Penulis
KOMPAS.com - Shalat dhuha termasuk salah satu shalat sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan. Shalat dhuha adalah shalat sunnah yang dikerjakan di pagi hari setelah matahari terbit.
Shalat dhuha termasuk perkara yang diwasiatkan Nabi Muhammad SAW untuk dilaksanakan dan tidak ditinggalkan selama hidup.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : أَوْصَانِي خَلِيلِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِصِيَامِ ثَلاَثَةِ أيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَرَكْعَتَي الضُّحَى ، وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَرْقُدَ
Artinya: "Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, “Kekasihku (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) mewasiatkan kepadaku untuk puasa tiga hari setiap bulan, mengerjakan shalat Dhuha dua rakaat, dan melakukan shalat witir sebelum tidur.” (H.R. Bukhari dan Muslim).
Baca juga: Niat, Bacaan, dan Doa Setelah Shalat Hajat agar Keinginan Terkabul
Untuk memahami shalat dhuha, berikut penjelasan lengkapnya.
Sebelum melaksanakan shalat dhuha, terlebih dahulu melafalkan niat shalat dhuha. Adapun niat shalat dhuha adalah sebagai berikut:
Arab:
أُصَلِّي سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Usholli sunnatadh Dhuhaa rak'ataini lillaahi ta'aalaa.
Artinya:
Aku niat shalat sunnah Dhuha dua rakaat karena Allah Ta'ala.
Baca juga: Manfaat Dahsyat Shalat Tahajud yang Jarang Diketahui Umat Islam
Waktu terbaik dalam mengerjakan shalat dhuha disampaikan Rasulullah SAW dalam haditsnya:
عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ رضي الله عنه أَنَّ رسُولَ اللهِ صلّى الله عليه وسلّم قَالَ: «صَلاَةُ الأَوَّابِين حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ
Artinya: “Dari Zaid bin Arqam radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Shalat awwabin (shalat orang yang kembali kepada Allah, yaitu shalat Dhuha) dilaksanakan ketika anak unta mulai kepanasan.” (H.R. Muslim dan At Tirmidzi).
Waktu terbaik melaksanakan sholat dhuha adalah ketika anak-anak unta mulai merasa kepanasan. Waktu ini di pertengahan siang, yaitu sekitar pukul 08.30-09.00.
Shalat dhuha dikerjakan minimal dua rakaat dan paling banyak tidak terbatas selama masih masuk waktu Dhuha. Hal ini didasarkan pada hadits Rasulullah SAW.
Muadzah Al Adawiyyah meriwayatkan: “Aku bertanya kepada Aisyah, ‘Apakah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan shalat Dhuha?’ Maka, ia pun menjawab, ‘Iya, 4 rakaat, lalu beliau menambahnya dengan jumlah yang tak terbatas.’” (H.R. Muslim, An Nasai dan Ibnu Majah).
Sementara untuk jumlah terbaiknya antara 4 sampai 8 rakaat.
Shalat dhuha dikerjakan dua rakaat salam, dua rakaat salam. Untuk bacaan suratnya, tidak ada kekhususan, tetapi biasanya membaca surat Adh Dhuha dan surat Asy Syams. Kalau pelaksanaannya lebih dari dua rakaat, bisa membaca surat-surat lainnya.
Baca juga: Bacaan Lengkap Doa Shalat Istikharah dan Keutamaan Mengamalkannya
Berikut ini bacaan doa setelah shalat dhuha.
Arab:
اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ. بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
Latin:
Allaahumma innadh dhuhaa’a dhuhaa’uka wal bahaa’a bahaa’uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal qudrota qudratuka wal ‘ismata ‘ismatuka. Allaahumma in kaana rizqii fissamaa’i fa anzilhu, wa in kaana fil ardhi fa akhrijhu, wa in kaana mu’assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba’iidan fa qarribhu bi haqqi dhuhaa’ika wa bahaa’ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita ‘ibaadakash shalihiin.
Artinya:
Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, dan penjagaan adalah penjagaan-Mu. Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila susah didapat maka mudahkanlah, apabila haram maka sucikanlah, apabila jauh maka dekatkanlah. Ya Allah dengan hak dhuha-Mu, keindahan-Mu, kekuatan-Mu, dan kekuasaan-Mu, datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hamba-Mu yang sholeh.
Baca juga: Panduan Lengkap Shalat Taubat Disertai dengan Tata Cara dan Doanya
Shalat dhuha mempunyai beberapa keutamaan, antara lain:
Bagi orang yang mengerjakan shalat dhuha, Allah akan mencukupi kebutuhannya. Hal ini selaras dengan yang disampaikan Rasulullah SAW dalam haditsnya:
يا ابنَ آدمَ اركعْ لي من أولِ النهارِ أربعَ ركَعاتٍ أكْفِكَ آخِرَه
Artinya: "Wahai anak Adam, rukuklah (sholatlah) karena Aku pada awal siang (shalat dhuha) empat rakaat, maka Aku akan mencukupi (kebutuhan)mu sampai sore hari." (H.R. At Tirmidzi).
Sedekah dalam hal ini adalah sedekah untuk persendian yang dimiliki manusia.
يُصْبِحُ علَى كُلِّ سُلَامَى مِن أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ، فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ، وَأَمْرٌ بالمَعروفِ صَدَقَةٌ، وَنَهْيٌ عَنِ المُنْكَرِ صَدَقَةٌ، وَيُجْزِئُ مِن ذلكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُما مِنَ الضُّحَى
Artinya: "Setiap ruas dari anggota tubuh di antara kalian pada pagi hari, harus dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kebaikan adalah sedekah, dan mencegah kemungkaran adalah sedekah. Dan semua itu dapat disepadankan dengan mengerjakan shalat dhuha dua rakaat." (H.R. Muslim).
Baca juga: Sholat Sunnah Qobliyah Subuh: Keutamaan, Niat, dan Tata Cara Lengkap
Dengan rutin melaksanakan shalat dhuha, Allah akan mengampuni dosa-dosa bagi yang mengerjakannya.
مَنْ حَافَظَ عَلَى شُفْعَةٍ الضُّحَى غُفِرَلَهُ ذُنُوْبَهُ وَ اِنْ كَانَتْ مِثْلُ زَبَدِ الْبَخْرِ
Artinya: "Barang siapa yang menjaga shalat dhuha, maka dosa dosanya akan diampuni walau sebanyak buih di lautan." (H.R. At Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad).
Bagi yang mampu mengerjakan shalat dhuha secara maksimal, Allah akan membangunkannya rumah di surga.
"Siapa saja yang mengerjakan shalat dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya sebuah istana yang terbuat dari emas di surga." (H.R. Ibnu Majah).
Rasulullah pernah mengutus pasukan untuk menjalankan suatu misi peperangan. Pasukan itu kembali dengan cepat membawa rampasan perang yang banyak.
Rasulullah SAW kemudian menyampaikan ada yang lebih baik dari hal itu, yaitu sholat dhuha.
Rasulullah SAW kemudian bersabda: "Barangsiapa yang berwudu kemudian berangkat ke masjid untuk melakukan shalat Duha, maka itulah yang lebih dekat tempat perangnya, lebih banyak harta rampasan perangnya, dan lebih cepat kepulangannya.” (H.R. Ahmad dan Ath Thabrani).
Baca juga: Sholat Sunnah Rawatib: Waktu, Niat, dan Keutamaannya Lengkap
Salah satu keutamaan sholat dhuha adalah seperti mendapatkan pahala umroh.
"Dan barangsiapa yang keluar dari rumahnya untuk melaksanakan shalat Duha, dia tidak mempunyai niat kecuali itu, maka pahalanya seperti orang yang sedang umrah." (H.R. Abu Daud dan Ahmad).
Shalat dhuha disebut juga shalat awwabin yaitu shalatnya orang-orang yang gemar bertaubat dan kembali kepada Allah SWT.
“Tidaklah seseorang itu (konsisten) menjaga salat Dhuha, kecuali ia termasuk orang-orang yang gemar bertaubat (dan kembali kepada Allah Ta’ala).” (H.R. Ibnu Khuzaimah).
Demikianlah panduan lengkap shalat dhuha. Semoga bermanfaat.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang