Editor
KOMPAS.com-Menjelang Ramadhan 1447 H, banyak umat Islam mulai mencari doa niat mengganti utang puasa Ramadhan yang benar sesuai tuntunan syariat.
Puasa qadha wajib ditunaikan oleh Muslim yang sebelumnya tidak berpuasa karena uzur seperti sakit atau musafir.
Niat menjadi syarat sah puasa sehingga harus dilakukan sebelum terbit fajar.
Berikut bacaan doa niat mengganti utang puasa Ramadhan lengkap dengan tata cara dan batas waktunya.
Baca juga: Lupa Jumlah Utang Puasa Ramadhan, Ini Ketentuan Qadha dan Fidyah Menurut Ulama
Doa niat mengganti utang puasa Ramadhan wajib dibaca sebelum waktu subuh karena termasuk puasa fardhu.
Niat dapat dilakukan dalam hati atau dilafalkan untuk mempertegas kesungguhan beribadah.
Berikut lafal doa niat mengganti utang puasa Ramadhan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadha’i fardhi syahri Ramadhana lillahi ta’ala.
Artinya: Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.
Puasa qadha tidak sah apabila niat dilakukan setelah terbit fajar.
Baca juga: Kapan Waktu Terakhir Ganti Puasa Ramadhan? Ini Aturan Qadha Menurut Islam
Hari pelaksanaan qadha dipilih di luar bulan Ramadhan dan tidak boleh pada hari yang diharamkan berpuasa seperti Idul Fitri dan Idul Adha.
Niat harus ditetapkan pada malam hari sebelum waktu subuh.
Sahur dianjurkan meskipun tidak wajib karena mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW.
Setiap Muslim wajib menahan diri dari hal yang membatalkan puasa seperti makan, minum, dan hubungan suami istri.
Ibadah tambahan seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, bershalawat, dan bersedekah dianjurkan agar puasa qadha semakin bernilai pahala.
Baca juga: Puasa Ramadhan: Siapa Wajib Qadha, Siapa Cukup Fidyah?
Saat berbuka, doa yang dapat dibaca adalah:
Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthartu.
Artinya: “Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki dari-Mu aku berbuka.”
Doa lain yang dapat dibaca saat berbuka yaitu:
Dzahabadzh dzhama-u wabtallatil-'uruqu wa tsabatal-ajru insyaa-Allah.
Artinya: “Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah serta pahala tetap, insyaallah."
Mengganti utang puasa Ramadhan sebaiknya dilakukan sebelum datang Ramadhan berikutnya.
Penundaan tanpa uzur hingga masuk Ramadhan selanjutnya menyebabkan seseorang berdosa menurut sebagian besar ulama.
Kewajiban tetap harus ditunaikan dengan mengqadha puasa yang ditinggalkan.
Sebagian besar ulama juga mewajibkan pembayaran fidyah bagi yang menunda tanpa alasan syar’i.
Banyak orang keliru menunda qadha puasa hingga melewati Ramadhan berikutnya tanpa uzur sehingga menambah beban kewajiban.
Doa niat mengganti utang puasa Ramadhan perlu dipahami agar ibadah sah dan sesuai tuntunan.
Pelaksanaan qadha dengan tepat waktu dan penuh keikhlasan menjadi bentuk tanggung jawab seorang Muslim dalam menunaikan kewajiban kepada Allah SWT.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang