Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Niat Mengganti Utang Puasa Ramadhan yang Benar, Lengkap dengan Tata Cara dan Batas Waktu

Kompas.com, 13 Februari 2026, 06:24 WIB
Khairina

Editor

KOMPAS.com-Menjelang Ramadhan 1447 H, banyak umat Islam mulai mencari doa niat mengganti utang puasa Ramadhan yang benar sesuai tuntunan syariat.

Puasa qadha wajib ditunaikan oleh Muslim yang sebelumnya tidak berpuasa karena uzur seperti sakit atau musafir.

Niat menjadi syarat sah puasa sehingga harus dilakukan sebelum terbit fajar.

Berikut bacaan doa niat mengganti utang puasa Ramadhan lengkap dengan tata cara dan batas waktunya.

Baca juga: Lupa Jumlah Utang Puasa Ramadhan, Ini Ketentuan Qadha dan Fidyah Menurut Ulama

Doa Niat Mengganti Utang Puasa Ramadhan

Doa niat mengganti utang puasa Ramadhan wajib dibaca sebelum waktu subuh karena termasuk puasa fardhu.

Niat dapat dilakukan dalam hati atau dilafalkan untuk mempertegas kesungguhan beribadah.

Berikut lafal doa niat mengganti utang puasa Ramadhan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadha’i fardhi syahri Ramadhana lillahi ta’ala.

Artinya: Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.

Puasa qadha tidak sah apabila niat dilakukan setelah terbit fajar.

Baca juga: Kapan Waktu Terakhir Ganti Puasa Ramadhan? Ini Aturan Qadha Menurut Islam

Tata Cara Mengganti Utang Puasa Ramadhan

Hari pelaksanaan qadha dipilih di luar bulan Ramadhan dan tidak boleh pada hari yang diharamkan berpuasa seperti Idul Fitri dan Idul Adha.

Niat harus ditetapkan pada malam hari sebelum waktu subuh.

Sahur dianjurkan meskipun tidak wajib karena mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW.

Setiap Muslim wajib menahan diri dari hal yang membatalkan puasa seperti makan, minum, dan hubungan suami istri.

Ibadah tambahan seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, bershalawat, dan bersedekah dianjurkan agar puasa qadha semakin bernilai pahala.

Baca juga: Puasa Ramadhan: Siapa Wajib Qadha, Siapa Cukup Fidyah?

Saat berbuka, doa yang dapat dibaca adalah:

Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthartu.

Artinya: “Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki dari-Mu aku berbuka.”

Doa lain yang dapat dibaca saat berbuka yaitu:

Dzahabadzh dzhama-u wabtallatil-'uruqu wa tsabatal-ajru insyaa-Allah.

Artinya: “Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah serta pahala tetap, insyaallah."

Batas Waktu Mengganti Puasa Ramadhan

Mengganti utang puasa Ramadhan sebaiknya dilakukan sebelum datang Ramadhan berikutnya.

Penundaan tanpa uzur hingga masuk Ramadhan selanjutnya menyebabkan seseorang berdosa menurut sebagian besar ulama.

Kewajiban tetap harus ditunaikan dengan mengqadha puasa yang ditinggalkan.

Sebagian besar ulama juga mewajibkan pembayaran fidyah bagi yang menunda tanpa alasan syar’i.

Banyak orang keliru menunda qadha puasa hingga melewati Ramadhan berikutnya tanpa uzur sehingga menambah beban kewajiban.

Doa niat mengganti utang puasa Ramadhan perlu dipahami agar ibadah sah dan sesuai tuntunan.

Pelaksanaan qadha dengan tepat waktu dan penuh keikhlasan menjadi bentuk tanggung jawab seorang Muslim dalam menunaikan kewajiban kepada Allah SWT.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com