Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Siapa Saja 7 Golongan yang Dinaungi Allah di Hari Kiamat? Ini Penjelasannya

Kompas.com, 1 Desember 2025, 23:19 WIB
Khairina

Penulis

KOMPAS.com-Pada hari kiamat, ketika kepanikan melanda dan tidak ada tempat berlindung selain naungan Allah, tujuh golongan manusia akan menerima naungan khusus dari-Nya.

Golongan-golongan ini adalah mereka yang sepanjang hidupnya senantiasa beribadah, berlaku adil, menahan godaan dunia, dan menjaga hubungan dengan sesama hanya karena Allah.

Seperti ditulis dalam buku Huru Hara Hari Kiamat karya Ibnu Katsir, dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah Saw menjelaskan tujuh golongan yang mendapat naungan Allah di hari kiamat.

 عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « سبعة يظلهم الله تحت ظله يوم لا ظل إلا ظله ، إمام مقسط ورجل لقيته امرأة ذات جمال ومنصب فعرضت نفسها عليه فقال : إني أخاف الله رب العالمين ، ورجل قلبه معلق بالمساجد ورجل تعلم القرآن في صغره فهو يتلوه في كبره ورجل تصدق بصدقة بيمينه فأخفاها عن شماله ، ورجل ذكر الله في برية ففاضت عيناه خشية من الله عز وجل ، ورجل لقي رجلا فقال : إني أحبك في الله فقال : له الرجل وأنا أحبك في الله » ( رواه البيهقى فى شعب الايمان و هذا حديث صحيح )

Artinya : Abu Hurairah meriwayatkan dari Rasulullah Saw, sesungguhnya beliau bersada : ” Ada tujuh golongan yang akan dinaungi Allah di bawah naungan-Nya pada hari yang tiada naungan lain selain naungan-Nya, yaitu : (1). Pemimpin yang adil dan jujur, (2). Seorang lelaki betemu seorang perempuan cantik dan berpangkat lalu perempuan itu menawarkan dirinya kepada laki-laki tersebut dan laki-laki tersebut mengatakan : “Sesungguhya aku takut kepada Allah rabbul alamin”, (3). Seseorang yang hatinya tertambat di masjid-masjid,

(4). Seseorang yang mempelajari al-Qur’an sejak muda dan terus dibacanya sampai tua, (5). Seseorang yang merahasiakan sedekahnya sehingga apa yang diberikan oleh tangan kanannya tidak diketahui oleh tangan kirinya, (6). Seseorang yang ingat kepada Alah (dzikrullah) di tengah-tengah orang banyak sambil melelehkan air matanya karena takut kepada Allah, (7). Seseorang bertemu orang lain lalu dia mengatakan : Aku mencintaimu karena Allah, yang disambut oleh temannya itu : Akupun mencitaimu karena Allah”. (HR Baihaqi, dalam Syu’abul Iman).

Baca juga: Fenomena Emas di Sungai Eufrat: Tanda Kiamat atau Sekadar Mineral?

Dilansir dari dari laman Muhammadiyah, di padang mahsyar, digambarkan matahari ketika itu sangat rendah, yang menggambarkan betapa panasnya udara ketika itu. Di sa’at itulah, masing-masing orang akan mencari naungan. Namun apa yang dicari itu tidak ada. Yang ada hanyalah naungan khusus yang disediakan Allah, untuk orang-orang khusus, yaitu: 

1. Pemuda yang Dibesarkan dalam Ibadah kepada Allah

Pemuda yang menghabiskan masa mudanya untuk beribadah kepada Allah termasuk golongan yang akan mendapat naungan-Nya.

Allah berfirman, "Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji dari Nabi-Nabi, dan dari kamu (Muhammad) dan dari Nuh, Ibrahim, Musa, dan Isa putra Maryam. Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh" (QS. Al-Ahzab: 7), yang menunjukkan pentingnya ketekunan dalam beribadah sejak muda.

2. Pemimpin yang Adil dan Jujur

Pemimpin yang adil dan jujur akan dinaungi oleh Allah di hari kiamat. Dalam Alquran, Allah berfirman,

"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu untuk menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia, maka hendaklah kamu menetapkannya dengan adil" (QS. An-Nisa: 58), yang menegaskan pentingnya keadilan dalam kepemimpinan.

3. Laki-Laki yang Menolak Rayuan Perempuan Cantik dan Berpangkat karena Takut kepada Allah

Seorang laki-laki yang menolak godaan seorang wanita karena takut kepada Allah juga termasuk golongan yang mendapat naungan Allah.

Allah berfirman dalam Al-Qur'an, "Dan (ingatlah) ketika Zulaikha menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya kepadanya, dan Yusuf berkata: 'Aku berlindung kepada Allah, sesungguhnya tuanku telah memperlakukan aku dengan baik'" (QS. Yusuf: 23), yang menggambarkan keteguhan hati dalam menahan godaan.

Baca juga: 6 Tanda Kiamat Dalam Hadits Ini Semua sudah Terjadi

4. Orang yang Menyembunyikan Sedekahnya

Mereka yang memberikan sedekah dengan ikhlas, tanpa diketahui oleh orang lain, juga akan menerima naungan Allah.

Dalam Alquran, Allah berfirman, "Jika kamu menampakkan sedekahmu, maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagimu" (QS. Al-Baqarah: 271), yang menunjukkan keutamaan sedekah yang dilakukan dengan ikhlas.

5. Orang yang Hatinya Selalu Tertambat di Masjid

Orang yang selalu merindukan masjid dan rajin beribadah di dalamnya akan mendapatkan naungan Allah. Allah berfirman dalam Al-Qur'an, "Sesungguhnya masjid-masjid itu hanyalah untuk Allah, maka janganlah kamu menyembah bersama Allah seorang pun" (QS. Al-Jinn: 18), yang menegaskan keutamaan masjid sebagai tempat ibadah.

Baca juga: Larangan Merusak Alam dalam Islam: 14 Ayat Alquran dan Fatwa MUI

6. Orang yang Berdzikir di Tengah Keramaian dan Menangis karena Takut kepada Allah

Mereka yang berdzikir kepada Allah di tengah keramaian dan menangis karena takut kepada-Nya juga akan dilindungi oleh Allah. Allah berfirman dalam Alquran, "Dan (ingatlah) ketika mereka berdzikir kepada Allah, hati mereka menjadi khusyuk" (QS. Al-Ahzab: 41), yang menggambarkan pentingnya dzikrullah dalam kehidupan seorang Muslim.

7. Orang yang Mencintai Sesama karena Allah

Orang yang mencintai saudaranya karena Allah akan mendapatkan naungan-Nya. Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman, "Dan orang-orang yang datang setelah mereka (berdoa): 'Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami'" (QS. Al-Hashr: 10), yang menegaskan pentingnya cinta karena Allah dalam membangun persaudaraan.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Terkini Lainnya
Alissa Wahid: Negara Punya “Utang Moral” kepada Jemaah Haji Lansia
Alissa Wahid: Negara Punya “Utang Moral” kepada Jemaah Haji Lansia
Aktual
Menag Nasaruddin Umar Tekankan Peran Agama dan Ekoteologi di Era Kecerdasan Buatan
Menag Nasaruddin Umar Tekankan Peran Agama dan Ekoteologi di Era Kecerdasan Buatan
Aktual
Alissa Wahid Minta Petugas Haji 2026 Beri Pelayanan Ramah Lansia dan Perempuan
Alissa Wahid Minta Petugas Haji 2026 Beri Pelayanan Ramah Lansia dan Perempuan
Aktual
Amalan Malam Nisfu Syaban: Keutamaan, Dalil, dan Panduan Ibadah
Amalan Malam Nisfu Syaban: Keutamaan, Dalil, dan Panduan Ibadah
Aktual
Amalan Saat Haid: Tinjauan Fikih dan Jalan Spiritual Muslimah
Amalan Saat Haid: Tinjauan Fikih dan Jalan Spiritual Muslimah
Doa dan Niat
Doa Malam Nisfu Syaban: Bacaan, Keutamaan, dan Cara Mengamalkannya
Doa Malam Nisfu Syaban: Bacaan, Keutamaan, dan Cara Mengamalkannya
Doa dan Niat
Viral Gaji Guru Jauh Lebih Kecil dari Sopir MBG, Ini Kemuliaan Guru dalam Islam
Viral Gaji Guru Jauh Lebih Kecil dari Sopir MBG, Ini Kemuliaan Guru dalam Islam
Aktual
Niat Puasa Nisfu Syaban: Bacaan, Dalil, Jadwal, dan Keutamaannya
Niat Puasa Nisfu Syaban: Bacaan, Dalil, Jadwal, dan Keutamaannya
Doa dan Niat
Kapan Malam Nisfu Syaban 1447 H? Ini Jadwal Resmi dari LF PBNU
Kapan Malam Nisfu Syaban 1447 H? Ini Jadwal Resmi dari LF PBNU
Aktual
Keistimewaan Bulan Syaban: Bulannya Rasulullah, Alquran, dan Diangkatnya Amal
Keistimewaan Bulan Syaban: Bulannya Rasulullah, Alquran, dan Diangkatnya Amal
Aktual
Niat Puasa Syaban: Panduan Lengkap, Keutamaan, dan Dalilnya
Niat Puasa Syaban: Panduan Lengkap, Keutamaan, dan Dalilnya
Doa dan Niat
Puasa Syaban, Ibadah Sunnah yang Dicintai Rasulullah Menjelang Ramadan
Puasa Syaban, Ibadah Sunnah yang Dicintai Rasulullah Menjelang Ramadan
Aktual
Amalan Syaban: Persiapan Spiritual Menyambut Ramadan
Amalan Syaban: Persiapan Spiritual Menyambut Ramadan
Aktual
PBNU Tetapkan Awal Syaban 1447 H Selasa 20 Januari 2026, Hilal Terlihat di Sukabumi
PBNU Tetapkan Awal Syaban 1447 H Selasa 20 Januari 2026, Hilal Terlihat di Sukabumi
Aktual
Amalan Malam Nisfu Syaban: Mengetuk Pintu Ampunan di Bulan yang Sering Terlupakan
Amalan Malam Nisfu Syaban: Mengetuk Pintu Ampunan di Bulan yang Sering Terlupakan
Doa dan Niat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com