Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bahaya Meninggalkan Shalat Fardhu, Tidak Selamat Dunia Akhirat

Kompas.com, 18 Oktober 2025, 09:31 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Shalat fardhu adalah salah satu dari rukun Islam. Shalat fardhu juga disebut dengan tiang agama. Artinya, agama akan tegak bila shalat masih dilaksanakan, dan agama akan runtuh bila shalat fardhu ditinggalkan.

Shalat fardhu merupakan satu-satunya ibadah yang tidak bisa ditinggalkan dalam kondisi apapun. Ketika seseorang tidak bisa shalat dengan berdiri, maka shalat boleh dikerjakan dengan duduk. Jika duduk tidak mampu, shalat dilaksanakan sambil berbaring.

Baca juga: Bacaan Niat Shalat Jamak Qashar: Arab, Latin, dan Artinya

Jika shalat tidak bisa dilaksanakan dengan gerakan, bisa dilaksanakan dengan isyarat. Bila tidak bisa mengerjakan shalat pada waktunya, bisa dijamak dengan shalat berikutnya. Bila sudah lewat waktu shalat, bisa diqadha di saat sudah ingat atau luang waktunya.

Intinya, shalat fardhu tidak boleh ditinggalkan karena akan berdampak buruk bagi seorang muslim, baik dalam kehidupan dunia maupun akhirat.

Larangan Meninggalkan Shalat Fardhu

Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk memelihara atau menjaga semua waktu shalat fardhu.

حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَىٰ وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ

Artinya: "Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wustha (shalat Ashar). Dan berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu.’ (Q.S. Al Baqarah: 238).

Barangsiapa yang meninggalkan shalat fardhu, maka ia masuk dalam golongan orang-orang kafir.

إِنَّ بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ

Artinya: "Sesungguhnya (batas pemisah) antara seseorang dengan kemusyrikan juga kekafiran adalah meninggalkan shalat." (H.R. Muslim).

Baca juga: Bolehkah Shalat Sambil Memejamkan Mata? Begini Jawabannya

Status Orang yang Meninggalkan Shalat Fardhu

Bagi umat Islam yang meninggalkan shalat, maka ia tak ubahnya seperti orang kafir. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, batas pemisah antara seseorang dengan kesyirikan dan kekafiran adalah meninggalkan shalat.

Artinya, orang yang meninggalkan shalat tidak ubahnya seperti orang yang melakukan kesyirikan dan kekafiran.

Dalam sebuah hadits dinyatakan:

الْعَهْدُ الَّذِيْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ

Artinya: "Perjanjian antara kita dan mereka adalah shalat, barangsiapa meninggalkannya maka ia benar benar telah kafir.” (H.R. Abu Daud, At Tirmidzi, An Nasai, Ibnu Majah dan Ahmad).

Bahaya Meninggalkan Shalat Fardhu

Karena begitu pentingnya shalat fardhu, maka orang-orang yang meninggalkan shalat fardhu akan menerima dampak buruknya.

Bahaya Meninggalkan Shalat bagi Kehidupan Dunia

Syaikh Zainuddin Al Malibari dalam kitab Irsyadul 'Ibad menyampaikan bahwa ada 6 bahaya di dunia bagi orang yang meninggalkan shalat, yaitu:

1. Dicabut keberkahan umurnya;

2. Dihilangkan tanda-tanda keshalihan diwajahnya;

3. Segala amal baiknya tidak akan mendapatkan pahala;

4. Doanya tidak akan dikabulkan;

5. Tidak mendapatkan bagian doa dari doanya orang-orang shalih;

6. Akan dibenci oleh kebanyakan orang.

Baca juga: Daftar 10 Perkara yang Bisa Membatalkan Shalat, Wajib Diketahui Umat Islam

Menjadi Orang Tersesat

Bahaya meninggalkan shalat adalah akan menjadi orang yang tersesat sebagaimana disampaikan dalam Al Quran surat Maryam ayat 59.

فَخَلَفَ مِنۢ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَٱتَّبَعُوا۟ ٱلشَّهَوَٰتِ ۖ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا

Artinya: "Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan."

Menjadi Orang yang Celaka

Orang-orang yang meninggalkan shalat fardhu termasuk golongan orang-orang yang celaka sebagaimana disampaikan dalam Al Quran surat Al Maun.

فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ ﴿٤﴾ الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ

Artinya: "Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya." (Q.S. Al Ma’un: 4-5).

Dimasukkan ke dalam Neraka Saqar

Orang-orang yang meninggalkan shalat fardhu akan dimasukkan ke dalam neraka saqar. Hal ini disampaikan dalam Al Quran surat Al Mudatsir ayat 42-43.

مَا سَلَكَكُمْ فِى سَقَرَ قَالُوا۟ لَمْ نَكُ مِنَ ٱلْمُصَلِّينَ

Artinya: "Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?" Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat."

Demikianlah uraian tentang bahaya meninggalkan shalat fardhu. Semoga bermanfaat. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com