Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Tradisi Tahun Baru Islam di Indonesia yang Masih Lestari, dari Mabit hingga Tabuik

Kompas.com, 12 Juni 2026, 14:40 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Tahun Baru Islam 1 Muharram menjadi momen yang dinantikan umat Muslim untuk memperbanyak ibadah dan melakukan refleksi diri.

Pergantian tahun Hijriah tidak hanya dimaknai sebagai perubahan kalender, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat keimanan serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Di Indonesia, peringatan Tahun Baru Islam tidak hanya berisi kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan masyarakat.

Baca juga: Siap-siap Long Weekend, Ini Jadwal Libur Tahun Baru Islam 1448 H

Tradisi Tahun Baru Islam di Indonesia

Tradisi menyambut Tahun Baru Islam di Indonesia berkembang menjadi tradisi yang berpadu dengan nilai-nilai budaya lokal.

Berbagai daerah memiliki cara khas dalam menyambut datangnya 1 Muharram yang terus dijaga dan dilestarikan hingga kini.

Baca juga: Sejarah 1 Muharram Jadi Tahun Baru Islam, Ternyata Bukan Ditetapkan pada Masa Nabi

Dilansir dari Antara, berikut sejumlah tradisi yang masih dijalankan di berbagai daerah.

1. Mabit di Masjid

Salah satu tradisi yang kerap dilakukan umat Islam dalam menyambut Tahun Baru Hijriah adalah mabit di masjid.

Kegiatan ini biasanya diisi dengan istighosah, pembacaan doa akhir tahun, dan dilanjutkan dengan doa awal tahun.

Di sejumlah daerah, mabit juga diisi dengan pengajian, ceramah agama, hingga menginap semalam di masjid.

Banyak jamaah memanfaatkan momen tersebut untuk memperbanyak ibadah dan bermunajat kepada Allah SWT, memohon ampunan serta petunjuk di tahun yang baru.

Tradisi ini bertujuan memperkuat keimanan dan meningkatkan ketakwaan umat Islam menjelang datangnya 1 Muharram.

2. Pawai Obor

Pawai obor menjadi salah satu tradisi yang paling meriah dan banyak dinantikan, terutama oleh anak-anak dan remaja.

Tradisi ini dilakukan dengan berjalan mengelilingi kampung atau desa sambil membawa obor dan melantunkan shalawat sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.

Selain menyemarakkan pergantian tahun Hijriah, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan serta menumbuhkan semangat keislaman di tengah masyarakat.

3. Bubur Suro

Di sejumlah wilayah Jawa Barat dan sebagian Jawa Tengah, Tahun Baru Islam identik dengan tradisi membuat bubur suro.

Masyarakat biasanya bergotong royong menyiapkan dua jenis bubur, yaitu bubur merah dan bubur putih, yang dimasak secara terpisah.

Setelah pengajian dan doa bersama di masjid, bubur tersebut disajikan dan disantap bersama-sama. Tradisi ini menjadi bentuk rasa syukur sekaligus sarana mempererat silaturahmi antarwarga.

4. Kirab Kebo Bule

Di Kota Solo, Tahun Baru Islam atau yang dikenal dengan malam 1 Suro diperingati melalui kirab budaya yang sarat nilai tradisi.

Salah satu ciri khasnya adalah kirab kebo bule, yakni arak-arakan kerbau albino milik Keraton Surakarta yang dianggap sebagai hewan keramat peninggalan Kyai Slamet.

Kirab tersebut biasanya disertai pengawalan pusaka keraton dan menjadi bagian penting dari rangkaian upacara budaya yang masih dijunjung tinggi oleh masyarakat Solo.

5. Tabuik

Tradisi Tabuik menjadi salah satu perayaan Tahun Baru Islam yang paling dikenal di Pariaman, Sumatera Barat.

Masyarakat setempat membuat replika buraq yang disebut tabuik sebagai bentuk penghormatan kepada cucu Nabi Muhammad SAW, Imam Husain, yang gugur dalam peristiwa Karbala.

Tabuik umumnya digelar menjelang atau pada 10 Muharram. Puncak acaranya berupa arak-arakan tabuik yang diiringi musik dan tarian tradisional, kemudian dilarung ke laut sebagai simbol kembalinya arwah Imam Husain ke sisi Allah SWT.

Tradisi Keagamaan dan Budaya yang Tetap Terjaga

Beragam tradisi menyambut Tahun Baru Islam di Indonesia menunjukkan bagaimana nilai-nilai keagamaan berpadu dengan budaya lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

Mulai dari mabit di masjid, pawai obor, bubur suro, kirab kebo bule, hingga Tabuik, seluruhnya menjadi bagian dari kekayaan tradisi yang memperkuat semangat kebersamaan sekaligus mengingatkan umat Islam akan makna hijrah, refleksi diri, dan peningkatan kualitas ibadah di awal tahun Hijriah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
7 Doa Penenang Hati saat Gelisah, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
7 Doa Penenang Hati saat Gelisah, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Aktual
Surah Al An'am Ayat 29, Ingatkan Tentang Kehidupan Setelah Kematian
Surah Al An'am Ayat 29, Ingatkan Tentang Kehidupan Setelah Kematian
Aktual
4 Doa Memohon Rezeki, Lengkap Arab, Latin, Arti, serta Keutamaannya
4 Doa Memohon Rezeki, Lengkap Arab, Latin, Arti, serta Keutamaannya
Aktual
Hanya 2 Tahun, Umar bin Abdul Aziz Berhasil Tekan Kemiskinan
Hanya 2 Tahun, Umar bin Abdul Aziz Berhasil Tekan Kemiskinan
Aktual
Doa Masuk Rumah Lengkap Arab, Latin, Arti dan Adabnya dalam Islam
Doa Masuk Rumah Lengkap Arab, Latin, Arti dan Adabnya dalam Islam
Aktual
Arti Doa Allahumma Yassir Wala Tu'assir, Dibaca Saat Menghadapi Kesulitan
Arti Doa Allahumma Yassir Wala Tu'assir, Dibaca Saat Menghadapi Kesulitan
Doa dan Niat
30 Ucapan Tahun Baru Islam 1448 H untuk Spanduk dan Baliho Penuh Makna
30 Ucapan Tahun Baru Islam 1448 H untuk Spanduk dan Baliho Penuh Makna
Aktual
Hukum Menyandang Gelar Haji dan Hajjah, Tradisi atau Ajaran Islam? Simak Penjelasannya
Hukum Menyandang Gelar Haji dan Hajjah, Tradisi atau Ajaran Islam? Simak Penjelasannya
Aktual
5 Tradisi Tahun Baru Islam di Indonesia yang Masih Lestari, dari Mabit hingga Tabuik
5 Tradisi Tahun Baru Islam di Indonesia yang Masih Lestari, dari Mabit hingga Tabuik
Aktual
10 Doa agar Terhindar dari Fitnah Akhir Zaman dan Dajjal
10 Doa agar Terhindar dari Fitnah Akhir Zaman dan Dajjal
Doa dan Niat
6 Tradisi Tahun Baru Islam di Berbagai Negara, dari Indonesia hingga Mesir
6 Tradisi Tahun Baru Islam di Berbagai Negara, dari Indonesia hingga Mesir
Aktual
Surah Al Mulk, Amalan Malam yang Disebut Menyelamatkan dari Azab Kubur
Surah Al Mulk, Amalan Malam yang Disebut Menyelamatkan dari Azab Kubur
Doa dan Niat
Hidup Sezaman Nabi Muhammad, Ratu Shima Viral hingga Jazirah Arab
Hidup Sezaman Nabi Muhammad, Ratu Shima Viral hingga Jazirah Arab
Aktual
Sejarah Kota Mekkah, Tempat Kelahiran Nabi Muhammad SAW dan Pusat Peradaban Islam
Sejarah Kota Mekkah, Tempat Kelahiran Nabi Muhammad SAW dan Pusat Peradaban Islam
Aktual
Surah Al Ikhlas Hanya 4 Ayat, Mengapa Setara Sepertiga Al-Qur'an?
Surah Al Ikhlas Hanya 4 Ayat, Mengapa Setara Sepertiga Al-Qur'an?
Doa dan Niat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com