Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Seamless Corridor bagi Jamaah Haji 2026, Deteksi AI Pakai Wajah Tanpa Tunjukkan Paspor dan Cap

Kompas.com, 3 Juni 2026, 09:52 WIB
Add on Google
Azwa Safrina,
Khairina

Tim Redaksi

SURABAYA, KOMPAS.com - Pemulangan jamaah haji 1447 H/2026 M sudah dimulai sejak kemarin, Senin (1/6/2026) sampai 1 Juli 2026 dengan total sebanyak 44.000 jamaah yang pulang melalui debarkasi Surabaya.

Dari total jumlah tersebut, 1.897 jamaah haji sudah sampai di tanah air melalui lima kelompok terbang (kloter) pertama pada Senin.

Banyaknya jumlah jamaah haji itu, debarkasi Surabaya mengenalkan teknologi seamless corridor.

Baca juga: Jemaah Haji Pulang Diikuti Malaikat, Mitos atau Fakta? Ini Penjelasannya

Sistem seamless corridor yakni inovasi imigrasi berbasis biometrik dan AI yang mempercepat proses kedatangan jemaah haji setibanya di Tanah Air.

Wakil Ketua I Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, Novianto Sulastono menjelaskan tujuan dari seamless corridor agar jamaah tidak perlu lagi mengantre, mengeluarkan paspor, atau dicap.

Nantinya, identitas para jamaah otomatis terverifikasi hanya dengan melewati pintu khusus dan memindai iris mata atau wajah.

“Seseorang yang memang dia terdaftar sebagai penumpang dalam penerbangan akan dideteksi melalui iris mata dan akan terbaca datanya. Jadi, mereka cukup pegang paspor saja, data perlintasannya sudah tercatat,” jelas Novianto, Selasa (2/6/2026).

Ia menuturkan, sistem tersebut dapat memotong waktu antrean jamaah.

Dari sekitar 378 jamaah hanya memerlukan waktu sekitar 40 menit dengan menggunakan autogate.

“Dibandingkan dengan sistem manual, kalau tadi ada 378 jamaah bisa sampai antara 2-3 jam,” sebutnya.

Baca juga: 195.326 Jemaah Haji Indonesia Bayar Dam, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Sistem tersebut pertama kalinya digunakan di Jawa Timur di Bandara Juanda dengan tingkat akurasi 99,9 persen.

“Jadi ini menjadi yang kedua setelah juga diterapkan di Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta. Tingkat keakuratannya 99,9 persen, dari 378 penumpang yang ada kendala hanya dua sampai tiga orang saja,” jelasnya.

Ia menerangkan, kebanyakan dari jamaah yang terkendala itu karena tidak melihat ke arah kamera pada saat melintasi autogate.

“Jadi memang kita arahkan setiap lewat, harus lihat ke arah kamera. Tadi untuk yang tidak terbaca kita pakai secara manual,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua PPIH Debarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam menerangkan sistem tersebut juga memudahkan dalam tracking untuk mengurangi potensi jamaah haji yang kabur dan tidak pulang.

“Karena yang jadi problem bukan itu, banyak jemaah kita kalau paspor sudah diberikan, bisa melarikan diri, nggak pulang,” tutur Anam.

Ia berharap menggunakan seamless corridor dapat mengatasi permasalahan antrean panjang.

“Saya kira penerapannya tidak ada kendala dan kita berharap nanti seluruh putaran yang ada bisa seperti itu dan lebih cepat,” pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Doa Menyambut Kepulangan Jemaah Haji agar Meraih Haji Mabrur
Doa Menyambut Kepulangan Jemaah Haji agar Meraih Haji Mabrur
Doa dan Niat
Gus Yahya Bantah Tambang NU untuk Kepentingan Pribadi: Ini Amanah Jam'iyah
Gus Yahya Bantah Tambang NU untuk Kepentingan Pribadi: Ini Amanah Jam'iyah
Aktual
Aturan bagi Jemaah Haji yang Bawa Kursi Roda Sendiri di Bandara
Aturan bagi Jemaah Haji yang Bawa Kursi Roda Sendiri di Bandara
Aktual
Bukan Rabiul Awal, Ini Alasan Tahun Baru Islam Dimulai 1 Muharram
Bukan Rabiul Awal, Ini Alasan Tahun Baru Islam Dimulai 1 Muharram
Aktual
7 Amalan Sunnah Setelah Pulang Haji agar Kemabruran Tetap Terjaga
7 Amalan Sunnah Setelah Pulang Haji agar Kemabruran Tetap Terjaga
Doa dan Niat
Lompatan Besar Pelayanan Haji 2026, Wamenag Apresiasi Prabowo
Lompatan Besar Pelayanan Haji 2026, Wamenag Apresiasi Prabowo
Aktual
Seamless Corridor bagi Jamaah Haji 2026, Deteksi AI Pakai Wajah Tanpa Tunjukkan Paspor dan Cap
Seamless Corridor bagi Jamaah Haji 2026, Deteksi AI Pakai Wajah Tanpa Tunjukkan Paspor dan Cap
Aktual
1 Muharram 1448 H Jatuh 16 Juni 2026, Ini Jadwal Libur Nasional
1 Muharram 1448 H Jatuh 16 Juni 2026, Ini Jadwal Libur Nasional
Aktual
Doa Orang Pulang Haji Diyakini Makbul, Sampai Kapan Keutamaannya?
Doa Orang Pulang Haji Diyakini Makbul, Sampai Kapan Keutamaannya?
Doa dan Niat
SMA Konservasi Pertama di Indonesia Milik Muhammadiyah: Gabungkan Pendidikan, Agama, dan Pelestarian Alam
SMA Konservasi Pertama di Indonesia Milik Muhammadiyah: Gabungkan Pendidikan, Agama, dan Pelestarian Alam
Aktual
Muhammadiyah Umumkan 20 Penerima Beasiswa Al-Azhar Mesir 2026, Siapkan Kader Ulama Bertaraf Global
Muhammadiyah Umumkan 20 Penerima Beasiswa Al-Azhar Mesir 2026, Siapkan Kader Ulama Bertaraf Global
Aktual
 Sekjen MUI Tanggapi Tuduhan terhadap Kiai Pesantren, Minta Tabayun dan Hindari Fitnah
Sekjen MUI Tanggapi Tuduhan terhadap Kiai Pesantren, Minta Tabayun dan Hindari Fitnah
Aktual
Awas Sindrom Pascahaji, Psikolog Ungkap Penyebab Jemaah Merasa Rindu Tanah Suci
Awas Sindrom Pascahaji, Psikolog Ungkap Penyebab Jemaah Merasa Rindu Tanah Suci
Aktual
Sebanyak 5.329 Jemaah Haji Khusus Indonesia Sudah Pulang ke Tanah Air
Sebanyak 5.329 Jemaah Haji Khusus Indonesia Sudah Pulang ke Tanah Air
Aktual
YIA Layani Debarkasi Haji Perdana, Jemaah Kloter 1 Kulon Progo Telah Tiba dari Jeddah
YIA Layani Debarkasi Haji Perdana, Jemaah Kloter 1 Kulon Progo Telah Tiba dari Jeddah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com