Agar Taubat Diterima Allah Menurut Penjelasan Ulama
3 Syarat Agar Taubat Diterima Allah Menurut Penjelasan Ulama
Aktual
Tata Cara Shalat Taubat Lengkap dengan Niat dan Doa
Tata Cara Shalat Taubat Lengkap dengan Niat dan Doa
Doa dan Niat
Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, ASN Diminta Segera Bangun Komunikasi
Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, ASN Diminta Segera Bangun Komunikasi
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar