Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

TelurMoe Farm Jadi Ruang Pemberdayaan Difabel Bangun Kemandirian Ekonomi

Kompas.com, 29 September 2026, 07:01 WIB
Puji Sri Rahayu,
Reni Susanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - TelurMoe Farm di Sleman, Yogyakarta, menjadi contoh bagaimana pemberdayaan, kolaborasi, dan pendampingan mampu membuka ruang kemandirian ekonomi bagi penyandang disabilitas.

Peternakan ayam petelur yang dikelola kelompok Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) Difabel ini tidak hanya menghasilkan ribuan telur, tetapi juga menghadirkan kesempatan kerja yang sesuai dengan kemampuan anggotanya.

Program tersebut merupakan hasil kolaborasi Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Universitas ‘Aisyiyah (UNISA), dan Lazismu Pusat.

Melalui pendampingan berkelanjutan, kelompok difabel dibimbing membangun usaha produktif yang kini menjadi tempat belajar pemberdayaan bagi berbagai daerah.

Berawal dari Program Pemberdayaan Difabel

TelurMoe Farm lahir dari gagasan MPM PP Muhammadiyah untuk menciptakan model pemberdayaan ekonomi yang inklusif bagi penyandang disabilitas.

Baca juga: Shalawat Ibrahimiyah: Mengapa Dibaca Saat Tahiyat?

 Program ini kemudian dikembangkan bersama UNISA dan Lazismu Pusat sebagai mitra kolaborasi.

Fasilitator MPM PP Muhammadiyah, Syauqi, menjelaskan bahwa peternakan tersebut bukan sekadar usaha ekonomi, melainkan ruang belajar dan ruang kerja yang memungkinkan kelompok difabel mengembangkan keterampilan secara bertahap sesuai kondisi fisik masing-masing.

Dari 300 Ayam Menjadi 1.000 Ekor

Salah seorang pengurus kelompok difabel, Yanti, menceritakan perjalanan TelurMoe Farm yang dimulai dari skala kecil. Ia bersama anggota lainnya belajar memelihara sekitar 300 ekor ayam petelur sebelum akhirnya mampu mengembangkan usaha hingga hampir empat kali lipat.

“Kami mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kondisi keterbatasan fisik kami,” kata Yanti.

Melalui proses belajar dan pendampingan, kini kelompok tersebut mengelola sekitar 1.000 ekor ayam dengan produktivitas rata-rata mencapai 900–920 butir telur setiap hari.

Baca juga: Mengapa Rasulullah Beristighfar Tiga Kali Setelah Salam?

Pencapaian itu menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi seseorang untuk menjalankan usaha produktif apabila memperoleh kesempatan dan dukungan yang tepat.

Bukan Hanya Beternak, tetapi Membangun Kemandirian

Yanti menjelaskan bahwa TelurMoe diposisikan sebagai produk telur dengan karakteristik rendah kalori dan lemak, serta kaya protein dan omega 3, 6, dan 9. Namun, menurutnya, tantangan terbesar justru terletak pada pemasaran produk, bukan pada proses produksi.

“Telur ini memiliki kandungan rendah kalori dan lemak, tinggi kandungan protein, serta omega 3, 6, 9 sehingga sangat bagus untuk kesehatan. Tantangan terberat pada pemasaran untuk telur kategori khusus ini,” ujarnya.

Karena itu, seluruh anggota kelompok tidak hanya bertugas memelihara ayam, tetapi juga ikut memasarkan hasil produksi. Mereka berperan sebagai tenaga pemasaran untuk memperluas jangkauan pelanggan sekaligus memperoleh tambahan pendapatan harian.

Baca juga: Memberi Hadiah atau Sedekah, Mana yang Lebih Utama dalam Islam?

Kolaborasi Jadi Kunci Keberhasilan

Menurut Yanti, MPM PP Muhammadiyah berperan membantu membuka akses pasar dan mencarikan pelanggan bagi TelurMoe Farm. Namun, keberhasilan usaha tersebut tidak hanya bergantung pada pendampingan dari luar, melainkan juga partisipasi aktif seluruh anggota kelompok.

“Maka, di samping MPM PP membantu mencarikan pelanggan, kami semua anggota ikut menjadi marketing, ikut memasarkan semampu kami. Lumayan, kami bisa mendapatkan margin untuk tambahan pendapatan harian kami,” tuturnya.

Model kolaborasi ini mempertemukan berbagai unsur, mulai dari pendampingan, pelatihan, akses pasar, hingga keterlibatan langsung penyandang disabilitas sebagai pelaku utama usaha.

Jadi Tempat Belajar Pemberdayaan

Keberhasilan TelurMoe Farm menarik perhatian Pemerintah Desa Jemawan, Kabupaten Klaten. Sebanyak 50 peserta yang terdiri dari pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan perwakilan Koperasi Desa Merah Putih Jemawan mengunjungi lokasi pada Ahad (27/9).

Baca juga: Bolehkah Shalat Tahajud Tanpa Tidur Terlebih Dahulu?

Bagi rombongan tersebut, TelurMoe Farm tidak sekadar menampilkan kandang ayam petelur.

Hal yang dipelajari adalah sebuah ekosistem pemberdayaan yang menghubungkan modal, lahan, pendampingan, keterampilan, produksi, pemasaran, dan kemandirian ekonomi penyandang disabilitas.

Kisah TelurMoe Farm menunjukkan bahwa pemberdayaan yang berkelanjutan tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga membangun rasa percaya diri dan kesempatan hidup yang lebih mandiri bagi kelompok difabel melalui kerja sama berbagai pihak.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Gus Baha: Berketuhanan Harus Membuat Kita Adil dan Menghormati yang Berbeda
Gus Baha: Berketuhanan Harus Membuat Kita Adil dan Menghormati yang Berbeda
Aktual
Terkena Percikan Air Kloset, Apakah Badan dan Handuk Jadi Najis?
Terkena Percikan Air Kloset, Apakah Badan dan Handuk Jadi Najis?
Aktual
Gus Kikin: Dukungan untuk Palestina Telah Diajarkan KH Hasyim Asy’ari di Tebuireng
Gus Kikin: Dukungan untuk Palestina Telah Diajarkan KH Hasyim Asy’ari di Tebuireng
Aktual
Prabowo Minta Biaya Haji Tak Memberatkan, Keuangan Haji Bakal Diaudit Forensik
Prabowo Minta Biaya Haji Tak Memberatkan, Keuangan Haji Bakal Diaudit Forensik
Aktual
Kisah Lubna: Dijauhi Keluarga, Goreng Pisang demi Bertahan Hidup, hingga Lulus S2
Kisah Lubna: Dijauhi Keluarga, Goreng Pisang demi Bertahan Hidup, hingga Lulus S2
Aktual
Pagar Nusa NU Perluas Kaderisasi di Taiwan
Pagar Nusa NU Perluas Kaderisasi di Taiwan
Aktual
Kemenhaj Temukan 400 Ribu Data Tak Valid, Antrean Haji Jadi 14 Tahun
Kemenhaj Temukan 400 Ribu Data Tak Valid, Antrean Haji Jadi 14 Tahun
Aktual
Muhadjir Effendy Ungkap Keinginan Guruh Soekarnoputra Bangun Masjid Fatmawati
Muhadjir Effendy Ungkap Keinginan Guruh Soekarnoputra Bangun Masjid Fatmawati
Aktual
Di Darul Amanah, Taj Yasin Ajak Santri Pramuka Jadi Pemimpin yang Berempati
Di Darul Amanah, Taj Yasin Ajak Santri Pramuka Jadi Pemimpin yang Berempati
Aktual
TelurMoe Farm Jadi Ruang Pemberdayaan Difabel Bangun Kemandirian Ekonomi
TelurMoe Farm Jadi Ruang Pemberdayaan Difabel Bangun Kemandirian Ekonomi
Aktual
Niat Sholat Witir 1 dan 3 Rakaat: Arab, Latin, Arti, dan Tata Caranya
Niat Sholat Witir 1 dan 3 Rakaat: Arab, Latin, Arti, dan Tata Caranya
Doa dan Niat
Doa Tidur dan Bangun Tidur: Arab, Latin, Arti, dan Amalannya
Doa Tidur dan Bangun Tidur: Arab, Latin, Arti, dan Amalannya
Doa dan Niat
Doa Kamilin Setelah Sholat Tarawih: Arab, Latin, Arti, dan Kandungannya
Doa Kamilin Setelah Sholat Tarawih: Arab, Latin, Arti, dan Kandungannya
Doa dan Niat
Sholawat Nariyah: Arab, Latin, Arti, Keutamaan, dan Cara Mengamalkannya
Sholawat Nariyah: Arab, Latin, Arti, Keutamaan, dan Cara Mengamalkannya
Doa dan Niat
Perkiraan Awal Ramadhan 2027 Hingga Jadwal Libur dan Cuti Bersama Lebaran
Perkiraan Awal Ramadhan 2027 Hingga Jadwal Libur dan Cuti Bersama Lebaran
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar