Penulis
KOMPAS.com - Bulan Sya’ban merupakan salah satu bulan yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Ia berada di antara dua bulan agung, Rajab dan Ramadhan. Namun justru karena berada di tengah, Sya’ban sering kali dilalaikan oleh banyak kaum Muslimin. Padahal, Rasulullah SAW memberikan perhatian khusus terhadap bulan ini melalui berbagai amalan ibadah.
Dalam artikel ini akan dibahas keutamaan bulan Sya’ban, dalil-dalil hadits, serta amalan utama yang dianjurkan, berdasarkan penjelasan para ulama dalam kitab-kitab muktabar.
Baca juga: Doa Awal Bulan Syaban Sesuai Sunnah Nabi Lengkap dengan Artinya
Rasulullah SAW bersabda: “Itulah bulan yang sering dilalaikan manusia, antara Rajab dan Ramadhan. Bulan itu adalah bulan diangkatnya amal-amal kepada Rabb semesta alam, dan aku suka ketika amalku diangkat aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. An-Nasa’i dan Ahmad)
Hadis ini menjelaskan dua keutamaan besar bulan Sya’ban:
Imam Ibn Rajab Al-Hanbali dalam Lathā’if al-Ma‘ārif menjelaskan bahwa amal tahunan diangkat pada bulan Sya’ban, sebagaimana amal mingguan diangkat pada hari Senin dan Kamis.
Imam Ibn Rajab juga mengibaratkan bulan Rajab sebagai bulan menanam, Sya’ban sebagai bulan menyiram, dan Ramadhan sebagai bulan memanen.
Orang yang lalai lalai di Sya’ban, ia akan menemui kesulitan untuk memaksimalkan amalan di bulan Ramadhan. Oleh karena itu, Sya’ban adalah waktu persiapan ruhani, fisik, dan mental menjelang Ramadhan.
Baca juga: Kapan Malam Nisfu Syaban 2026? Ini Kalender dan Amalan Utamanya
Ada beberapa amalan utama yang dianjurkan untuk dikerjakan dan diperbanyak di bulan sya'ban, yaitu:
Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW menyempurnakan puasa sebulan penuh kecuali Ramadhan, dan aku tidak pernah melihat beliau lebih banyak berpuasa dibandingkan di bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa puasa Sya’ban adalah latihan ruhani sebelum memasuki Ramadhan serta bentuk pengagungan terhadap waktu diangkatnya amal.
Bagi orang yang sudah rutin menjalankan puasa sunnah, boleh berpuasa di akhir bulan Ramadhan. Tetapi bila belum terbiasa, dilarang berpuasa di akhir bulan Sya'ban karena dikhawatirkan mendahului puasa Ramadhan.
Bulan Sya’ban menjadi momentum untuk membersihkan hati melalui taubat dan istighfar. Dalam Al-Adzkar, Imam An-Nawawi menganjurkan memperbanyak doa menjelang Ramadhan agar dipertemukan dengan bulan suci dalam keadaan iman yang kuat.
Doa yang sering dibaca para ulama salaf:
Arab:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Latin:
Allâhumma bârik lanâ fî rajaba wasya‘bâna waballighnâ ramadlânâ.
Artinya:
Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan.
Baca juga: Akhir Bulan Rajab Tinggal Hitungan Hari, Ini Jadwal Awal Syaban 1447 H dan Keutamaannya
Imam Ibn Rajab menyebutkan dalam Lathā’if al-Ma‘ārif bahwa Sya’ban adalah waktu terbaik untuk memperbanyak amal. Berikut beberapa amal yang dpat dikerjakan:
Sebagian generasi salaf bahkan menjadikan Sya’ban sebagai 'bulan para qari' karena intensitas membaca Al-Qur’an meningkat drastis. Ini menjadi latihan untuk menyambut bulan Ramadhan agar sudah terbiasa membaca Al-Qur'an.
Malam nisfu Sya'ban masih menjadi perdebatan para Ulama. Ada yang menganggap dalil-dalilnya lemah sehingga tidak perlu diamalkan, tetapi ada pendapat yang menyatakan dalil-dalil yang lemah itu justru saling menguatkan.
Dasar adanya malam nisfu Sya'ban disampaikan Rasulullah SAW dalam haditsnya:
“Sesungguhnya Allah melihat makhluk-Nya pada malam Nisfu Sya’ban, lalu Dia mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.” (HR. Ibnu Majah)
Mayoritas ulama seperti Imam Asy-Syafi’i, Al-Auza’i, dan Ibnu Taimiyah menyatakan keutamaan malam Nisfu Sya’ban itu sahih, namun tidak ada ibadah khusus dengan tata cara tertentu yang dicontohkan Rasulullah SAW secara berjamaah.
Ibadah yang dianjurkan adalah ibadah umum seperti doa, istighfar, dan shalat sunnah secara pribadi.
Baca juga: 5 Persiapan Menyambut Datangnya Ramadhan 2026 Agar Ibadah Lebih Optimal
Bulan Sya’ban bukan sekadar pengantar Ramadhan, melainkan bulan penuh keutamaan yang sering dilupakan. Dengan memperbanyak puasa, doa, istighfar, serta amal sunnah lainnya, seorang Muslim mempersiapkan diri untuk menyambut Ramadhan dalam kondisi iman terbaik.
Sebagaimana nasihat para ulama salaf, siapa yang memperbaiki Sya’ban-nya, Allah akan memudahkan Ramadhan-nya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang