Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Masuk Islamnya Amr bin Jamuh: Ketika Kebodohan Dikalahkan

Kompas.com, 11 September 2025, 22:51 WIB
Add on Google
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Amr bin Jamuh merupakan salah seorang pemuka Bani Salimah yang belum masuk Islam pasca baiat Aqabah, sementara anaknya, Muadz bin Amr sudah masuk Islam. Amr bin Jamuh menyembah berhala yang terbuat dari kayu bernama Manat.

Muadz bin Amr mencoba membujuk ayahnya untuk masuk Islam, tapi belum berhasil. Muadz kemudian mencari strategi untuk menyadarkan ayahnya bahwa berhala itu tidak mempunyai kekuasaan apapun.

Baca juga: Kisah Tsabit bin Ibrahim: Tidak Mau Memakan Barang Haram Sedikitpun

Kisah Masuk Islamnya Amr bin Jamuh

Pada suatu malam, Muadz mengambil berhala tersebut dengan dibantu beberapa pemuda lainnya. Berhala tersebut dibuang di sebuah sumur Bani Salimah yang biasa digunakan untuk membuang kotoran.

Pagi harinya, Amr bin Jamuh mencari berhalanya. Amr menemukan berhalanya berada di sumur Bani Salimah dengan kondisi kepalanya terbalik. Amr segera mengambil berhala tersebut dan membersihkannya. Kejadian tersebut berlangsung semala tiga malam berturut-turut.

Amr bin Jamuh akhirnya jengah dengan kondisi tersebut dan berkata: "Demi Allah, aku tidak tahu siapa sebenarnya yang tega berbuat seperti ini terhadapmu. Jika engkau memang tuhan maka lindungilah dirimu dengan pedang yang aku bawakan untukmu ini."

Kejadian yang sama terulang. Bahkan pedang yang tergantung di leher berhala tersebut diganti dengan bangkai anjing. Amr bin Jamuh mencari berhalanya dan kembali menemukannya berada di sumur Bani Salimah.

Dari peristiwa tersebut, Amr bin Jamuh sadar bahwa berhala yang selama ini disembah tidak bisa berbuat apa-apa. Ketika Islam sampai kepadanya, ia segera menerimanya dengan sepenuh hati.

Baca juga: Kisah Masuk Islamnya Hamzah bin Abdul Muthalib dan Umar bin Khattab

Kehidupan Amr bin Jamuh Setelah Masuk Islam

Ketika masuk Islam, Amr bin Jamuh sangat giat dalam beribadah dan beramal sholeh. Ia adalah orang yang sangat dermawan. Setiap ada orang yang meminta sedekah kepadanya, ia selalu memberikannya.

“Ambillah ini, besok aku akan mendapatkannya lagi,” ujar Amr bin Jamuh setiap kali ada orang yang membutuhkan.

Semangat Amr bin Jamuh dalam memeluk agama Islam ditunjukkan saat berkecamuk Perang Badar. Ammr bin Jamuh adalah salah satu orang yang mendaftar untuk turut serta dalam perang Badar.

Namun karena keterbatasan fisiknya, yaitu cacat di kaki sejak lahir sehingga jalannya pincang, penduduk Madinah tidak mengizinkannya untuk ikut berperang. Saat itu Amr bin Jamuh hanya bisa pasrah tidak bisa ikut berperang.

Baca juga: Kisah Sayyidina Hasan bin Ali: Rela Meletakkan Jabatan Demi Perdamaian

Akhir Hidup Amr bin Jamuh

Pada perang Uhud, Amr bin Jamuh bersikeras untuk ikut menjadi bagian dari tentara Islam. Meskipun kembali dicegah untuk tidak ikut berperang, Amr bin Jamuh tetap membulatkan tekadnya untuk turut serta.

akhirnya Nabi Muhammad SAW mengizinkannya untuk ikut berperang. Dengan perlengkapan yang sudah disiapkan, ia maju ke medan laga dengan gagah berani.

Dengan keterbatasan yang ada, ia tidak gentar menghadapi musuh-musuhnya. Sampai pada akhirnya ia menjadi salah satu syuhada yang gugur dalam perang Uhud. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kenapa Shalat Terasa Berat? Bisa Jadi Tanda Belum Diizinkan Allah, Ini Kata Buya Yahya
Kenapa Shalat Terasa Berat? Bisa Jadi Tanda Belum Diizinkan Allah, Ini Kata Buya Yahya
Doa dan Niat
Puasa Daud: Niat, Tata Cara, Keutamaan, dan Hukumnya Lengkap
Puasa Daud: Niat, Tata Cara, Keutamaan, dan Hukumnya Lengkap
Doa dan Niat
Kemenhaj Ingatkan Calon Jemaah Haji Bangkalan Terkait Batasan Maksimal Bawa Rokok ke Tanah Suci
Kemenhaj Ingatkan Calon Jemaah Haji Bangkalan Terkait Batasan Maksimal Bawa Rokok ke Tanah Suci
Aktual
8 Calon Jemaah Haji Cadangan Asal Sumenep Berangkat Lebih Dulu dari Jemaah Reguler
8 Calon Jemaah Haji Cadangan Asal Sumenep Berangkat Lebih Dulu dari Jemaah Reguler
Aktual
Bukan Perjalanan Spiritual Biasa, Teuku Zulkhairi: Ibadah Haji Sebaiknya Jadi Impian Sejak Usia Dini
Bukan Perjalanan Spiritual Biasa, Teuku Zulkhairi: Ibadah Haji Sebaiknya Jadi Impian Sejak Usia Dini
Aktual
Pilih Kambing Jantan atau Betina untuk Kurban? Ini Kata Ulama
Pilih Kambing Jantan atau Betina untuk Kurban? Ini Kata Ulama
Aktual
PPIH Makassar Ingatkan Jemaah Haji Jangan Nekat Bawa Pulang Air Zamzam di Koper
PPIH Makassar Ingatkan Jemaah Haji Jangan Nekat Bawa Pulang Air Zamzam di Koper
Aktual
Jadwal dan Niat Puasa Zulhijah, Tarwiyah, dan Arafah Mei 2026 Lengkap dengan Keutamaannya
Jadwal dan Niat Puasa Zulhijah, Tarwiyah, dan Arafah Mei 2026 Lengkap dengan Keutamaannya
Aktual
Jangan Asal Beli, Ini Oleh-oleh Haji yang Dilarang di Pesawat
Jangan Asal Beli, Ini Oleh-oleh Haji yang Dilarang di Pesawat
Aktual
Museum Biografi Nabi Muhammad di Madinah, Wisata Religi Futuristik Dekat Masjid Nabawi
Museum Biografi Nabi Muhammad di Madinah, Wisata Religi Futuristik Dekat Masjid Nabawi
Aktual
Nekat Jalan Kaki Lewat Gurun ke Makkah, 5 WN Afghanistan Ditahan
Nekat Jalan Kaki Lewat Gurun ke Makkah, 5 WN Afghanistan Ditahan
Aktual
Daker Bandara Jeddah Terima 49 Koper Cadangan untuk Jamaah Haji yang Kopernya Rusak
Daker Bandara Jeddah Terima 49 Koper Cadangan untuk Jamaah Haji yang Kopernya Rusak
Aktual
Jelang Haji 2026, Saudi Siapkan Call Center 24 Jam dalam 11 Bahasa
Jelang Haji 2026, Saudi Siapkan Call Center 24 Jam dalam 11 Bahasa
Aktual
Pernah Overstay di Arab Saudi, JCH Asal Polman Gagal Berangkat Haji 2026 karena Dicekal Imigrasi
Pernah Overstay di Arab Saudi, JCH Asal Polman Gagal Berangkat Haji 2026 karena Dicekal Imigrasi
Aktual
Harga Sapi Kurban Naik Tajam, Warga Yogyakarta Diprediksi Beralih ke Kambing dan Domba
Harga Sapi Kurban Naik Tajam, Warga Yogyakarta Diprediksi Beralih ke Kambing dan Domba
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com