Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

195.326 Jemaah Haji Indonesia Bayar Dam, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Kompas.com, 2 Juni 2026, 18:07 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Sebanyak 195.326 jemaah haji Indonesia telah menyelesaikan kewajiban membayar dam pada penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M.

Mayoritas jemaah menunaikan dam melalui saluran resmi yang telah ditetapkan pemerintah, baik melalui program Adahi di Arab Saudi maupun lembaga resmi Indonesia.

Tingginya tingkat partisipasi tersebut dinilai mencerminkan kepatuhan jemaah terhadap ketentuan ibadah sekaligus mendukung tata kelola dam yang tertib, aman, dan akuntabel.

Baca juga: Baznas Kelola 1.240 Kambing Dam Haji, Dagingnya untuk Mustahik

Pada musim haji tahun ini, daging hasil penyembelihan hewan dam jemaah Indonesia diprioritaskan untuk membantu masyarakat Palestina yang sedang menghadapi krisis kemanusiaan.

Mayoritas Jemaah Menunaikan Dam Melalui Jalur Resmi

Dari total 195.326 jemaah yang telah menunaikan dam, sebanyak 135.367 orang melaksanakannya melalui program resmi Adahi yang ditetapkan Pemerintah Arab Saudi.

Baca juga: Daging Dam Jemaah Haji Indonesia akan Disalurkan untuk Palestina

Sebanyak 53.506 jemaah membayar dam melalui lembaga resmi Indonesia.

Sementara itu, 6.453 jemaah memilih mengganti dam dengan puasa dan 4.084 jemaah lainnya menjalankan skema Haji Ifrad.

Capaian tersebut menunjukkan tingginya kepatuhan jemaah dalam memenuhi kewajiban ibadah sekaligus mendukung pelaksanaan dam yang lebih tertib dan terukur.

Daging Dam Diprioritaskan untuk Warga Palestina

Koordinator Bidang Bimbingan Ibadah dan Dam PPIH Arab Saudi, M Afief Mundzir, mengatakan kebijakan penyaluran daging dam kepada masyarakat Palestina merupakan bentuk solidaritas kemanusiaan.

Kebijakan tersebut juga menjadi tindak lanjut arahan Menteri Haji dan Umrah Moch Irfan Yusuf serta Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak.

Pernyataan itu disampaikan Afief saat meninjau langsung lokasi penyembelihan hewan dam di fasilitas Adahi, Makkah, Senin (1/6/2026), setelah rangkaian puncak ibadah haji.

"Ini menjadi nilai tambah bagi bangsa Indonesia, khususnya bagi jemaah haji Indonesia, karena ibadah yang mereka tunaikan juga membawa manfaat bagi saudara-saudara yang membutuhkan," ujar Afief kepada tim Media Center Haji (MCH).

Menurut Afief, Indonesia kembali menjadi salah satu kontributor terbesar dalam program dam resmi Adahi pada musim haji tahun ini dengan partisipasi sekitar 135 ribu jemaah.

"Sebagaimana tahun lalu, Adahi telah menyalurkan bantuan ke Palestina. Tahun ini, arahan dari Pak Menteri dan Pak Wamen sangat jelas, agar daging dam dari jemaah Indonesia dapat diprioritaskan untuk saudara-saudara kita di Palestina," katanya.

Pengelolaan Dam Dinilai Semakin Akuntabel

Afief mengatakan proses penyembelihan hewan dam pada Hari Tarwiyah berjalan lancar.

Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan layanan haji yang kini berada di bawah Kementerian Haji dan Umrah mampu memberikan kemudahan bagi jemaah Indonesia.

"Alhamdulillah, tahun ini jemaah haji kita bisa menyalurkan dam melalui saluran resmi yang ditetapkan otoritas Kerajaan Arab Saudi. Jumlahnya sangat besar dan ini menjadi pembuktian bahwa layanan haji dapat dikelola dengan baik, aman, nyaman, dan akuntabel," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penggunaan jalur resmi memberikan kepastian bahwa proses penyembelihan dilakukan sesuai ketentuan syariat.

Selain itu, jalur resmi juga memastikan distribusi daging berlangsung secara terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.

Distribusi Dam ke Palestina Permintaan Khusus Kemenhaj

Sebelumnya, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan bahwa Kementerian Haji dan Umrah telah mengajukan permintaan khusus kepada Pemerintah Arab Saudi dan pengelola Adahi agar sebagian besar daging dam jemaah Indonesia disalurkan kepada masyarakat Palestina.

