Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bacaan Doa Minum Air Zamzam Lengkap: Adab, Manfaat, dan Keutamaannya

Kompas.com, 7 April 2026, 13:00 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Air Zamzam bukan sekadar pelepas dahaga bagi jutaan jamaah haji dan umrah.

Bagi umat Islam, air yang berasal dari kawasan suci Makkah ini menyimpan nilai spiritual yang dalam, mulai dari sejarah kemunculannya hingga keutamaan yang diyakini terus mengalir hingga kini.

Setiap tegukan air Zamzam kerap disertai doa dan harapan. Ada keyakinan yang tumbuh dalam tradisi Islam, air ini bukan hanya diminum, tetapi “diniatkan”. Di sinilah pentingnya memahami doa, adab, serta makna di baliknya.

Baca juga: Kisah Sumur Zamzam Tak Pernah Kering Sejak 4.000 Tahun Silam

Doa Minum Air Zamzam: Ikhtiar Spiritual dalam Setiap Tegukan

Dalam ajaran Islam, tidak ada amalan yang lepas dari doa, termasuk saat meminum air Zamzam. Doa menjadi jembatan antara usaha lahir dan harapan batin seorang hamba.

Salah satu doa yang banyak diamalkan diriwayatkan dari sahabat Abdullah bin Abbas:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَشِفَاءً مِنْ كُلِّ دَاءٍ وَسَقَامٍ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Allahuma inni as'aluka 'ilman nafi'an warizqan waasi'an wa syifa'an min kulli daain wasaqamin bi rahmatika yaa arhamar raahimiin

Artinya: "Ya Allah, aku mohon kepada-Mu ilmu pengetahuan yang bermanfaat, rezeki yang luas, kesembuhan dari segala penyakit dan kepedihan, dengan rahmat-Mu, ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih dari segenap yang pengasih."

Doa ini juga disebut dalam berbagai literatur, salah satunya dalam buku Khasiat Air Zamzam karya Taufiqurrohman. Intinya, doa ini merangkum tiga kebutuhan utama manusia: ilmu, rezeki, dan kesehatan.

Selain itu, ulama seperti Syekh Sulaiman Al-Bujairimi juga meriwayatkan doa yang merujuk pada sabda Nabi Muhammad SAW:

اللَّهُمَّ إنَّهُ قَدْ بَلَغَنِي عَنْ نَبِيِّك أَنَّهُ قَالَ مَاءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ، وَأَنَا أَشْرَبُهُ لِسَعَادَةِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ اللَّهُمَّ، فَافْعَلْ

Allāhumma innahū qad balaghanī 'an nabiyyika annahū qāla, 'mā'u zamzama li mā syuriba lah,' wa anā asyrabuhū li sa'ādatid duniyā wal ākhirah. Allāhumma faf'al.

Artinya, "Wahai Tuhanku, sungguh telah sampai padaku hadits dari nabi-Mu, ia bersabda, 'Air zamzam bermanfaat sesuai tujuan diminumnya,' (HR Ahmad, Al-Hakim, dan Ad-Daruqutni) dan aku meminumnya untuk kebahagiaan di dunia dan akhirat. Ya Allah, terimalah."

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Al-Hakim, dan menjadi dasar keyakinan bahwa manfaat Zamzam sangat terkait dengan niat yang menyertainya.

Doa lain juga disebutkan dalam buku Khasiat Air Zamzam karya Taufiqurrohman. Buku tersebut menjelaskan bacaan yang dianjurkan sebelum meminum air Zamzam:

اللهم اني اسألك علما نَافِعًا، وَرِير قا واسعا، سأَلَكَ وشفاء من كل داء

Allaahumma innii as-aluka 'ilman naafi'an, wa rizqan waasi'an, wasyifaa-an min kulli daa-in.

Artinya: "Ya Allah sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas, dan kesembuhan dari tiap penyakit."

Baca juga: Khasiat Air Zamzam dan Kesalahan saat Meminumnya yang Perlu Dihindari

Adab Minum Air Zamzam: Meneladani Sunnah

Selain doa, Islam juga mengajarkan adab dalam meminum air Zamzam. Adab ini bukan sekadar tata cara, tetapi bagian dari penghormatan terhadap keberkahan yang terkandung di dalamnya.

Dalam buku Sejarah Zamzam karya Prof. Said Muhammad Bakdasy, dijelaskan beberapa adab utama:

  • Pertama, menghadap kiblat sebagai bentuk pengagungan kepada Allah.
  • Kedua, membaca basmalah sebelum minum.
  • Ketiga, meminumnya dengan tangan kanan.
  • Keempat, meminum dalam tiga kali tegukan.
  • Kelima, mengakhiri dengan hamdalah.
  • Keenam, meminum hingga puas sebagai simbol kesyukuran.

Riwayat dari Ibnu Abbas menyebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah meminum Zamzam hingga puas, bahkan dalam kondisi tertentu dilakukan sambil berdiri.

Dalam buku 100+ Kesalahan dalam Haji dan Umrah karya Nasaruddin Umar, dijelaskan bahwa perbedaan posisi (duduk atau berdiri) bersifat situasional, terutama saat kondisi padat di Masjidil Haram.

Keutamaan Air Zamzam dalam Hadis dan Tradisi Ulama

Air Zamzam memiliki posisi istimewa dalam Islam. Tidak hanya karena sejarahnya yang berkaitan dengan Nabi Ismail AS, tetapi juga karena keutamaannya yang disebutkan dalam banyak hadis.

Salah satu hadis yang populer menyatakan:

“Air Zamzam itu sesuai dengan tujuan diminumnya.”

Dalam kitab Faidh al-Qadir, Imam Al-Munawi menjelaskan bahwa keberkahan Zamzam akan dirasakan sesuai dengan keikhlasan dan keyakinan orang yang meminumnya.

Hal ini menegaskan bahwa aspek spiritual, niat dan keyakinan memiliki peran besar dalam merasakan manfaat air Zamzam.

Baca juga: Doa Minum Air Zamzam dan Keutamaannya, Air Penuh Berkah dari Makkah

Manfaat Air Zamzam: Antara Keyakinan dan Pengalaman

Secara tradisi, air Zamzam diyakini memiliki berbagai manfaat. Tidak hanya secara fisik, tetapi juga spiritual.

1. Menghilangkan Dahaga di Hari Kiamat

Dalam buku Mukjizat Penyembuhan Air Zamzam karya Badiatul Muchlisin Asti, disebutkan bahwa Umar bin Khattab memiliki kebiasaan meminum Zamzam dengan niat menghilangkan dahaga di hari kiamat.

Ini menunjukkan bagaimana niat menjadi bagian penting dalam ibadah.

2. Memohon Ilmu, Rezeki, dan Kesembuhan

Sahabat seperti Abdullah bin Abbas mencontohkan doa yang mencakup tiga hal utama: ilmu, rezeki, dan kesehatan. Ketiganya merupakan fondasi kehidupan manusia yang seimbang.

3. Sarana Memohon Pertolongan Allah

Ulama seperti At-Turmudzi dan Al-Munawi menjelaskan bahwa Zamzam bisa menjadi wasilah (perantara) untuk memohon pertolongan Allah, selama disertai keikhlasan.

Namun, penting untuk dipahami bahwa yang memberi manfaat tetap Allah SWT, bukan air itu sendiri.

Menyatukan Niat, Doa, dan Keyakinan

Pada akhirnya, air Zamzam mengajarkan satu hal penting: keseimbangan antara fisik dan spiritual. Ia bukan sekadar air, tetapi simbol ketergantungan manusia kepada Allah.

Dalam kitab Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghazali menekankan bahwa nilai suatu amalan terletak pada niatnya.

Hal ini sejalan dengan konsep meminum Zamzam bahwa keberkahannya terletak pada apa yang diharapkan dan diyakini.

Di tengah modernitas, praktik sederhana seperti minum air Zamzam menjadi pengingat bahwa spiritualitas tetap memiliki tempat dalam kehidupan sehari-hari.

Maka, ketika suatu saat seseorang meminum air Zamzam, mungkin yang terpenting bukan hanya seberapa banyak yang diminum, tetapi seberapa dalam doa yang dipanjatkan. Dan dari situlah, keberkahan itu bermula.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Hujan Lebat di Arab Saudi, 4,6 Juta Kubik Air Banjir Mengalir ke Bendungan
Hujan Lebat di Arab Saudi, 4,6 Juta Kubik Air Banjir Mengalir ke Bendungan
Aktual
DSN MUI Bahas Emas Digital, Tegaskan Transaksi Tak Boleh Tanpa Emas Fisik
DSN MUI Bahas Emas Digital, Tegaskan Transaksi Tak Boleh Tanpa Emas Fisik
Aktual
Doa dan Dzikir Sebelum Tidur: Amalan Sunnah agar Malam Lebih Tenang dan Dilindungi Allah
Doa dan Dzikir Sebelum Tidur: Amalan Sunnah agar Malam Lebih Tenang dan Dilindungi Allah
Doa dan Niat
Menhaj Genjot Digitalisasi Haji 2026, Luncurkan Aplikasi hingga Perketat Pengawasan
Menhaj Genjot Digitalisasi Haji 2026, Luncurkan Aplikasi hingga Perketat Pengawasan
Aktual
Prabowo Minta Terminal Haji Khusus di Arab Saudi, Masa Tunggu Dipangkas
Prabowo Minta Terminal Haji Khusus di Arab Saudi, Masa Tunggu Dipangkas
Aktual
Biaya Haji 2026 Dipastikan Tidak Naik, Menhaj: Negara Tanggung Penyesuaian
Biaya Haji 2026 Dipastikan Tidak Naik, Menhaj: Negara Tanggung Penyesuaian
Aktual
Garuda dan Saudia Airlines Ajukan Kenaikan, Biaya Haji Dievaluasi Ulang
Garuda dan Saudia Airlines Ajukan Kenaikan, Biaya Haji Dievaluasi Ulang
Aktual
Makkah Bersolek Besar-besaran: Bandara Baru dan Metro Disiapkan, Layanan Jemaah Ditargetkan Makin Nyaman
Makkah Bersolek Besar-besaran: Bandara Baru dan Metro Disiapkan, Layanan Jemaah Ditargetkan Makin Nyaman
Aktual
Keberangkatan Petugas Haji 2026 Tetap Sesuai Jadwal, Pemerintah Siapkan Mitigasi Konflik Timur Tengah
Keberangkatan Petugas Haji 2026 Tetap Sesuai Jadwal, Pemerintah Siapkan Mitigasi Konflik Timur Tengah
Aktual
683 Calon Jemaah Haji Kuningan 2026 Siap Berangkat, Terbagi Jadi Dua Kloter
683 Calon Jemaah Haji Kuningan 2026 Siap Berangkat, Terbagi Jadi Dua Kloter
Aktual
Jemaah Haji dan Umrah Pemegang Kartu Nusuk Kini Bisa Dapat Diskon dan Penawaran Khusus di Arab Saudi
Jemaah Haji dan Umrah Pemegang Kartu Nusuk Kini Bisa Dapat Diskon dan Penawaran Khusus di Arab Saudi
Aktual
Apa Itu Skema Murur dan Tanazul? Ini Pengertian dan Penerapannya untuk Jemaah Haji Reguler 2026
Apa Itu Skema Murur dan Tanazul? Ini Pengertian dan Penerapannya untuk Jemaah Haji Reguler 2026
Aktual
Sejarah Jembatan King Fahd: Nadi Persaudaraan Saudi-Bahrain Sejak 1986
Sejarah Jembatan King Fahd: Nadi Persaudaraan Saudi-Bahrain Sejak 1986
Aktual
6 Teks Sambutan Walimatussafar untuk Persiapan Keberangkatan Haji 2026 Penuh Doa dan Harapan
6 Teks Sambutan Walimatussafar untuk Persiapan Keberangkatan Haji 2026 Penuh Doa dan Harapan
Aktual
Saudi Setop Akses Jembatan King Fahd, Waspada Ancaman Keamanan
Saudi Setop Akses Jembatan King Fahd, Waspada Ancaman Keamanan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com