Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perbaiki Hidup dengan Memperbaiki Shalat agar Hidup Menjadi Nikmat

Kompas.com, 14 November 2025, 18:41 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Di tengah kehidupan yang berat saat ini, banyak orang yang bermasalah dengan hidupnya. Entah itu karena faktor ekonomi, faktor keluarga, faktor emosional, maupun faktor-faktor lainnya.

Terkadang orang bingung dari mana untuk memperbaiki kehidupan yang berat. Bahkan seringkali ada orang salah dalam usaha memperbaiki hidup. Bukan hidup menjadi lebih baik, namun justru hidup menjadi semakin berat.

Dalam Islam, para Ulama mengajarkan bahwa untuk mulai memperbaiki hidup, bisa diawali dengan memperbaiki shalat. Ibadah shalat adalah ibadah utama dalam Islam yang tidak boleh ditinggalkan.

Baca juga: 12 Keutamaan Shalat Berjamaah di Masjid

Dalil Larangan Meninggalkan Shalat

Larangan meninggalkan shalat disampaikan dalam hadits Nabi Muhammad SAW:

وَعَنْ بُرَيْدَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  قَالَ: العَهْدُ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ الصَّلاَةُ ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ

Artinya: "Dari Buraidah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perjanjian yang mengikat antara kita dan mereka adalah shalat, maka siapa saja yang meninggalkan shalat, sungguh ia telah kafir.” (H.R. At Tirmidzi dan An Nasai).

Sementara dalam hadits lain disebutkan:

إِنَّ بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالكُفْرِ ، تَرْكَ الصَّلاَةِ 

Artinya: “Sesungguhnya batas antara seseorang dengan syirik dan kufur itu adalah meninggalkan shalat.” (H.R. Muslim).

Shalat harus dilakukan dalam keadaan apapun, baik itu sehat maupun sakit. Ada berbagai keringanan yang diberikan bagi orang yang tidak mampu menjalankan shalat dengan sempurna.

صَلِّ قَائِماً، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَقَاعِداً، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَعَلَى جَنْبٍ»، رَوَاهُ الْبُخَارِي.

Artinya: “Shalatlah dengan berdiri. Jika tidak mampu, shalatlah dalam keadaan duduk. Jika tidak mampu, shalatlah dalam keadaan berbaring. Jika tidak mampu, shalatlah dengan isyarat.” (H.R. Bukhari).

Baca juga: Doa Setelah Sholat Tahajud Lengkap dengan Teks Arab, Latin, dan Artinya

Shalat Mendatangkan Pertolongan

Ketika hidup sedang bermasalah atau terasa berat, maka seseorang butuh pihak lain untuk membantu memperbaiki hidupnya atau setidaknya bisa menjadi tempat untuk mencurahkan perasaan dan bercerita.

Maka sosok terbaik untuk meminta pertolongan dan menjadi sandaran ketika menghadapi masalah adalah Allah SWT.

حَسْبُنَا ٱللَّهُ وَنِعْمَ ٱلْوَكِيلُ

Artinya: "...Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung." (Q.S. Ali Imran: 173).

Cara untuk meminta pertolongan Allah SWT adalah dengan sabar dan shalat.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (Q.S. Al Baqarah: 153).

Baca juga: Hukum Memejamkan Mata Saat Sholat: Boleh, Makruh, Sunnah, atau Wajib?

Shalat Mendatangkan Takwa

Dengan memperbaiki shalat, dimulai dari memperbaiki wudhu, yaitu melaksanakan wudhu dengan benar. Kemudian memperbaiki shalat dengan cara melaksanakan shalat di awal waktu, shalat dengan tumakninah, berusaha shalat dengan khusyuk dan melaksanakan syarat dan rukun dengan benar, maka shalat akan mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.

إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ

Artinya: "...Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar..." (Q.S. Al Ankabut: 45).

Ketika seseorang terbebas dari perbuatan keji dan mungkar, otomatis ia akan melaksanakan ketaatan kepada Allah SWT. Orang yang taat kepada Allah SWT, maka ia akan menjadi orang yang bertakwa. Dengan takwa itu, Allah SWT akan memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka dan memberikan jalan keluar dari setiap permasalahan.

وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ ٢ وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ

Artinya: “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya..." (Q.S. Ath Thalaq: 2-3).

Baca juga: Niat Sholat Wajib 5 Waktu Sendiri dan Berjamaah: Arab, Latin, dan Arti

Shalat Membuat Hidup Lebih Tenang

Shalat pada hakikatnya adalah sedang berkomunikasi dengan Allah SWT dan berdzikir kepada-Nya. Shalat sebagai dzikir utama disebutkan dalam Al Quran:

إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي

Artinya: “Sesungguhnya Aku adalah Allah. Tiada yang berhak disembah, selain Aku. Maka, sembahlah Aku dan tegakkanlah shalat untuk berzikir/mengingat-Ku.” (Q.S. Thaha: 14).

Dengan mengingat Allah SWT melalui shalat dan dzikir-dzikir lainnya, hati akan menjadi tenang.

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ

Artinya: "(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram." (Q.S. Ar Ra'du: 28).

Baca juga: 10 Keutamaan Sholat Subuh Berjamaah

Kesimpulan

Dengan memperbaiki shalat, maka Allah akan mendatangkan pertolongan dan memberikan jalan keluar dari setiap permasalahan serta rezeki yang tidak disangka-sangka.

Shalat sebagai dzikir utama juga akan menjadikan hati tenang sehingga hidup menjadi lebih baik dan tenang.

Dengan demikian, maka hidup juga akan menjadi lebih baik dan tenang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com