Penulis
KOMPAS.com - Keberadaan kalender hijriah sangat penting bagi umat Islam. Kalender ini terkait dengan waktu-waktu pelaksanaan ibadah. Meskipun demikian, kalender hijriah belum ditetapkan semasa hidup Rasulullah SAW.
Kalender hijriah baru ditetapkan di masa Khalifah Umar bin Khattab. Lantas bagaimana sejarah kalender hijriah dan mengapa dinamakan demikian? berikut penjelasan lengkapnya.
Pada masa Khalifah Umar bin Khattab, kesadaran akan pentingnya sistem penanggalan Islam baru muncul. Sebelumnya, umat Islam menggunakan kalender sudah berlaku di tanah Arab. Namun kemudian dirasa perlu umat Islam mempunyai kalender sendiri.
Selain untuk keperluan pencatatan dan administrasi, kalender Islam juga digunakan untuk menentukan waktu-waktu ibadah yang pelaksanaannya terkait dengan bulan tertentu, seperti puasa dan haji.
Baca juga: Kalender Ramadhan 2026: Tanggal Puasa Versi Muhammadiyah dan Pemerintah 1447 H
Imam Thabari dalam Tarikh Ar Rasul Wal Muluk menceritakan bahwa kalender hijriyah berawal dari peristiwa Umar bin Khattab saat menerima surat. Dalam surat tersebut, tertulis bulan Sya’ban, namun tidak diketahui apakah surat tersebut ditulis tahun sekarang atau tahun sebelumnya.
Dengan adanya kerancuan mengenai kapan surat tersebut ditulis, Umar bin Khattab kemudian mengadakan rapat untuk membuat kalender bagi umat Islam.
Beberapa usulan disampaikan untuk menandai awal dari kalender Islam. Ada yang mengusulkan turunnya wahyu pertama sebagai titik awal pembentukan kalender Islam, ada yang mengusulkan wafatnya Nabi Muhammad SAW sebagai awal kalender.
Setelah melalui diskusi yang panjang, akhirnya disepakati bahwa peristiwa hijrah sebagai titik awal penanggalan Islam dan bulan Muharram ditetapkan sebagai bulan pertama, sebagaimana hijrah pertama ke Madinah dilaksanakan pada tersebut.
Sementara untuk nama-nama bulan, kalender hijriah tetap menggunakan nama-nama bulan yang digunakan sebelum datangnya Islam.
Berikut nama-nama bulan dalam kalender hijriah:
Bulan Muharram berasal dari kata haram yang artinya terlarang bisa juga berarti yang dihormati.
Bulan pertama pertama dinamakan Muharram karena bulan ini sangat dihormati oleh orang -orang Arab. Bentuk penghormatan tersebut adalah dengan melarang melakukan peperangan di bulan ini.
Baca juga: Kapan Malam Nisfu Syaban 2026? Ini Kalender dan Amalan Utamanya
Shafar artinya kosong. Bulan kedua dinamakan shafar karena pada bulan ini, orang-orang Arab biasa melakukan perang atau bepergian pada bulan ini sehingga rumah-rumahnya menjadi kosong.
Ada pula yang mengaitkan penamaan bulan shafar dengan penyakit kuning yang menimpa. Dalam Bahasa Arab, penyakit kuning dinamakan ‘ashfar’. Ini juga yang menyebabkan Masyarakat Arab jahiliyah mempercayai bahwa bulan Shafar adalah bulan sial.
Rabiul Awal berasal dari kata rabi’ dan awal. Rabi’ sering diartikan dengan hujan di musim semi, warna hijau pada tumbuh-tumbuhan, dan juga rerumputan yang tumbuh di musim semi. Sementara awal artinya permulaan.
Bulan ini dinamakan rabi'ul awal karena menandai datangnya musim semi.
