Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hikmah Sholat Lima Waktu dan Asal Usul Jumlah Rakaat dari Kisah Para Nabi

Kompas.com, 14 November 2025, 22:20 WIB
Add on Google
Khairina

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com-Sholat merupakan kewajiban utama bagi umat Islam dan dilaksanakan lima kali dalam sehari semalam.

Waktu-waktu sholat tersebut telah ditetapkan dengan jumlah rakaat yang berbeda-beda untuk Subuh, Dzuhur, Asar, Maghrib, dan Isya.

Dilansir dari laman Kemenag, Syekh Nawawi Al-Bantani dalam Sullam al-Munajah menjelaskan bahwa penetapan waktu dan jumlah rakaat sholat memiliki hikmah yang berkaitan dengan peristiwa penting para nabi terdahulu.

Baca juga: Sholat Sunnah Qobliyah Subuh: Keutamaan, Niat, dan Tata Cara Lengkap

Hikmah Sholat Subuh

Nabi Adam disebut sebagai orang pertama yang melaksanakan sholat Subuh.

Kisah ini bermula ketika Nabi Adam diturunkan dari surga ke bumi dan menghadapi kondisi gelap yang menimbulkan ketakutan.

Terbitnya fajar menghilangkan rasa takut tersebut sehingga Nabi Adam melakukan sholat dua rakaat sebagai bentuk syukur.

Rakaat pertama sebagai ungkapan syukur karena diselamatkan dari gelapnya malam.

Rakaat kedua sebagai ungkapan syukur atas cahaya fajar yang menerangi bumi.

Hikmah Sholat Dzuhur

Nabi Ibrahim menjadi nabi pertama yang melaksanakan shalat Dzuhur.

Kejadian ini berkaitan dengan peristiwa penyembelihan Nabi Ismail yang kemudian diganti oleh seekor domba dari surga tepat ketika matahari tergelincir di waktu Dzuhur.

Nabi Ibrahim menunaikan shalat empat rakaat sebagai bentuk syukur atas pergantian tersebut dan sebagai permohonan ridha kepada Allah.

Setiap rakaat memiliki makna syukur yang berbeda mulai dari keselamatan Ismail hingga nikmat domba yang diberikan oleh Allah.

Baca juga: Sholat Sunnah Rawatib: Waktu, Niat, dan Keutamaannya Lengkap

Hikmah Sholat Asar

Nabi Yunus disebut sebagai orang pertama yang melaksanakan shalat Asar.

Peristiwa ini terjadi setelah Nabi Yunus dikeluarkan dari perut ikan pada waktu Asar dalam keadaan sangat lemah.

Shalat empat rakaat yang dilakukannya menjadi bentuk syukur atas keselamatan dari empat kegelapan yaitu kegelapan perut ikan, kegelapan air, kegelapan malam, dan kegelapan di tubuh ikan itu sendiri.

Hikmah Sholat Maghrib

Nabi Isa disebut sebagai nabi pertama yang melaksanakan shalat Maghrib.

Kisah ini muncul ketika Nabi Isa dikejar oleh kaumnya menjelang terbenamnya matahari dan berhasil selamat.

Ia kemudian melakukan shalat tiga rakaat sebagai ungkapan syukur dan kemantapan aqidah.

Rakaat kedua menjadi ungkapan pelepasan dari tuduhan kaumnya terhadap ibunya, Sayyidah Maryam.

Rakaat ketiga menjadi penegasan bahwa seluruh kejadian yang dialaminya merupakan ketetapan Allah.

Baca juga: Sholat Sunnah Rawatib: Waktu, Niat, dan Keutamaannya Lengkap

Hikmah Sholat Isya

Nabi Musa menjadi nabi pertama yang melaksanakan shalat Isya.

Kisah ini bermula saat Nabi Musa tersesat ketika keluar dari Madyan dan mengalami empat kesedihan yaitu berpisah dari istrinya, saudaranya Nabi Harun, anaknya, dan kezaliman Fir’aun.

Allah menolong Nabi Musa dari empat kesedihan tersebut pada waktu Isya.

Nabi Musa kemudian melaksanakan shalat empat rakaat sebagai bentuk syukur atas pertolongan itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Apa Itu Hadyu? Ini Hukum, Jenis, dan Syaratnya dalam Haji
Apa Itu Hadyu? Ini Hukum, Jenis, dan Syaratnya dalam Haji
Aktual
Mengapa Shalat Jumat Pertama di Lembah? Ini Kisah Wadi Ranuna
Mengapa Shalat Jumat Pertama di Lembah? Ini Kisah Wadi Ranuna
Aktual
Imigrasi Gagalkan 13 WNI Haji Ilegal, Pengawasan Diperketat
Imigrasi Gagalkan 13 WNI Haji Ilegal, Pengawasan Diperketat
Aktual
Asal-usul Merpati di Makkah, Benarkah Tak Pernah Kotori Ka'bah?
Asal-usul Merpati di Makkah, Benarkah Tak Pernah Kotori Ka'bah?
Aktual
Masuk Makkah Kini Wajib Izin, Ini 6 Golongan yang Dikecualikan
Masuk Makkah Kini Wajib Izin, Ini 6 Golongan yang Dikecualikan
Aktual
Kapan Shalat Jumat Pertama Kali Dilaksanakan? Berawal dari Hijrah Nabi
Kapan Shalat Jumat Pertama Kali Dilaksanakan? Berawal dari Hijrah Nabi
Aktual
3 Kali Tinggalkan Shalat Jumat, Benarkah Jadi Kafir? Ini Peringatan Rasulullah
3 Kali Tinggalkan Shalat Jumat, Benarkah Jadi Kafir? Ini Peringatan Rasulullah
Doa dan Niat
Arab Saudi Tembus Misi Bulan NASA, 1.000 Peserta Ikuti Seminar Artemis II
Arab Saudi Tembus Misi Bulan NASA, 1.000 Peserta Ikuti Seminar Artemis II
Aktual
7 Sunnah Sebelum Shalat Jumat yang Sering Terlewat, Ini Dalilnya
7 Sunnah Sebelum Shalat Jumat yang Sering Terlewat, Ini Dalilnya
Aktual
Bacaan Doa Khutbah Jumat Lengkap: Pembuka, Penutup, dan Tata Caranya
Bacaan Doa Khutbah Jumat Lengkap: Pembuka, Penutup, dan Tata Caranya
Doa dan Niat
Arti Labbaik Allahumma Labbaik, Waktu Membaca, dan Rahasia di Baliknya
Arti Labbaik Allahumma Labbaik, Waktu Membaca, dan Rahasia di Baliknya
Doa dan Niat
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Ibadah Haji, Ora Mung Lunga, Nanging Ngganti Diri
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Ibadah Haji, Ora Mung Lunga, Nanging Ngganti Diri
Aktual
Khutbah Jumat Dzulqadah: Keutamaan Bulan Haram dan Momentum Muhasabah Diri
Khutbah Jumat Dzulqadah: Keutamaan Bulan Haram dan Momentum Muhasabah Diri
Aktual
3 Fakta Penting di Masjid Nabawi yang Wajib Diketahui Jemaah Haji, Nomor 1 Sering Disalahpahami!
3 Fakta Penting di Masjid Nabawi yang Wajib Diketahui Jemaah Haji, Nomor 1 Sering Disalahpahami!
Aktual
Bawa Pemegang Visa Kunjungan ke Makkah? Denda Rp 440 Juta Menanti
Bawa Pemegang Visa Kunjungan ke Makkah? Denda Rp 440 Juta Menanti
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com