Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Adab-adab Membaca Al Quran yang Perlu Diperhatikan

Kompas.com, 3 Oktober 2025, 16:23 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Al Quran adalah kitab suci umat Islam. Al Quran menjadi pedoman kehidupan umat Islam menuju jalan yang lurus.

Bukan hanya sebagai pedoman, Al Quran juga menjadi sarana bagi umat Islam untuk beribadah, yaitu dengan cara membacanya.

Karena membaca Al Quran temasuk ibadah, maka ada adab-adab dalam membaca Al Quran yang harus diperhatikan. Berikut ini beberapa adab-adab dalam membaca Al Quran:

Baca juga: Doa Agar Memiliki Anak Penghafal Al Quran Lengkap dengan Artinya

1. Dalam Keadaan Suci

Saat membaca Al Quran, dianjurkan dalam keadaan suci, baik dari najis maupun hadats. Dalam Al Quran disebutkan:

إِنَّهُ لَقُرْءَانٌ كَرِيمٌ {77} فِي كِتَابٍ مَّكْنُونٍ {78} لاَّ يَمَسَّهُ إِلاَّ الْمُطَهَّرُونَ {79}

Artinya: “Sesungguhnya Al Quran itu bacaan yang sangat mulia. Pada kitab yang terpelihara (di Lauhul Mahfuzh). Tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan.” (Q.S Al Waqi’ah: 77-79).

Dalam tafsir Ibnu Katsir, diterangkan bahwa maksud 'tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan' adalah suci dari hadats (kecil) dan junub (hadats besar).

Sementara dalam haditsnya, Nabi Muhammad SAW bersabda:

عَنْ أَبِى بَكْرِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَزْمٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَتَبَ إِلَى أَهْلِ الْيَمَنِ كِتَابًا فَكَانَ فِيهِ لاَ يَمَسُّ الْقُرْآنَ إِلاَّ طَاهِرٌ

Artinya: "Dari Abu Bakr bin Muhammad bin ‘Amr bin Hazm dari ayahnya dari kakeknya, sesungguhnya Rasulullah SAW pernah menulis surat untuk penduduk Yaman yang isinya, “Tidak boleh menyentuh Al Quran melainkan orang yang suci.” (H.R. Daruquthni).

Adapun Imam Nawawi dalam kitabnya At Tibyan menyatakan disunnahkan membaca Al Quran dalam keadaan suci. Orang yang membaca Al Quran dalam keadaan najis, dia tidak dikatakan mengerjakan hal yang makruh, akan tetapi dia meninggalkan sesuatu yang utama.

Baca juga: 6 Adab Bangun Tidur Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW, Bisa Diamalkan Setiap Hari

2. Bersiwak atau Sikat Gigi sebelum membaca Al Quran

Dalam sebuah haditsnya, Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk bersiwak atau berwudhu sebelum membaca Al Quran.

إِنَّ أَفْوَاهَكُمْ طُرُقٌ لِلْقُرْآنِ فَطَيِّبُوهَا بِالسِّوَاكِ

Artinya: "Sesungguhnya mulut-mulut kalian adalah jalan bagi Al-Qur’an. Maka bersihkanlah dengan siwak." (H.R. Ibn Majah dan Al-Bazzar).

Imam Suyuthi dalam kitab Al Itqan mengatakan hukum bersiwak sebelum membaca Al Quran adalah sunnah, sebagai bentuk penghormatan dan langkah mensucikan diri tatkala bersinggungan dengan Al Quran.

3. Membaca Isti'adzah (Ta'awudz)

Isti'adzah atau ta'awudz artinya bacaan untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT dari godaan setan. Bacaan isti'adzah adalah:

Arab:

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرّجِيْمِ

Latin:

A'uudzu billaahi minasy syaithaanir rajiim.

Artinya:

Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.

Perintah membaca isti'adzah sebelum membaca Al Quran disampaikan dalam Al Quran surat An Nahl ayat 98.

فَإِذَا قَرَأْتَ ٱلْقُرْءَانَ فَٱسْتَعِذْ بِٱللَّهِ مِنَ ٱلشَّيْطَٰنِ ٱلرَّجِيمِ

Artinya: "Apabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk."

Baca juga: Adab Melayat dalam Islam, Bukan Basa-Basi tapi Doa dan Empati untuk Keluarga

4. Membaca Basmalah

Selain membaca isti'adzah, dianjurkan juga untuk membaca basmalah sebelum membaca Al Quran. Dalam hal ini, para ulama sepakat untuk membaca basmalah ketika membaca surat dari awal ayat, kecuali membaca surat At Taubah.

Adapun ketika membaca dari pertengahan sampai akhir ayat, boleh membaca basmalah atau cukup membaca isti'adzah.

Ibnu Muflih dalam kitab Al Adab Asy Syar'iyyah menukil pendapat Imam Ahmad bahwa dianjurkan membaca basmalah di awal semua surat, baik ketika shalat maupun di luar shalat dan diperbolehkan membacanya ketika membaca Al Quran dari tengah surat.

5. Membaca Al Quran dengan Tartil

Al Quran memerintahkan untuk membaca Al Quran dengan tartil (perlahan-lahan, tidak tergesa-gesa) sebagaimana disampaikan dalam Al Quran.

أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ ٱلْقُرْءَانَ تَرْتِيلًا

Artinya: "Atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan tartil." (Q.S. Al Muzammil: 4).

6. Membaguskan Suara

Ketika membaca Al Quran, dianjurkan untuk membaguskan suaranya. Hal ini disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW.

زَيِّنُوا الْقُرْآنَ بِأَصْوَاتِكُمْ، فَإِنَّ الصَّوْتَ الْحَسَنَ يَزِيدُ الْقُرْآنَ حُسْنًا

Artinya: “Hiasilah Al Quran dengan suara kamu. Karena sesungguhnya suara yang bagus akan menambah kebagusan Al Quran." (H.R. Al Hakim).

Baca juga: Adab Makan dan Minum dalam Islam, Panduan Sunnah untuk Hidup Sehat dan Penuh Berkah

7. Memahami Ayat yang Dibaca

Hendaklah seseorang tidak hanya membaca Al Quran semata tanpa memperhatikan apa yang dibaca. Al Quran sebagai pedoman hidup tentunya harus dipahimi isinya, bukan hanya bacaan kosong yang tidak berdampak pada diri yang membaca.

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آَيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ

Artinya: “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.” (Q.S. Shaad: 29).

Demikianlah 7 adab dalam membaca Al Quran, semoga bisa diamalkan.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Terkini Lainnya
Kasus Kuota Haji: KPK Tetapkan Yaqut Tersangka, Kerugian Negara Tembus Rp 1 Triliun
Kasus Kuota Haji: KPK Tetapkan Yaqut Tersangka, Kerugian Negara Tembus Rp 1 Triliun
Aktual
Kalender 2026: Panduan Masehi, Hijriyah, dan Jawa untuk Perencanaan Liburan dan Ibadah
Kalender 2026: Panduan Masehi, Hijriyah, dan Jawa untuk Perencanaan Liburan dan Ibadah
Aktual
Akad Nikah Tak Harus di KUA, Simak Aturan Terbarunya
Akad Nikah Tak Harus di KUA, Simak Aturan Terbarunya
Aktual
10 Sahabat Nabi yang Dijamin Masuk Surga Lengkap dengan Keutamaannya
10 Sahabat Nabi yang Dijamin Masuk Surga Lengkap dengan Keutamaannya
Doa dan Niat
Kasus Pandji Pragiwaksono, PBNU Bantah AMNU Wakili NU
Kasus Pandji Pragiwaksono, PBNU Bantah AMNU Wakili NU
Aktual
Khutbah Jumat Singkat: 4 Langkah Mewujudkan Impian Dalam Islam
Khutbah Jumat Singkat: 4 Langkah Mewujudkan Impian Dalam Islam
Doa dan Niat
Usai Wirid, Korban Banjir Bandang Ikrarkan Sumpah Tapanuli
Usai Wirid, Korban Banjir Bandang Ikrarkan Sumpah Tapanuli
Aktual
Kemenhaj Siapkan 600 Ton Bumbu Khas Indonesia untuk Haji 2026
Kemenhaj Siapkan 600 Ton Bumbu Khas Indonesia untuk Haji 2026
Aktual
Sedekah Subuh di Hari Jumat, Pahala Berlipat dan Mendapat Doa Malaikat
Sedekah Subuh di Hari Jumat, Pahala Berlipat dan Mendapat Doa Malaikat
Doa dan Niat
Masjid Negara IKN Siap Digunakan Menyambut Ramadan 1447 H, Kemenag Pastikan Fasilitas Lengkap
Masjid Negara IKN Siap Digunakan Menyambut Ramadan 1447 H, Kemenag Pastikan Fasilitas Lengkap
Aktual
Doa Sebelum Berhubungan Badan: Menambah Berkah dan Mendapat Pahala Sedekah
Doa Sebelum Berhubungan Badan: Menambah Berkah dan Mendapat Pahala Sedekah
Doa dan Niat
Rezeki Seret Meski Tahun Telah Berganti, Mungkin Ini yang Terjadi
Rezeki Seret Meski Tahun Telah Berganti, Mungkin Ini yang Terjadi
Doa dan Niat
Khutbah Jumat 9 Januari 2026: Belajar Keteguhan Iman dari Abu Bakar di Peristiwa Isra Mi'raj
Khutbah Jumat 9 Januari 2026: Belajar Keteguhan Iman dari Abu Bakar di Peristiwa Isra Mi'raj
Doa dan Niat
Pembangunan Kompleks Haji di Makkah, Sebagian Tower Diharapkan Bisa Dipakai 2028
Pembangunan Kompleks Haji di Makkah, Sebagian Tower Diharapkan Bisa Dipakai 2028
Aktual
Persiapan Haji 2026 Masuki Tahap Krusial, Kloter 221.000 Jemaah Mulai Disusun
Persiapan Haji 2026 Masuki Tahap Krusial, Kloter 221.000 Jemaah Mulai Disusun
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com