Kalau Rabi'ul awal menandai datangnya musim semi, maka rabi'ul akhir berarti akhir dari musim semi yang berlangsung selama dua bulan, yaitu dari bulan Rabiul awal dan Rabiul akhir.
Jumadil Awal berasal dari kata Jumadi dan awal. Jumadi berarti musim dingin karena pada bulan ini air membeku (jumud). Sedang awal berarti permulaan.
Jumadil awal menandai permulaan datangnya musim dingin yang membuat air membeku.
Jumadil Akhir
Jumadil akhir merupakan kelanjutan dari Jumadil awal, dimana saat itu masih dalam suasana musim dingin.
Baca juga: Lengkap! Kalender Hijriyah 2026 dan Hari Besar Islam
Rajab berasal dari kata urjubu yang berarti berhenti dari perang dan pengepungan. Rajab juga bermakna melepaskan tombak dari besi tajamnya untuk menahan diri dari peperangan.
Rajab merupakan salah satu bulan haram dimana orang-orang Arab menghormatinya. Penghormatan ini dilakukan dengan cara menghentikan atau dilarang perang.
Sya’ban berasal dari kata sya’b yang artinya suku, bangsa, atau sekelompok orang. Bulan ini dinamakan Sya’ban karena pada bulan ini orang-orang Arab pergi berkelompok untuk mencari air.
Ramadhan berasal dari kata ramad yang artinya panas terik. Pada bulan ini sedang berlangsung musim panas. Kata panas juga dikaitkan dengan diampuninya dosa-dosa seperti api yang sangat panas dan membakar habis sesuatu yang dilumatnya.
Bulan syawal dikaitkan pada gerakan ekor unta yang bergerak karena memasuki musim kawin unta atau unta betina yang kekurangan air susu. Ada juga yang mengartikan syawal berasal dari kata syala yang artinya meningkat.
Baca juga: Mengenal 4 Bulan Haram dalam Kalender Hijriah dan Keistimewaannya
Bulan Dzulqa’dah berasal dari kata dzul dan qa'dah. Dzul artinya pemilik, sementara qa’dah artinya duduk. Penamaan bulan ini karena bangsa Arab pada masa lampau menjadikan bulan ini sebagai waktu untuk beristirahat, tidak melakukan peperangan, dan menetap di daerahnya, serta mempersiapkan ibadah haji.
Bulan dzulhijjah berasal dari kata dzul yang artinya pemilik dan hijjah yang berarti haji. Bulan ini dinamakan demikian karena merujuk pada datangnya bulan haji.
Di antara 12 bulan dalam kalender hijriah, ada 4 bulan yang disebut dengan bulan haram. Penetapan bulan haram ini disampaikan dalam Al Quran.
إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِى كِتَٰبِ ٱللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا۟ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ ۚ وَقَٰتِلُوا۟ ٱلْمُشْرِكِينَ كَآفَّةً كَمَا يُقَٰتِلُونَكُمْ كَآفَّةً ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلْمُتَّقِينَ
Artinya: "Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa" (Q.S. At Taubah: 36).
Baca juga: 12 Nama Bulan Hijriyah dan Maknanya yang Penuh Sejarah dan Filosofi
Penjelasan mengenai empat bulan haram disampaikan dalam hadits Rasulullah SAW.
إِنَّ الزَّمَانَ قَدْ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللَّهُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلَاثٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ
Artinya: "Sesungguhnya waktu telah berputar sebagaimana mestinya, hal itu ditetapkan pada hari Allah menciptakan langit dan bumi. Dalam setahun ada dua belas bulan, di antaranya ada empat bulan yang mulia.
Tiga darinya berturut-turut, yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab yang biasa diagungkan Bani Mudhar yaitu antara Jumadil Tsani dan Sya’ban" (H.R. Bukhari).
Makna bulan haram adalah bulan yang mulia. Dilarang menodai kesucian bulan haram dengan berperang atau melakukan berbagai kemaksiatan.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang