KOMPAS.com – Air Zamzam bukan sekadar pelepas dahaga bagi jutaan jamaah haji dan umrah.
Bagi umat Islam, air yang berasal dari kawasan suci Makkah ini menyimpan nilai spiritual yang dalam, mulai dari sejarah kemunculannya hingga keutamaan yang diyakini terus mengalir hingga kini.
Setiap tegukan air Zamzam kerap disertai doa dan harapan. Ada keyakinan yang tumbuh dalam tradisi Islam, air ini bukan hanya diminum, tetapi “diniatkan”. Di sinilah pentingnya memahami doa, adab, serta makna di baliknya.
Baca juga: Kisah Sumur Zamzam Tak Pernah Kering Sejak 4.000 Tahun Silam
Dalam ajaran Islam, tidak ada amalan yang lepas dari doa, termasuk saat meminum air Zamzam. Doa menjadi jembatan antara usaha lahir dan harapan batin seorang hamba.
Salah satu doa yang banyak diamalkan diriwayatkan dari sahabat Abdullah bin Abbas:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَشِفَاءً مِنْ كُلِّ دَاءٍ وَسَقَامٍ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Allahuma inni as'aluka 'ilman nafi'an warizqan waasi'an wa syifa'an min kulli daain wasaqamin bi rahmatika yaa arhamar raahimiin
Artinya: "Ya Allah, aku mohon kepada-Mu ilmu pengetahuan yang bermanfaat, rezeki yang luas, kesembuhan dari segala penyakit dan kepedihan, dengan rahmat-Mu, ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih dari segenap yang pengasih."
Doa ini juga disebut dalam berbagai literatur, salah satunya dalam buku Khasiat Air Zamzam karya Taufiqurrohman. Intinya, doa ini merangkum tiga kebutuhan utama manusia: ilmu, rezeki, dan kesehatan.
Selain itu, ulama seperti Syekh Sulaiman Al-Bujairimi juga meriwayatkan doa yang merujuk pada sabda Nabi Muhammad SAW:
اللَّهُمَّ إنَّهُ قَدْ بَلَغَنِي عَنْ نَبِيِّك أَنَّهُ قَالَ مَاءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ، وَأَنَا أَشْرَبُهُ لِسَعَادَةِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ اللَّهُمَّ، فَافْعَلْ
Allāhumma innahū qad balaghanī 'an nabiyyika annahū qāla, 'mā'u zamzama li mā syuriba lah,' wa anā asyrabuhū li sa'ādatid duniyā wal ākhirah. Allāhumma faf'al.
Artinya, "Wahai Tuhanku, sungguh telah sampai padaku hadits dari nabi-Mu, ia bersabda, 'Air zamzam bermanfaat sesuai tujuan diminumnya,' (HR Ahmad, Al-Hakim, dan Ad-Daruqutni) dan aku meminumnya untuk kebahagiaan di dunia dan akhirat. Ya Allah, terimalah."
Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Al-Hakim, dan menjadi dasar keyakinan bahwa manfaat Zamzam sangat terkait dengan niat yang menyertainya.
Doa lain juga disebutkan dalam buku Khasiat Air Zamzam karya Taufiqurrohman. Buku tersebut menjelaskan bacaan yang dianjurkan sebelum meminum air Zamzam:
اللهم اني اسألك علما نَافِعًا، وَرِير قا واسعا، سأَلَكَ وشفاء من كل داء
Allaahumma innii as-aluka 'ilman naafi'an, wa rizqan waasi'an, wasyifaa-an min kulli daa-in.
Artinya: "Ya Allah sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas, dan kesembuhan dari tiap penyakit."
Baca juga: Khasiat Air Zamzam dan Kesalahan saat Meminumnya yang Perlu Dihindari
Selain doa, Islam juga mengajarkan adab dalam meminum air Zamzam. Adab ini bukan sekadar tata cara, tetapi bagian dari penghormatan terhadap keberkahan yang terkandung di dalamnya.
Dalam buku Sejarah Zamzam karya Prof. Said Muhammad Bakdasy, dijelaskan beberapa adab utama:
Riwayat dari Ibnu Abbas menyebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah meminum Zamzam hingga puas, bahkan dalam kondisi tertentu dilakukan sambil berdiri.
Dalam buku 100+ Kesalahan dalam Haji dan Umrah karya Nasaruddin Umar, dijelaskan bahwa perbedaan posisi (duduk atau berdiri) bersifat situasional, terutama saat kondisi padat di Masjidil Haram.
Air Zamzam memiliki posisi istimewa dalam Islam. Tidak hanya karena sejarahnya yang berkaitan dengan Nabi Ismail AS, tetapi juga karena keutamaannya yang disebutkan dalam banyak hadis.
Salah satu hadis yang populer menyatakan:
“Air Zamzam itu sesuai dengan tujuan diminumnya.”
Dalam kitab Faidh al-Qadir, Imam Al-Munawi menjelaskan bahwa keberkahan Zamzam akan dirasakan sesuai dengan keikhlasan dan keyakinan orang yang meminumnya.
Hal ini menegaskan bahwa aspek spiritual, niat dan keyakinan memiliki peran besar dalam merasakan manfaat air Zamzam.
Baca juga: Doa Minum Air Zamzam dan Keutamaannya, Air Penuh Berkah dari Makkah
Secara tradisi, air Zamzam diyakini memiliki berbagai manfaat. Tidak hanya secara fisik, tetapi juga spiritual.
Dalam buku Mukjizat Penyembuhan Air Zamzam karya Badiatul Muchlisin Asti, disebutkan bahwa Umar bin Khattab memiliki kebiasaan meminum Zamzam dengan niat menghilangkan dahaga di hari kiamat.
Ini menunjukkan bagaimana niat menjadi bagian penting dalam ibadah.
Sahabat seperti Abdullah bin Abbas mencontohkan doa yang mencakup tiga hal utama: ilmu, rezeki, dan kesehatan. Ketiganya merupakan fondasi kehidupan manusia yang seimbang.
Ulama seperti At-Turmudzi dan Al-Munawi menjelaskan bahwa Zamzam bisa menjadi wasilah (perantara) untuk memohon pertolongan Allah, selama disertai keikhlasan.
Namun, penting untuk dipahami bahwa yang memberi manfaat tetap Allah SWT, bukan air itu sendiri.
Pada akhirnya, air Zamzam mengajarkan satu hal penting: keseimbangan antara fisik dan spiritual. Ia bukan sekadar air, tetapi simbol ketergantungan manusia kepada Allah.
Dalam kitab Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghazali menekankan bahwa nilai suatu amalan terletak pada niatnya.
Hal ini sejalan dengan konsep meminum Zamzam bahwa keberkahannya terletak pada apa yang diharapkan dan diyakini.
Di tengah modernitas, praktik sederhana seperti minum air Zamzam menjadi pengingat bahwa spiritualitas tetap memiliki tempat dalam kehidupan sehari-hari.
Maka, ketika suatu saat seseorang meminum air Zamzam, mungkin yang terpenting bukan hanya seberapa banyak yang diminum, tetapi seberapa dalam doa yang dipanjatkan. Dan dari situlah, keberkahan itu bermula.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang