Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Benarkah Salju Turun di Arab Saudi Termasuk Tanda Kiamat? Ini Jawabannya

Kompas.com, 19 Desember 2025, 11:12 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Fenomena salju turun di Arab Saudi sering dikaitkan dengan tanda kiamat. Arab Saudi yang sebagian besar wilayahnya berupa gurun tandus dianggap mustahil terdapat salju.

Beberapa tahun terakhir, salju turun di sebagian wilayah Arab Saudi, seperti di Jabal Lawz, Tabuk, dan beberapa wilayah lainnya. Benarkah turunnya salju di Arab Saudi ini merupakan tanda kiamat? Berikut penjelasannya.

Baca juga: Salju Turun di Arab Saudi, Otoritas Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem

Dalil Tanda Kiamat di Arab

Salah satu tanda terjadinya hari kiamat adalah kembali menghijaunya daerah Arab dan muncul sungai-sungai di sana. Tanda ini dijelaskan Rasulullah SAW dalam haditsnya.

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَعُودَ أَرْضُ الْعَرَبِ مُرُوجاً وَأَنْهَاراً وَحَتَّى يَسِيرَ الرَّاكِبُ بَيْنَ الْعِرَاقِ وَمَكَّةَ لاَ يَخَافُ إِلاَّ ضَلاَلَ الطَّرِيقِ وَحَتَّى يَكْثُرَ الْهَرْجُ

Artinya: "Kiamat tidak akan terjadi hingga wilayah arab kembali menjadi tanah yang subur banyak padang hijau dan sungai-sungai. Hingga orang yang melakukan safar antara Iraq dan Mekah, tidak ada yang ditakuti selain kegelapan di jalan. Dan tidak muncul kiamat sampai terjadi banyak pembunuhan." (H.R. Ahmad).

Hadits lain menerangkan:

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَعُودَ أَرْضُ الْعَرَبِ مُرُوجًا وَأَنْهَارًا.

Artinya: “Tidak akan tiba hari Kiamat hingga tanah Arab kembali hijau penuh dengan tumbuhan dan sungai-sungai." (H.R. Muslim).

Baca juga: 21 Nama Hari Kiamat dalam Al-Qur’an: Makna, Dalil Lengkap, dan Renungan Keimanan

Berdasarkan dua hadits di atas, tanda kiamat bukanlah salju turun di daerah Arab, tetapi kembali hijaunya daerah Arab dan banyaknya sungai-sungai.

Dengan turunnya salju di Arab, banyak yang berpikir bahwa ini pertanda tanah di Arab akan kembali menghijau. Dan bila hal itu terjadi, maka tanda kiamat sughra sudah muncul di Arab Saudi.

Munculnya Tanda Kiamat Sughra

Tanah Arab kembali menghijau termasuk tanda kiamat Sughra. Selain tanda tersebut, banyak tanda kiamat sughra lain yang sudah tampak, diantaranya:

1. Diutusnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hingga wafatnya

2. Munculnya Nabi-nabi Palsu

3. Penaklukan Baitul Maqdis oleh umat Islam, ini terjadi di masa Khalifah Umar bin Khattab;

4. Adanya wabah Tha’un amwas di daerah Syam, terjadi di masa Umar bin Khattab;

5. Harta melimpah dan banyak orang kaya baru, hal ini sudah banyak terjadi;

6. Munculnya berbagai macam fitnah dan aliran sesat, dimulai dari pembunuhan Utsman;

7. Amanah disepelekan dan pengkhianat diberi amanah

8. Ilmu mulai menghilang dan banyak tersebar kebodohan masalah agama;

9. Tersebarnya zina, riba, musik, mabuk-mabukan, atau pembunuhan;

10. Seringnya terjadi gempa bumi, bencana alam yang menyeluruh, dan semacamnya.

Menghijaunya daerah Arab dan munculnya sungai-sungai di sana hanyalah salah satu tanda kiamat sughra. Sementara tanda-tanda lain sudah muncul terlebih dahulu.

Baca juga: Kiamat Kubra: Pengertian, Ciri-Ciri, dan 10 Tanda Besarnya Menurut Alquran dan Hadis

Pelajaran yang bisa Diambil

Salju turun di Arab Saudi tidak termasuk tanda-tanda kiamat kecil. Namun hal tersebut dapat dianggap sebagai tanda daerah Arab akan kembali menghijau dan muncul sungai-sungai. Ketika daerah Arab kembali menghijau dan sungai-sungai muncul, maka itulah salah satu tanda kiamat sughra. Hal ini tentunya tidak menafikan bahwa sudah banyak muncul tanda-tanda lain jauh sebelum Arab menghijau.

Dari fenomena ini, dapat diambil pelajaran bahwa Al Quran dan Sunnah berisi kebenaran. Apa yang diberitakan Al Quran dan Sunnah perlahan-lahan akan terjadi. Al Quran sendiri sudah mengabarkan hal tersebut.

لِّكُلِّ نَبَإٍ مُّسْتَقَرٌّ ۚ وَسَوْفَ تَعْلَمُونَ

Artinya: "Untuk setiap berita (yang dibawa oleh rasul-rasul) ada (waktu) terjadinya dan kelak kamu akan mengetahui." (Q.S. Al An'am: 67).

Mempersiapkan Diri Menyambut Kiamat Kecil

Tanpa adanya kabar turunnya salju di Arab Saudi yang dikaitkan dengan kiamat, umat Islam hendaknya terus mempersiapkan diri untuk menghadapi kiamat kecil yang pasti terjadi dan semakin dekat, yaitu kematian.

Baca juga: Siapa Saja 7 Golongan yang Dinaungi Allah di Hari Kiamat? Ini Penjelasannya

Datangnya kematian kepada seseorang tidak dapat diduga dan tidak dapat ditolak. Oleh karena itu, seseorang harus mempersiapkan diri menghadapi kematian. Setelah kematian datang tidak ada jalan kembali ke dunia untuk beramal.

Orang yang tidak siap menghadapi kematian dengan bekal yang cukup hanya akan menyesal di hari kiamat.

ﺍﻟْﻜَﻴِّﺲُ ﻣَﻦْ ﺩَﺍﻥَ ﻧَﻔْﺴَﻪُ ﻭَﻋَﻤِﻞَ ﻟِﻤَﺎ ﺑَﻌْﺪَ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕِ، ﻭَﺍﻟْﻌَﺎﺟِﺰُ ﻣَﻦْ ﺃَﺗْﺒَﻊَ ﻧَﻔْﺴَﻪُ ﻫَﻮَﺍﻫَﺎ ﺛُﻢَّ ﺗَﻤَﻨَّﻰ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ

Artinya: “Orang yang pandai adalah orang yang mampu mengevaluasi dirinya dan beramal (mencurahkan semua potensi) untuk kepentingan setelah mati. Sedangkan orang yang lemah ialah orang yang mengikuti hawa nafsu, kemudian berangan-angan kosong kepada Allah.” (H.R. At Tirmidzi).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Ramadhan di Madinah Lebih Nyaman, Bus Shuttle Layani Jamaah
Ramadhan di Madinah Lebih Nyaman, Bus Shuttle Layani Jamaah
Aktual
Ramadhan 1447 H Bertepatan Musim Dingin, Puasa di Arab Saudi Diprediksi Lebih Singkat
Ramadhan 1447 H Bertepatan Musim Dingin, Puasa di Arab Saudi Diprediksi Lebih Singkat
Aktual
Saudi Terbitkan Visa Haji 2026 Lebih Awal, Ini Dampaknya bagi Jamaah
Saudi Terbitkan Visa Haji 2026 Lebih Awal, Ini Dampaknya bagi Jamaah
Aktual
Rahasia Doa Mustajab di Hari Jumat, Ternyata Setelah Ashar
Rahasia Doa Mustajab di Hari Jumat, Ternyata Setelah Ashar
Aktual
Ramadhan 2026 di Arab Saudi Lebih Ringan, Puasa Cuma 12–13 Jam
Ramadhan 2026 di Arab Saudi Lebih Ringan, Puasa Cuma 12–13 Jam
Aktual
Pakai KHGT, Awal Ramadhan 2026 Muhammadiyah Beda dengan Turki, Ini Penjelasannya
Pakai KHGT, Awal Ramadhan 2026 Muhammadiyah Beda dengan Turki, Ini Penjelasannya
Aktual
Jadwal Puasa Muhammadiyah 2026, Ini Tanggal dan Hitung Mundurnya
Jadwal Puasa Muhammadiyah 2026, Ini Tanggal dan Hitung Mundurnya
Aktual
5 Contoh Khutbah Jumat Jelang Ramadhan, Pintu Awal Perubahan Spiritual
5 Contoh Khutbah Jumat Jelang Ramadhan, Pintu Awal Perubahan Spiritual
Aktual
Al-Battani, Ilmuwan Muslim yang Menentukan Jumlah Hari dalam Setahun
Al-Battani, Ilmuwan Muslim yang Menentukan Jumlah Hari dalam Setahun
Aktual
Kemenag Pantau Hilal Awal Ramadan 1447 H di 96 Lokasi, Ini Daftar Lengkap Titik Rukyat
Kemenag Pantau Hilal Awal Ramadan 1447 H di 96 Lokasi, Ini Daftar Lengkap Titik Rukyat
Aktual
Awal Ramadhan 1447 H Berpotensi Berbeda, Ini Penjelasan Pakar BRIN
Awal Ramadhan 1447 H Berpotensi Berbeda, Ini Penjelasan Pakar BRIN
Aktual
5 Keistimewaan Hari Jumat dalam Islam, Ini Hadits yang Menjelaskan Kemuliaannya
5 Keistimewaan Hari Jumat dalam Islam, Ini Hadits yang Menjelaskan Kemuliaannya
Aktual
Jejak Kerajaan Nabi Sulaiman Mulai Terungkap? Temuan Arkeologi Ini Bikin Ilmuwan Terkejut
Jejak Kerajaan Nabi Sulaiman Mulai Terungkap? Temuan Arkeologi Ini Bikin Ilmuwan Terkejut
Aktual
Kisah Cemburu Aisyah kepada Khadijah: Cinta, Kesetiaan, dan Jawaban Nabi yang Menggetarkan
Kisah Cemburu Aisyah kepada Khadijah: Cinta, Kesetiaan, dan Jawaban Nabi yang Menggetarkan
Aktual
Khutbah Jumat 6 Februari 2026: Menyambut Ramadhan dengan Hati yang Siap
Khutbah Jumat 6 Februari 2026: Menyambut Ramadhan dengan Hati yang Siap
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com