"Kami sudah meminta secara khusus kepada Adahi juga Pemerintah Saudi Arabia supaya daging-daging dam ini didistribusikan untuk masyarakat Palestina," kata Dahnil di Makkah, Jumat (22/5/2026).

Menurut Dahnil, jumlah hewan dam dari jemaah haji Indonesia yang berpotensi disalurkan ke Palestina tahun ini diperkirakan mencapai hampir 90 ribu ekor.

Kebijakan tersebut juga merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang meminta pemerintah memberikan perhatian lebih besar terhadap kondisi kemanusiaan di Palestina.

"Presiden berharap daging-daging dam jemaah haji Indonesia didistribusikan untuk warga Palestina yang membutuhkan," ujar Dahnil.

Selain untuk Palestina, sebagian daging dam juga direncanakan akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan di berbagai kawasan Timur Tengah.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul “Dam Jemaah Indonesia Capai 135 Ribu, Diprioritaskan untuk Palestina”.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Jadwal Pemulangan Jemaah Haji Debarkasi Lombok, Bertahap dari 2-21 Juni 2026
Jadwal Pemulangan Jemaah Haji Debarkasi Lombok, Bertahap dari 2-21 Juni 2026
Aktual
Kisah Haru Penjual Sepatu yang Dapat Gelar Haji Mabrur Tanpa ke Makkah
Kisah Haru Penjual Sepatu yang Dapat Gelar Haji Mabrur Tanpa ke Makkah
Aktual
Bagaimana Nasib Barang Bawaan yang Disita dari Koper Jemaah Haji? Ini Penjelasan Garuda
Bagaimana Nasib Barang Bawaan yang Disita dari Koper Jemaah Haji? Ini Penjelasan Garuda
Aktual
Kisah Bakti Rina, Kembali Berhaji untuk Badal Haji Sang Ibu yang Telah Wafat
Kisah Bakti Rina, Kembali Berhaji untuk Badal Haji Sang Ibu yang Telah Wafat
Aktual
195.326 Jemaah Haji Indonesia Bayar Dam, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
195.326 Jemaah Haji Indonesia Bayar Dam, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Aktual
Jemaah Haji Pulang Diikuti Malaikat, Mitos atau Fakta? Ini Penjelasannya
Jemaah Haji Pulang Diikuti Malaikat, Mitos atau Fakta? Ini Penjelasannya
Aktual
Skema Pemulangan Haji 2026 Dipercepat, Waktu Tunggu Jemaah Kini Hanya 30-45 Menit di Bandara
Skema Pemulangan Haji 2026 Dipercepat, Waktu Tunggu Jemaah Kini Hanya 30-45 Menit di Bandara
Aktual
Wajib bagi Jemaah Haji! Isi Form Kedatangan Online agar Bebas Antre di RI
Wajib bagi Jemaah Haji! Isi Form Kedatangan Online agar Bebas Antre di RI
Aktual
Musim Haji Berakhir, Arab Saudi Resmi Buka Pengajuan Visa Umrah
Musim Haji Berakhir, Arab Saudi Resmi Buka Pengajuan Visa Umrah
Aktual
Tak Cuma Pesantren, Wasekjen PBNU Desak PBNU Bangun Sekolah di Area Urban
Tak Cuma Pesantren, Wasekjen PBNU Desak PBNU Bangun Sekolah di Area Urban
Aktual
6.397 Jemaah Haji Tiba di RI, Kemenhaj Rilis Data Resmi Kepulangan 2026
6.397 Jemaah Haji Tiba di RI, Kemenhaj Rilis Data Resmi Kepulangan 2026
Aktual
Wasekjen PBNU: Saya Pesimis, Konflik Elite NU Bikin Anak Muda Makin Jauh
Wasekjen PBNU: Saya Pesimis, Konflik Elite NU Bikin Anak Muda Makin Jauh
Aktual
Jelang Muktamar, Wasekjen PBNU Minta Ada Dewan Pakar di Struktur Baru
Jelang Muktamar, Wasekjen PBNU Minta Ada Dewan Pakar di Struktur Baru
Aktual
Wasekjen PBNU: Konflik Internal Jadi Beban Berat Generasi Muda NU
Wasekjen PBNU: Konflik Internal Jadi Beban Berat Generasi Muda NU
Aktual
Wasekjen PBNU: Jika Gus Dur Masih Hidup, Beliau Pasti Kritik NU Saat Ini
Wasekjen PBNU: Jika Gus Dur Masih Hidup, Beliau Pasti Kritik NU Saat Ini
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com