Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Malam Nisfu Sya’ban dalam Tinjauan Ulama: Dalil dan Amalan yang Dianjurkan

Kompas.com, 20 Januari 2026, 07:30 WIB
Add on Google
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Malam Nisfu Sya’ban merupakan salah satu malam yang memiliki tempat tersendiri dalam tradisi keislaman. Setiap pertengahan bulan Sya’ban, umat Islam di berbagai belahan dunia memperbanyak ibadah, doa, dan istighfar. Namun, tidak jarang muncul perdebatan: apakah amalan malam Nisfu Sya’ban memiliki dasar syariat?

Para ulama sejak generasi salaf hingga khalaf telah membahas malam Nisfu Sya’ban secara mendalam, baik dari sisi hadits, fikih, maupun praktik ibadah. Berikut pembahasan mengenai malam Nisfu Sya'ban dalam tinjauan para Ulama.

Baca juga: Mengapa Nisfu Syaban Baca Yasin 3 Kali? Ini Penjelasannya

Dalil Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban

Sejumlah hadits menyebutkan keutamaan malam Nisfu Sya’ban. Di antaranya hadits yang diriwayatkan dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu:

“Allah melihat seluruh makhluk-Nya pada malam Nisfu Sya’ban, lalu Dia mengampuni semua makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.” (HR. Ibnu Hibban)

Keberadaan malam nisfu Sya'ban ini kerap menjadi perdebatan. Namun Imam Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Tabyin Al-‘Ajab menjelaskan bahwa hadits-hadits tentang Nisfu Sya’ban, jika dikumpulkan, menunjukkan adanya asal keutamaan malam tersebut.

Pandangan Ulama tentang Nisfu Sya’ban

Imam As-Suyuthi dalam Ad-Durar Al-Mantsurah menegaskan bahwa hadits-hadits tentang Nisfu Sya’ban tidak sampai derajat palsu (maudhu’), melainkan berada antara dhaif (lemah) dan hasan lighairihi (hadits dhaif tetapi menjadi hasan karena banyak jalur periwayatannya).

Sementara itu, Imam Ahmad bin Hanbal—sebagaimana dinukil oleh Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Latha’if Al-Ma’arif—menerima hadits-hadits fadhail (keutamaan amal) meskipun tidak mencapai derajat shahih, selama tidak berkaitan dengan hukum halal-haram.

Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Al-Fatawa menyatakan bahwa malam Nisfu Sya’ban memiliki keutamaan, dan sebagian salaf menghidupkannya dengan ibadah. Namun, beliau mengingatkan agar tidak menjadikannya sebagai perayaan khusus yang menyelisihi tuntunan Nabi SAW.

Pendekatan ini mencerminkan sikap wasathiyah (moderat): mengakui keutamaan, mengamalkan ibadah umum, dan menghindari bid’ah. Oleh karena itu, melakukan amalan-amalan di malam nisfu Sya'ban diperbolehkan selama tidak melakukan amalan yang tidak ada dasarnya.

Baca juga: Kapan Malam Nisfu Syaban 2026? Ini Kalender dan Amalan Utamanya

Amalan yang Dianjurkan pada Malam Nisfu Sya’ban

Inilah beberapa amalan yang dianjurkan untuk dikerjakan di malam nisfu Sya'ban:

1. Memperbanyak Doa dan Istighfar

Para ulama sepakat bahwa malam Nisfu Sya’ban adalah waktu yang baik untuk berdoa. Imam Al-Baihaqi dalam Syu’ab Al-Iman meriwayatkan atsar dari sebagian tabi’in Syam yang menghidupkan malam Nisfu Sya’ban dengan doa dan istighfar.

Ibnu Rajab menegaskan bahwa menghidupkan malam tersebut dengan doa adalah amalan yang dianjurkan, karena sejalan dengan prinsip umum syariat.

2. Shalat Malam (Qiyamul Lail) Tanpa Tata Cara Khusus

Shalat malam termasuk ibadah yang dianjurkan di setiap waktu. Ulama seperti Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu’ menegaskan bahwa shalat sunnah pada malam Nisfu Sya’ban boleh dilakukan, selama tidak meyakini adanya jumlah rakaat atau bacaan khusus yang tidak berdalil.

Dengan kata lain, shalat malam dilakukan sebagaimana shalat sunnah biasa, bukan dengan ritual yang diada-adakan tanpa dasar.

3. Memperbanyak Dzikir dan Tilawah Al-Qur’an

Dzikir dan membaca Al-Qur’an termasuk amalan yang dianjurkan setiap waktu, terlebih pada malam yang memiliki keutamaan. Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumiddin menyebut Nisfu Sya’ban sebagai salah satu malam yang dimuliakan oleh banyak ulama salaf.

4. Puasa di Siang Hari Bulan Sya’ban

Meskipun fokus pembahasan adalah malam Nisfu Sya’ban, para ulama mengaitkannya dengan sunnah memperbanyak puasa di bulan Sya’ban. Dalam hadits shahih riwayat Al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah radhiyallahu ‘anha disebutkan bahwa Rasulullah SAW banyak berpuasa di bulan Sya’ban.

Baca juga: Akhir Bulan Rajab Tinggal Hitungan Hari, Ini Jadwal Awal Syaban 1447 H dan Keutamaannya

Amalan yang Diperselisihkan Ulama

Sebagian praktik seperti sholat Nisfu Sya’ban dengan jumlah rakaat dan bacaan tertentu disebutkan dalam kitab-kitab belakangan, namun tidak memiliki sanad yang kuat. Amalan tidak berdasar ini tidak dianjutkan untuk dikerjakan.

Imam Ibnul Jauzi dalam Al-Maudhu’at mengkritik hadits-hadits palsu tentang shalat 100 rakaat di malam Nisfu Sya’ban. Karena itu, mayoritas ulama mengingatkan agar umat Islam tidak mengkhususkan ritual tertentu tanpa dalil yang sahih.

Penutup

Malam Nisfu Sya’ban merupakan momentum spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui doa, istighfar, shalat malam, dan dzikir. Tinjauan para ulama menunjukkan bahwa keutamaan malam ini memiliki dasar, meskipun umat Islam perlu berhati-hati dari praktik yang tidak berdalil.

Dengan memahami Nisfu Sya’ban secara ilmiah dan proporsional, umat Islam dapat menghidupkan malam tersebut dalam koridor sunnah dan tuntunan ulama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Hampir 6.000 Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Diingatkan Waspada Cuaca Panas
Hampir 6.000 Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Diingatkan Waspada Cuaca Panas
Aktual
Menhaj Lepas 200 Petugas Haji ke Makkah, Tekankan Layanan Maksimal untuk Jemaah
Menhaj Lepas 200 Petugas Haji ke Makkah, Tekankan Layanan Maksimal untuk Jemaah
Aktual
Kurban 7 Kambing vs 1 Sapi, Mana Lebih Besar Pahalanya? Ini Kata Ulama
Kurban 7 Kambing vs 1 Sapi, Mana Lebih Besar Pahalanya? Ini Kata Ulama
Aktual
Apa Itu Hadyu? Ini Hukum, Jenis, dan Syaratnya dalam Haji
Apa Itu Hadyu? Ini Hukum, Jenis, dan Syaratnya dalam Haji
Aktual
Mengapa Shalat Jumat Pertama di Lembah? Ini Kisah Wadi Ranuna
Mengapa Shalat Jumat Pertama di Lembah? Ini Kisah Wadi Ranuna
Aktual
Imigrasi Gagalkan 13 WNI Haji Ilegal, Pengawasan Diperketat
Imigrasi Gagalkan 13 WNI Haji Ilegal, Pengawasan Diperketat
Aktual
Asal-usul Merpati di Makkah, Benarkah Tak Pernah Kotori Ka'bah?
Asal-usul Merpati di Makkah, Benarkah Tak Pernah Kotori Ka'bah?
Aktual
Masuk Makkah Kini Wajib Izin, Ini 6 Golongan yang Dikecualikan
Masuk Makkah Kini Wajib Izin, Ini 6 Golongan yang Dikecualikan
Aktual
Kapan Shalat Jumat Pertama Kali Dilaksanakan? Berawal dari Hijrah Nabi
Kapan Shalat Jumat Pertama Kali Dilaksanakan? Berawal dari Hijrah Nabi
Aktual
3 Kali Tinggalkan Shalat Jumat, Benarkah Jadi Kafir? Ini Peringatan Rasulullah
3 Kali Tinggalkan Shalat Jumat, Benarkah Jadi Kafir? Ini Peringatan Rasulullah
Doa dan Niat
Arab Saudi Tembus Misi Bulan NASA, 1.000 Peserta Ikuti Seminar Artemis II
Arab Saudi Tembus Misi Bulan NASA, 1.000 Peserta Ikuti Seminar Artemis II
Aktual
7 Sunnah Sebelum Shalat Jumat yang Sering Terlewat, Ini Dalilnya
7 Sunnah Sebelum Shalat Jumat yang Sering Terlewat, Ini Dalilnya
Aktual
Bacaan Doa Khutbah Jumat Lengkap: Pembuka, Penutup, dan Tata Caranya
Bacaan Doa Khutbah Jumat Lengkap: Pembuka, Penutup, dan Tata Caranya
Doa dan Niat
Arti Labbaik Allahumma Labbaik, Waktu Membaca, dan Rahasia di Baliknya
Arti Labbaik Allahumma Labbaik, Waktu Membaca, dan Rahasia di Baliknya
Doa dan Niat
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Ibadah Haji, Ora Mung Lunga, Nanging Ngganti Diri
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Ibadah Haji, Ora Mung Lunga, Nanging Ngganti Diri
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com