Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Adab Makan dan Minum dalam Islam, Panduan Sunnah untuk Hidup Sehat dan Penuh Berkah

Kompas.com, 20 September 2025, 13:00 WIB
Khairina

Editor


KOMPAS.com-Dalam ajaran Islam, setiap aspek kehidupan telah diatur secara sempurna, termasuk tata cara makan dan minum.

Adab makan dan minum dalam Islam bukan sekadar etika, melainkan sunnah Rasulullah SAW yang mengandung hikmah besar bagi kesehatan jasmani serta keberkahan hidup.

Dengan mengamalkan adab makan dan minum sesuai tuntunan Nabi, seorang Muslim tidak hanya menjaga tubuh tetap sehat, tetapi juga memperoleh pahala dari setiap kebiasaan sederhana yang dilakukan.

Baca juga: 40 Pesantren Dirikan SPPG, Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Mengawali Makan dengan Membaca Bismillah

Dilansir dari laman Baznas, salah satu adab yang paling utama adalah mengucapkan “Bismillah” sebelum makan dan minum.

Rasulullah SAW menekankan pentingnya menyebut nama Allah sebagai bentuk pengakuan bahwa rezeki datang dari-Nya.

Membaca Bismillah juga menjadi penghalang setan untuk ikut menikmati makanan. Selain itu, doa ini menjadikan makanan penuh berkah, membawa manfaat, serta mengingatkan seorang Muslim untuk selalu bersyukur.

Kebiasaan ini melatih hati agar tidak lalai dan mengajarkan kesadaran bahwa aktivitas sehari-hari, bahkan sesederhana makan, dapat bernilai ibadah.

Baca juga: Cara Makan Rasulullah SAW yang Sehat dan Penuh Hikmah

Makan dan Minum dengan Tangan Kanan

Rasulullah SAW bersabda, “Jika salah seorang di antara kalian makan, maka makanlah dengan tangan kanannya, dan jika minum, minumlah dengan tangan kanannya.”

Adab makan dan minum dalam Islam menganjurkan penggunaan tangan kanan karena dianggap lebih mulia dan bersih. Dengan membiasakan hal ini, seorang Muslim meneladani sunnah Nabi serta menghindarkan diri dari kebiasaan yang tidak sesuai dengan syariat.

Menggunakan tangan kanan juga memiliki dimensi sosial, karena dianggap lebih sopan dan mencerminkan tata krama universal.

Baca juga: Bolehkah Minum Kopi dalam Keadaan Panas? Ini Pandangan Ulama

Tidak Berlebihan dalam Makan dan Minum

Islam melarang perilaku berlebihan (israf) dalam segala hal, termasuk makan dan minum. Rasulullah SAW mengajarkan agar perut diisi sepertiga makanan, sepertiga minuman, dan sepertiga udara.

Prinsip ini menjaga kesehatan tubuh sekaligus mencegah penyakit akibat pola makan berlebih, seperti obesitas, diabetes, dan gangguan pencernaan.

Selain itu, adab makan dan minum dalam Islam melatih umat untuk hidup sederhana, tidak boros, dan menghargai nikmat Allah SWT. Sikap ini juga berkontribusi pada kelestarian lingkungan dengan mencegah pemborosan makanan.

Makan dengan Duduk dan Tidak Tergesa-Gesa

Rasulullah SAW mencontohkan makan dalam keadaan duduk dengan tenang. Cara ini tidak hanya sopan, tetapi juga bermanfaat bagi sistem pencernaan.

Makan dengan tergesa-gesa dapat menimbulkan gangguan kesehatan, sementara makan dengan tenang membuat tubuh lebih mudah mencerna makanan.

Selain aspek kesehatan, adab ini juga melatih kesantunan dan rasa hormat terhadap nikmat Allah SWT yang hadir dalam bentuk makanan dan minuman.

Mengakhiri Makan dengan Alhamdulillah

Setelah selesai makan atau minum, umat Islam dianjurkan mengucapkan “Alhamdulillah” sebagai tanda syukur.

Rasulullah SAW bersabda, siapa yang selesai makan lalu membaca hamdalah, maka dosanya akan diampuni. Ungkapan syukur ini menjadikan aktivitas sehari-hari bernilai ibadah.

Selain itu, kebiasaan mengucapkan hamdalah menumbuhkan kerendahan hati dan mengingatkan bahwa semua nikmat berasal dari Allah semata.

Adab Makan dan Minum sebagai Jalan Menuju Berkah

Mengamalkan adab makan dan minum dalam Islam bukan hanya persoalan etika, tetapi juga bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.

Sunnah yang sederhana ini memberi manfaat besar, mulai dari kesehatan jasmani, ketenangan jiwa, hingga keberkahan hidup. Dengan menjadikannya kebiasaan harian, setiap makanan yang dikonsumsi dapat menjadi jalan untuk meraih ridha Allah SWT.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Rahasia Doa Mustajab di Hari Jumat, Ternyata Setelah Ashar
Rahasia Doa Mustajab di Hari Jumat, Ternyata Setelah Ashar
Aktual
Ramadhan 2026 di Arab Saudi Lebih Ringan, Puasa Cuma 12–13 Jam
Ramadhan 2026 di Arab Saudi Lebih Ringan, Puasa Cuma 12–13 Jam
Aktual
Pakai KHGT, Awal Ramadhan 2026 Muhammadiyah Beda dengan Turki, Ini Penjelasannya
Pakai KHGT, Awal Ramadhan 2026 Muhammadiyah Beda dengan Turki, Ini Penjelasannya
Aktual
Jadwal Puasa Muhammadiyah 2026, Ini Tanggal dan Hitung Mundurnya
Jadwal Puasa Muhammadiyah 2026, Ini Tanggal dan Hitung Mundurnya
Aktual
5 Contoh Khutbah Jumat Jelang Ramadhan, Pintu Awal Perubahan Spiritual
5 Contoh Khutbah Jumat Jelang Ramadhan, Pintu Awal Perubahan Spiritual
Aktual
Al-Battani, Ilmuwan Muslim yang Menentukan Jumlah Hari dalam Setahun
Al-Battani, Ilmuwan Muslim yang Menentukan Jumlah Hari dalam Setahun
Aktual
Kemenag Pantau Hilal Awal Ramadan 1447 H di 96 Lokasi, Ini Daftar Lengkap Titik Rukyat
Kemenag Pantau Hilal Awal Ramadan 1447 H di 96 Lokasi, Ini Daftar Lengkap Titik Rukyat
Aktual
Awal Ramadhan 1447 H Berpotensi Berbeda, Ini Penjelasan Pakar BRIN
Awal Ramadhan 1447 H Berpotensi Berbeda, Ini Penjelasan Pakar BRIN
Aktual
5 Keistimewaan Hari Jumat dalam Islam, Ini Hadits yang Menjelaskan Kemuliaannya
5 Keistimewaan Hari Jumat dalam Islam, Ini Hadits yang Menjelaskan Kemuliaannya
Aktual
Jejak Kerajaan Nabi Sulaiman Mulai Terungkap? Temuan Arkeologi Ini Bikin Ilmuwan Terkejut
Jejak Kerajaan Nabi Sulaiman Mulai Terungkap? Temuan Arkeologi Ini Bikin Ilmuwan Terkejut
Aktual
Kisah Cemburu Aisyah kepada Khadijah: Cinta, Kesetiaan, dan Jawaban Nabi yang Menggetarkan
Kisah Cemburu Aisyah kepada Khadijah: Cinta, Kesetiaan, dan Jawaban Nabi yang Menggetarkan
Aktual
Khutbah Jumat 6 Februari 2026: Menyambut Ramadhan dengan Hati yang Siap
Khutbah Jumat 6 Februari 2026: Menyambut Ramadhan dengan Hati yang Siap
Aktual
Unik! Arab Saudi Terbitkan Paspor untuk Unta, Mengapa?
Unik! Arab Saudi Terbitkan Paspor untuk Unta, Mengapa?
Aktual
Santri Kalong di Buntet: Datang Pagi, Pulang Malam, Ilmu Agama Tetap Dalam
Santri Kalong di Buntet: Datang Pagi, Pulang Malam, Ilmu Agama Tetap Dalam
Aktual
Tragedi Siswa SD di Ngada, MUI Desak Perbaikan Bantuan Pendidikan
Tragedi Siswa SD di Ngada, MUI Desak Perbaikan Bantuan Pendidikan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com